Analisis Unsur Batin Puisi "Prajurit Jaga Malam" Karya Chairil Anwar

Steffi Daniella, kelahiran Bandung 2007, siswi SMA Trinitas Bandung kelas XII. Menulis untuk berbagi
Tulisan dari Steffi Daniella tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang disukai banyak orang karena dapat mengungkapkan perasaan atau peristiwa tertentu dengan gaya bahasa yang indah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Dalam puisi juga terdapat pesan/makna tertentu yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca.
Salah satu penyair puisi terbaik di Indonesia ialah Chairil Anwar, seorang pelopor puisi modern Indonesia. Semasa hidupnya, Chairil Anwar telah menulis sekitar 75 puisi. “Prajurit Jaga Malam” merupakan karya Chairil Anwar yang ditulis pada tahun 1948. Puisi ini menceritakan tentang para prajurit yang berjuang menjaga wilayah Indonesia, bahkan pada waktu malam. Berikut puisi “Prajurit Jaga Malam” karya Chairil Anwar beserta unsur batinnya.
Prajurit Jaga Malam
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam,
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu....
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Unsur Batin Puisi “Prajurit Jaga Malam"
Tema
Tema merupakan gagasan pokok yang diungkapkan penyair melalui puisinya. Tema yang diangkat dalam puisi “Prajurit Jaga Malam” adalah tentang kepahlawanan. Melalui puisi ini, penyair ingin mengungkapkan keinginannya untuk terbebas dari penjajahan yang pada masa itu masih terjadi.
Rasa (perasaan)
Rasa (feeling) adalah sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang ditunjukan. Rasa juga merupakan perasaan yang ingin ditunjukan penyair kepada pembaca melalui puisinya. Terdapat beberapa rasa (perasaan) yang ditunjukan dalam puisi “Prajurit Jaga Malam.”
a. Simpatik
Puisi ini memiliki rasa simpatik karena penyair ingin membagi perasaan yang begitu haru terhadap para pahlawan yang telah berjuang keras. Chairil Anwar mengungkapkan bagaimana perjuangan para pahlawan yang harus berjaga-jaga di malam hari demi keamanannya dan kemenangannya. Perasaan simpatik dapat terlihat pada kalimat:
1. “Ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini”
2. “Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian”
b. Kagum
Dalam puisi ini juga penyair ingin mengungkapkan rasa kagumnya terhadap perjuangan para pahlawan. Perasaan tersebut ditunjukan dalam kalimat:
1. “Aku suka pada mereka yang berani hidup”
2. “Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam”
Penyair kagum dengan para pahlawan yang memiliki keberanian yang besar dan tekad yang kuat untuk menjaga wilayah Indonesia tanpa mengenal lelah.
c. Senang
Di dalam puisi ini pun, penyair mengungkapkan rasa bahagianya terhadap jasa para pahlawan yang tiada hentinya berjuang melawan penjajah. Para pahlawan tak kenal waktu dan lelah, dalam mengobarkan api semangatnya. Perasaan senang dapat tergambarkan dalam kalimat berikut.
1. “Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu”
2. “Aku suka pada mereka yang berani hidup”
Nada dan suasana
Nada merupakan ungkapan sikap penyair terhadap pembacanya, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisinya.
Nada yang terdapat dalam puisi tersebut adalah patriotik yaitu menggambarkan suasana hati yang penuh semangat. Nada patriotik tersebut ditunjukan oleh kalimat berikut.
1. “Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam,”
2. “Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian”
Selain itu, terdapat nada haru juga dalam puisi Prajurit Jaga Malam. Nada ini ditunjukan oleh kalimat:
1. “Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian”
2. “Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam.”
Dalam puisi ini, terdapat beberapa suasana yang dapat kita rasakan yaitu mencekam semangat, dan bangga. Suasana tersebut dapat ditunjukan pada baris-baris puisi berikut.
Prajurit Jaga Malam (karya Chairil Anwar)
………………………………………………......
………………………………………………….
……………..
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
………………………………………………..
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu....
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Amanat
Amanat adalah hal atau pesan yang ingin disampaikan penyair melalui puisinya.
Dalam puisi “Prajurit Jaga Malam” penyair ingin menyampaikan bahwa para pahlawan selalu rela berkorban dan berjuang walaupun tidak tahu bagaimana nasib akhirnya. Para pahlawan pun tak kenal waktu dan lelah demi menyelamatkan orang-orang. Pagi, siang, sore, dan malam, para pahlawan terus berjaga-jaga tanpa rasa takut dan gentar.
Oleh karena itu, amanat yang bisa kita ambil adalah kita seharusnya mau untuk menghormati para pejuang yang berusaha memerdekakan Indonesia dari penjajah. Kita sebagai warga negara Indonesia pun seharusnya mau rela berkorban dan berjuang untuk kepentingan bangsa Indonesia. Jangan takut untuk memperjuangkan sesuatu, karena kita tidak akan tahu bagaimana hasil akhirnya jika tidak mencoba.
Selain unsur batin puisi di atas, puisi "Prajurit Jaga Malam" juga memiliki gaya bahasa/diksi yang mudah dimengerti maknanya, sehingga amanat yang ingin diungkapkan dapat tersampaikan dengan baik dan memberikan kesan kepada para pembaca.
Steffi Daniella dan Gracellea Puehwan, siswi kelas X SMA Trinitas Bandung
