Kenali Ciri-ciri Toxic Parents Sebelum Terlambat!

Mass Communication student at Bina Nusantara University
Tulisan dari Thessalonica Wenas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kenali ciri-ciri toxic parents dan kenali dampaknya pada anak!

Terdapat pepatah bahwa 'anak berhak memiliki orang tua, namun orang tua belum tentu berhak memiliki anak'. Anak merupakan aset paling berharga yang dimiliki setiap orang tua. Tentunya setiap anak berhak merasakan kehangatan dan kenyamanan dari orang tuanya. Namun sayang, masih banyak anak yang harus merasakan kekecewaan yang disebabkan oleh orang tuanya. Orang tua bertanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Terkadang tanpa mereka sadari, didikan-didikan yang kurang tepat dapat memicu perilaku yang toxic.
Tentu saja hal ini memiliki dampak yang besar terhadap anak mereka. Perilaku toxic yang diberikan orang tua terhadap anaknya secara sengaja maupun tidak sengaja, akan memiliki efek lebih besar disaat anak mereka beranjak remaja hingga dewasa.
Perilaku orang tua terhadap anak mereka dapat mempengaruhi kondisi anak secara psikis dan mental. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mempelajari ciri-ciri perilaku orang tua yang toxic bagi anak:
Selalu menyalahkan anak. Orang tua akan cenderung menyalahkan anak mereka jika mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang sang orang tua inginkan. Lebih parahnya lagi disaat orang tua mulai meluapkan emosi mereka terhadap sang anak karena anak mereka melakukan kesalahan. Selain itu, toxic parents akan cenderung mengkritik setiap gerak-gerik anak. Jika hal ini terus-terusan dilakukan oleh sang orang tua, anak tersebut akan timbul rasa cemas yang luar biasa dan rasa takut akan disalahkan oleh orang lain. Lebih parahnya lagi hingga mengalami gangguan mental saat ia sudah menginjak usia remaja.
Terlalu menuntut anak. Tidak ada salahnya untuk mengarahkan anak sesuai dengan apa yang kita sarankan. Sebagai orang tua, tentunya kita menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Namun, jika cara kita mengarahkan berubah menjadi sebuah tuntutan bahkan hingga memberikan ancaman, maka hal itu sudah termasuk dalam perilaku orang tua toxic. Seperti contohnya, banyak orang tua yang menginginkan anaknya sukses saat mereka dewasa, sehingga mereka memaksa sang anak untuk belajar lebih dan mendapatkan nilai yang sempurna secara berlebihan. Hal tersebut akan membuat anak tertekan dan takut akan gagal.
Berperilaku atau berbicara kasar. Toxic parents sering meluapkan emosi mereka melalui anak mereka. Toxic parents akan mengeluarkan kata-kata kasar ataupun berperilaku kasar terhadap anak mereka
Perilaku toxic parents memiliki dampak yang sangat amat besar terhadap anak mereka dan terkadang dampak tersebut akan timbul saat mereka menginjak usia remaja. Anak dapat tumbuh menjadi kepribadian yang tertutup dan pendiam karena sulit untuk mengemukakan pendapat mereka terhadap orang lain. Anak akan mengalami kesulitan untuk menghargai dirinya sendiri.
Yang lebih parah adalah berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, terlebih gangguan kecemasan hingga PTSD (Post Traumatic Disorder). Kebanyakan remaja mengalami gangguan kesehatan mental karena diakibatkan oleh orang tua mereka yang berperilaku toxic terhadap mereka dari kecil. Remaja akan merasa tidak nyaman dirumah dan lebih memilih untuk bermain bersama teman-temannya dibandingkan harus merasakan penderitaan sebagai seorang anak.
Bagi orang tua, dampak dari perilaku kalian sangat penting bagi perkembangan anak. Kesehatan mental merupakan suatu hal yang masih di anggap remeh, janganlah kalian menimbulkan penyakit mental bagi anak kalian hanya karena perilaku kalian sendiri. Anak merupakan titipin Tuhan kepada orang tua, dan memang sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mengurus dan menyayangi anak. Sayangilah anak kalian sebelum semuanya terlambat.
Bagi anak atau remaja yang mengalami toxic parenting atau kekerasan dalam keluarga, harap menghubungi pihak berwajib.
