Banjir di Samarinda Akibat Buruknya Drainase

Hujan yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan TImur, membanjiri dua kecamatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir mencapai ketinggian 50 sentimeter.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan banjir menggenang beberapa ruas jalan pada Minggu (18/6) sekitar 17.00 WIB. Air tergenang akibat tingginya intensitas hujan dan drainase yang buruk.
[Baca juga: Tembok Lapas Jambi Jebol Dihantam Banjir, Napi Kabur ]

Sutopo memaparkan, di Kecamatan Samarinda Ulu dan Kecamatan Samarinda Utara. Di Samarinda Ulu air menggenangi Jalan Antasari, Simpang empat flyover, Jalan Wahab Syahrani, dan Jalan Bundaran Lembuswana. Sedangkan di Samarinda Utara, banjir terpantau di Perempatan Sempaja.
[Baca juga: AP II: Banjir di Area Parkir Pesawat Terminal 3 karena Hujan Besar ]
"Saat ini air sudah surut di beberapa titik, genangan saat ini hanya terdapat di Simpang empat flyover sekitar 20 sentimeter dan cenderung semakin surut dan diperkirakan akan surut total dalam beberapa jam ke depan," ujar Sutopo.

