Konten dari Pengguna

Cara Efektif Memfasilitasi Siswa dengan Gaya Belajar Beragam di Kelas

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiara Fitriyanti Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gaya Belajar Siswa. (Sumber: https://www.pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gaya Belajar Siswa. (Sumber: https://www.pexels.com)

Perbedaan gaya belajar siswa adalah hal yang umum di kelas. Setiap siswa memiliki kecepatan dan pemrosesan informasi yang berbeda. Ada siswa yang lebih suka belajar melalui pendengaran dan siswa yang lebih suka melalui visual atau pengalaman langsung. Guru harus tahu cara terbaik untuk membantu setiap siswa belajar sebaik mungkin.

Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, tiga gaya belajar utama seperti visual, auditori, dan kinestetik berpengaruh pada bagaimana siswa memahami dan mengolah informasi. Dengan memahami ketiga gaya ini, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan membantu siswa mencapai tujuan akademik mereka. Bagaimana caranya?

Memahami Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik

Memahami gaya belajar utama ini dapat membantu menciptakan pendidikan yang lebih baik, seperti:

  • Siswa dengan gaya belajar visual: DePorter menyatakan bahwa siswa dengan gaya belajar visual cenderung lebih mudah menggunakan indra penglihatan untuk mendapatkan informasi. Mereka sangat menyukai visualisasi seperti diagram, peta konsep, grafik, dan gambar yang dapat membantu menjelaskan konsep abstrak. Cara guru dapat meningkatkan pemahaman visual siswa adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan penggunaan diagram dan media visual lainnya untuk membantu siswa memahami informasi dengan lebih mudah.

  2. Menyediakan tempat duduk di bagian depan agar siswa dapat melihat penjelasan di papan tulis dengan jelas.

  • Siswa dengan gaya belajar auditori: Abdurrahman (2009) mengatakan bahwa pendekatan langsung dan berbasis verbal sangat efektif untuk siswa dengan tipe auditori, terutama untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar.

  1. Menggunakan media suara, seperti musik, rekaman penjelasan, atau diskusi yang berfokus pada pendengaran.

  2. Biarkan siswa membaca dengan suara keras untuk membantu mereka memahami lebih baik.

  3. Ajukan pertanyaan sederhana yang mendorong siswa untuk berbicara dan menjelaskan materi dengan kata-kata mereka sendiri.

  • Siswa dengan gaya belajar kinestetik: Cenderung aktif secara fisik dan menyukai kegiatan yang memerlukan gerakan. Saat mereka "melakukan" atau "mengalami" informasi secara langsung, mereka cenderung lebih memahaminya. Abdurrahman menekankan bahwa pendekatan praktis memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman siswa, terutama jika dikombinasikan dengan fase pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mereka.

  1. Memberikan kegiatan praktik langsung, seperti eksperimen atau role playing yang relevan.

  2. Mendorong siswa untuk membuat model atau melakukan simulasi gerakan.

Menciptakan Pembelajaran yang Bervariatif

Pembelajaran variatif menghindari rasa bosan dan meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi.

Misalnya, dalam satu sesi pelajaran, guru dapat memulai dengan penjelasan visual di papan, diikuti dengan diskusi kelompok untuk mendukung siswa yang mendengarkan, dan diakhiri dengan permainan peran atau simulasi untuk mendukung kinestetik. Ini memastikan bahwa setiap gaya belajar menerima porsi yang seimbang. Selain itu, guru dapat membiarkan siswa menggunakan metode pembelajaran yang paling mereka sukai. Misalnya, mereka dapat menggunakan headset untuk mendengarkan rekaman materi, atau siswa kinestetik dapat berdiri atau bergerak di sekitar meja selama belajar, dengan aturan yang tetap mendukung suasana belajar.

Evaluasi dan Penyesuaian Terus-menerus

Hal ini tidak berarti selesai setelah satu atau dua pertemuan. Sangat penting untuk melakukan evaluasi terus-menerus untuk memastikan bahwa strategi yang digunakan benar-benar efektif. Guru dapat melihat bagaimana siswa menanggapi instruksi dan berbicara tentang metode belajar yang paling mereka sukai.

Seperti yang dinyatakan oleh Abdurrahman, evaluasi rutin memungkinkan guru untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang gaya belajar yang sedang berkembang dan memungkinkan mereka untuk menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan siswa mereka.

Penutup

Guru dapat membantu siswa memaksimalkan potensi mereka tanpa merasa terkekang oleh gaya belajar tertentu; namun, dengan pemahaman dan kreativitas, hal ini justru dapat menjadi kesempatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mendukung setiap individu. Dengan menggunakan pendekatan yang variatif dan inklusif, guru dapat membantu siswa memaksimalkan potensi mereka.

Ketika siswa memiliki kesempatan untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mereka, belajar akan menjadi proses yang menyenangkan dan bermakna baik bagi guru maupun siswa, seperti yang dijelaskan dalam prinsip-prinsip teori belajar

.

.

.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Psikologi Pendidikan:

- Maolidah, M.Psi. -