Konten dari Pengguna

Guru Honorer sebagai Sisyphus dari Perspektif Albert Camus

Muhammad Thaufan Arifuddin
Pengamat Media dan Politik. Penggiat Kajian Filsafat, Mistisisme Timur dan Cultural Studies. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas
19 September 2023 9:47 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Muhammad Thaufan Arifuddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sisyphus ditugaskan untuk mendorong batu besar ke atas bukit: Foto:https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Sisyphus ditugaskan untuk mendorong batu besar ke atas bukit: Foto:https://www.pexels.com/
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Guru honorer yang mengajar di SDN 1 Cibeureum, M. Reza Ernanda, kembali mengajar. Dia dipecat karena membongkar pungli di sekolah. Memang kisah guru honorer tak jauh berbeda dengan kisah-kisah tragis dan kesetiaan dalam sinetron-sinetron Indonesia dan drama-drama Korea.
ADVERTISEMENT
Guru honorer adalah wajah filosofis dari kesetiaan dan tragedi dalam mitos Sisyphus. Albert Camus menggambarkan sosok ini sebagai absurd (Wicks, 2009). Tugasnya menjalani hukuman para dewa untuk mengangkat dan menggelindingkan batu dari puncak gunung secara berulang-ulang.
Sisyphus adalah pahlawan absurd di mana seluruh keberadaannya tanpa tujuan dan ketiadaan. Ia berusaha mengangkat batu raksasa, lalu menggulingkannya ke bawah, dan kembali mendorongnya naik ke atas bukit.
Wajah Sisyphus berkerut, pipinya menempel pada batu, bahunya yang menahan berat dipenuhi lumpur, kakinya menjepit batu, kedua tangan terentang. Semuanya menggunakan kekuatan manusiawi.
Sisyphus kembali menyaksikan batu itu bergerak turun ke bawah. Ia pun segera membawanya ke puncak. Wajah Sisyphus bekerja begitu dekat dengan batu sehingga wajahnya sudah menjadi batu itu sendiri. Sisyphus kembali turun dengan langkah berat namun pasti dan terukur menuju siksaan yang tidak akan pernah dia ketahui akhir dan ujungnya.
ADVERTISEMENT
Waktu adalah penderitaannya dan itulah kesadarannya. Sisyphus menyimpulkan bahwa semuanya baik-baik saja. Semesta ini tak sia-sia. Setiap atom dari batu yang ia panggul dan gelindingkan membentuk sebuah dunia yang sempurna. Perjuangannya menuju puncak sudah cukup untuk mengisi hatinya sebagai seorang manusia. Seseorang harus membayangkan Sisyphus bahagia.
Seperti yang digambarkan oleh Camus, Sisyphus bereaksi dengan pikiran yang jernih terhadap absurditas kehidupan. Sisyphus mewakili seseorang yang seolah-olah dia terkurung di sekolah, lalu bekerja sebagai guru honorer tanpa ada harapan, tetapi masih menemukan kedamaian dalam pikirannya.
Seluruh keberadaannya ditekankan untuk mencapai tidak ada dan ketidakpastian, dan namun dia tetap bahagia dalam frustrasinya. Guru honorer ketika mengajar seolah mendorong batu ke puncak gunung, dan ketika ia menyaksikan batu itu kembali berguling turun dalam kekalahan, ia menyadari bahwa usahanya harus kembali diulangi lebih semangat lagi.
Guru adalah pekerjaan mulia dan dedikatif: Foto: https://www.pexels.com/
Bagi Sisyphus yang abadi, tidak ada kemungkinan kematian sebagai keselamatan akhir dan pembebasan dari siksaannya sehingga ia mewakili kondisi berdiri dunia di mana tidak ada yang benar-benar abadi dan bermakna yang bisa dicapai.
ADVERTISEMENT
Selama seseorang hidup, itulah kondisi yang absurd. Camus mengingatkan tidak hanya dunia orang Yunani kuno, yang karakterisasi pengalaman manusia mereka mencakup berbagai gambaran tentang ketidakpuasan abadi misalnya Tantalus, Danaids, Ixion, tetapi juga Buddhisme klasik, Schopenhauer, dan Sartre.
Sisyphus berbeda dari karakter absurd Camus yang lain karena aktor dan penakluk tampaknya menikmati lebih banyak kesenangan dan kebebasan dalam kehidupan mereka yang beragam. Siyphus tidak.
Alhasil, guru honorer adalah Sisyphus dan Sisyphus adalah guru honorer. Ia memiliki dedikasi dalam perjuangan untuk mengajar siapa pun dan sampai kapan pun. Guru honorer adalah karakter yang paling filosofis dan eksistensial ibarat Sisyphus. Guru honorer adalah simbol perjuangan revolusioner di Indonesia hari ini.