Kesederhanaan Lirik Lagu "Ya Mustafa" Mampu Menaklukkan Dunia

Pengamat Media dan Politik. Penggiat Kajian Filsafat, Mistisisme Timur dan Cultural Studies. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas
Tulisan dari Muhammad Thaufan Arifuddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kemarin setelah terbangun, saya ingin mendengarkan musik yang bisa membantu membuat suasana pagi hari lebih ceria dan bersemangat. Saya pun berselancar di Youtube dan akhirnya menemukan satu lagu lawas legendaris, Ya Mustafa versi bahasa Prancis. Silakan nonton lagu ini di sini (https://www.youtube.com/watch?v=ksFrPNt4Cmc)
Lagu versi Arab ini diciptakan oleh seniman Mesir, Mohamed Fawzi, dan dipopulerkan oleh Bob Azzam di Prancis di sekitar tahun 1960-an. Lagu ini juga ada dalam film Mesir That's What Love Is yang rilis tahun 1961.

Lagu Ya Mustafa kemudian menyebar ke beberapa negara dalam beberapa bahasa, baik dalam bentuk terjemahan langsung dari lagu ini, maupun dalam bentuk irama lagu ini. Di antaranya lagu Ya Mustafa versi Yunani, Jepang, Turki, Serbia, Slovenia, Indonesia, India, Spanyol, Prancis dst.
Irama lagu ini bahkan pernah dinyanyikan dalam film Warkop DKI dengan lirik berbeda. Silakan nonton di sini (https://www.youtube.com/watch?v=dzd9uDFZ1rk)
Mengapa lagu ini bisa menjadi karya yang dapat diterima oleh seniman dan khalayak di seluruh dunia? Resep lagu ini adalah simpel dan enak didengarkan. Tetapi, ada satu hal lagi yang membuat lagu ini mampu menyihir pendengarnya yaitu nuansa kisah cinta sufistik ala Timur Tengah antara Lailah Majnun yang membungkus lagu ini.
Jika mendengarkan lagu ini dalam berbagai bahasa, iramanya akan selalu terasa nyaman. Tak terasa berat di telinga apalagi di otak. Juga kesan lucu dan naif pelan-pelan tergambar dalam irama lagu ini.
Kesan naif dan lucu ala cinta Majnun terhadap Lailah ini benar-benar terasa saat melihat makna-makna liriknya yang jika diterjemahkan intisarinya dari lagu Ya Mustafa versi bahasa Prancisnya.
"Sayang, aku mencintaimu. Sayang, aku menyayangimu, seperti saus tomat. Sayang, aku mencintaimu. Sayang, aku menyayangimu, seperti saus tomat. Ya Mustapha, Mustapha, kita pergi ke Mustapha yang indah.
Apa kabar, sayang? Kau memikatku, kau adalah permainan yang cocok untukku. Tapi di mana hidupku, ya cintaku.
Ketika aku melihatmu di balkon, kukatakan naiklah dan jangan sungkan. Sayang, aku mencintaimu. Sayang, aku menyayangimu, seperti saus tomat.
Ya Mustapha, Mustapha. Kau menyalakan diriku dengan korek api. Dan kau membuatku kehilangan akal. Kau menyalakan diriku dengan korek api. Dan kau membuatku kehilangan akal.
Alhasil, lirik yang sederhana, nyaman mendengarnya dan makna liriknya yang dalam ala cinta Majnun kepada Lailah membuat lagu ini menjadi salah satu karya hebat yang mampu menaklukkan dunia.
