Pengalaman Spiritual Menurut Jalaluddin Rumi

Muhammad Thaufan Arifuddin
Pengamat Media dan Politik. Penggiat Kajian Filsafat, Mistisisme Timur dan Cultural Studies. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas
Konten dari Pengguna
11 September 2023 5:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Muhammad Thaufan Arifuddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Konya, Turki tempat Maulana Jalaluddin Rumi. Foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Konya, Turki tempat Maulana Jalaluddin Rumi. Foto: https://www.pexels.com/
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jalaluddin Rumi adalah seorang sufi besar, pecinta Tuhan dan cenderung bisa diterima oleh semua kalangan di Barat dan di Timur. Kajian spiritual Rumi dapat ditemukan dalam khazanah mistisisme Islam.
ADVERTISEMENT
Menurut Rumi, spiritualitas sebagian besar adalah pengalaman subjektif yang melampaui logika dan panca indra. Spiritualitas adalah cinta bukan nalar. Pada saat akal budi masih berpikir, cinta telah jauh terbang ke surga .
Rumi mengatakan bahwa rasionalitas manusia sangat naif dan tidak permanen. Segala kepuasan yang datang dari rasionalitas manusia tidak akan bertahan lama dan kegembiraannya juga mudah menghilang.
Puncak pengetahuan tentang Tuhan hanya dapat diperoleh melalui pengalaman spiritual langsung. Hal ini telah potensial dalam diri manusia tetapi terhalang oleh tabir-tabir nafsu dan rasionalitas.
Pengalaman spiritual langsung akan menyingkap tabir-tabir ini. Ketika pengetahuan spiritual mampu melewati hijab-hijab spiritual maka semua bentuk pengetahuan lainnya akan hadir dengan mudah dan mengantarkan kepada kebenaran sejati.
ADVERTISEMENT
Salah seorang sufi penyair, Hafez, berkata bahwa kebenaran sejati hanya dapat ditemukan dalam cinta dan dalam perjalanan spiritual yang subjektif.
Salah satu wujud spiritualisme Islam adalah estetika desain Masjid. Foto: https://www.pexels.com/
Kebenaran sejati tidak didapatkan dalam buku-buku melainkan dalam pengalaman spiritual langsung. Tetapi, ilmu pengetahuan dan buku-buku dapat membantu untuk mengarahkan kepada perjalanan spiritual dan pencarian kebenaran sejati.
Tentu, perjalanan spiritual perlu diarahkan oleh guru spiritual yang sering disebut sebagai mursyid. Seorang guru spiritual akan membantu muridnya dalam melakukan perjalanan spiritual dan pencarian kebenaran sejati.
Pengalaman spiritual lebih sering berada dalam kekuatan intuisi. Tuhan sebagai kebenaran sejati akan hadir dengan rahmatNya. Ada pemahaman spiritual yang tiba-tiba datang, ada pemahaman yang dalam, dan ada kekuatan spiritual yang terkadang datang bersamaan di hadapan pejalan spiritual dan pencari kebenaran sejati.
ADVERTISEMENT
Dalam proses pejalan spiritual, seseorang sebaiknya makan sedikit, tidur sedikit, berbicara sedikit, dan lidah hanya mengucapkan kebenaran.
Pejalan spiritual belajar banyak dalam keheningan dan menghindari godaan ego untuk mencari dunia termasuk pujian manusia.
Tentu, seseorang yang baru memulai perjalanan spiritualnya perlu berbicara dengan seseorang untuk mengatasi ketakutannya dan mendiskusikan pengalaman spiritualnya.
Namun, upaya memahami perjalanan spiritual dalam bahasa rasionalitas bisa berakhir dalam perdebatan intelektual atau bahkan dengan kesimpulan interpretasi yang salah.
Oleh karena itu, pilihlah guru spiritual yang tepat untuk menjadi teman diskusi. Perjalanan spiritual sangat sulit dan pengalaman spiritualnya terkadang berbagai rasa dan situasi yang seolah aneh.
Seorang guru spiritual akan menemani muridnya menemukan kebenaran sejati. Tetapi, tujuan perjalanan spiritual ini telah jelas yaitu untuk mengikis ego dan menciptakan rasa ketulusan, iman, dan kesabaran baik dalam waktu lapang maupun waktu yang sulit.
Gerbang perjalanan spiritual di dunia dapat ditemukan oleh muslim di dalam masjid. Foto: https://www.pexels.com/
Tentu, Tuhan telah memilihmu karena kamu pantas, berani, kuat, beriman, menginginkan cinta dan anugrah-Nya.
ADVERTISEMENT
Tuhan telah membuka pintu bagi pencari kebenaran yang serius dan bersungguh-sungguh. Tuhan telah menganugerahkan guru spiritual yang telah mengantarkan untuk meniti jalan spiritual mencari kebenaran dan kebahagiaan sejati.
Setelah melakukan perjalanan spiritual dan mencapai puncak hakikat kebenaran sejati, maka seorang pejalan spiritual harus kembali ke dunia bersama manusia meniti jalan menuju Tuhan.