Konten dari Pengguna

Komitmen Prof Andalan Menghadirkan Pendidikan Berkualitas di Sulsel

the professor

the professor

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari the professor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di antara pasangan calon gubernur dan calon gubernur lainnya, pasangan Prof Andalan yang mencurahkan begitu besar dalam pendidikan. Dan ketimbang beberapa pasangan lainnya, Nurdin Abdullah melangkah lebih jauh dalam mempertimbangkan pendidikan untuk warga Sulawesi Selatan.

Komitmen Prof Andalan Menghadirkan Pendidikan Berkualitas di Sulsel
zoom-in-whitePerbesar

Ketika pasangan cagub-cawagub lainnya berbicara tentang pendidikan ‘gratis’ sebagai bahan kampanyenya, Prof Andalan justru melangkah lebih jauh dengan membicarakan pendidikan yang tidak sekedar ‘gratis’ melainkan pendidikan yang benar-benar berkualitas.

Bukan tidak penting membicarakan penyediaan pendidikan gratis. Di Bantaeng, apa yang hari ini banyak diwacanakan oleh pasangan-pasangan lainnya tentang pendidikan gratis telah dilakukan dengan baik oleh Prof Nurdin Abdullah saat dia menjabat Bupati Bantaeng. Pendidikan gratis adalah sebuah kemestian yang diperlukan demi pemerataan pendidikan.

Sulsel dipandang sebagai daerah yang memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang baik asal saja sebagai prasyarat infrastruktur jalan diperbaiki oleh pemerintah. Inilah yang menjadi pemikiran utama Nurdin Abdullah. Pendidikan gratis bisa diperoleh dari sumber-sumber kekayaan daerah. Barangkali di sana kita dapat baca suatu pemikiran Nurdin Abdullah tentang pendidikan gratis dan berkualitas.

Pendidikan berkualitas menjadi demikian penting dalam pemikiran Prof Nurdin Abdullah. Ada keyakinan yang kuat perihal korelasi pendidikan berkualitas dengan output SDM yang berkualitas. Dengan memacu input pendidikan yang berkualitas, maka hasilnya atau outputnya (lebih) dimungkinkan berkualitas.

Pendidikan berkualitas yang dicanangkan oleh pasangan Prof Andalan di Sulsel adalah sejak pendidikan usia dini. Memilih usia ini tentu sangat disadari oleh sang pengubah Bantaeng ini dan pasangan Andi Sudirman Sulaiman. Bahwa masa ini adalah masa yang sangat penting untuk menanamkan karakter, moral dan etika. Dalam tinjauan ilmiah, masa-masa pendidikan usia dini memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pembentukan kepribadian seorang anak.

Terutama yang menjadi pertimbangan pasangan Prof Andalan adalah pendidikan yang menyentuh pendidikan karakter, moral dan etika. Kepekaan seorang profesor sangat kuat dalam membaca kebutuhan pendidikan anak. Bahwa mereka (anak-anak Sulsel) tidak sekedar membutuhkan pendidikan yang berorientasi pemberdayaan pengetahuan kognitif melainkan juga penggemblengan mental. Suatu pertimbangan yang elegan.

*

Langkah pasangan Prof Nurdin Abdullah untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas tidak dilakukan secara serampangan dan parsial. Semisal, hanya memfokuskan pada jenjang pendidikan di level Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas dan kejuruan (SMA/SMK).

Sebagaimana di Bantaeng, Prof Nurdin Abdullah melihat pendidikan harus dimulai sejak usia dini. Di Bantaeng, Prof Nurdin Abdullah telah mempraktikkan pendidikan modelnya bahwa anak-anak mulai satu tahun sudah dititip di tempat penitipan. Di sana, mereka memperoleh asupan gizi bagus. Pemerintah mengambil peran penting demi menyiapkan gizi yang baik bagi anak-anak. Profesor meyakini – secara keyakinan ilmiah – bahwa apabila anak-anak sehat, hal itu akan dapat memotong mata rantai kemiskinan.