Konten dari Pengguna

Melawan Prof Nurdin Abdullah dengan Hoaks

the professor

the professor

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari the professor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melawan Prof Nurdin Abdullah dengan Hoaks
zoom-in-whitePerbesar

Tak ada cara lain untuk melawan Prof Andalan. Seperti segala jalan untuk mengalahkannya menjadi buntu. Maka mereka memilih jalan membabi buta. Apa yang dilakukannya adalah melakukan tindakan politik yang tidak beretika? Mereka melemparkan berbagai macam berita hoaks untuk menggerus elektabilitas Prof Andalan.

Ada berbagai hoaks yang bisa disebutkan di sini yang telah dilemparkan oleh orang-orang tak berwajah (saya sebut tak berwajah, sebab banyak di antara mereka yang tak berani terang-terangan). Misalnya, brosur berhamburan dan hal itu sengaja agar dibaca banyak orang, dibaca publik. Mereka berpikir pembaca akan percaya begitu saja. Tapi tidak apa-apa, biarkan mereka mengkhayal bahwa tulisan hoaksnya menarik dan dia dapat memenangkan pemilu dengan cara bermain hoaks.

Brosur itu menyebutkan bahwa Prof Nurdin Abdullah itu pembohong. Di dalamnya bergambar jalan rusak dan disebutkan sebagai jalan di Bantaeng. Tapi publik mengetahui bahwa jalan jalan yang ditampilkan di brosur tersebut bukan di Bantaeng.

Satu hoaks yang mereka buat, mari kita tertawakan atau sebaiknya diamkan. Yang penting kesadaran untuk tetap melihat jejak rekam pemimpin dengan cara yang benar, tetap kita kedepankan. Prof Nurdin Abdullah adalah figur yang tepat.

Hoaks yang lain menyebut industry smelter adalah kebohongan belaka. Maka sekali mereka mengunjungi Bantaeng, mata mereka tak dapat mengelak dari kenyataan bahwa kenyataannya smelter itu ada. Mata mereka dapat menyaksikan.

Ada lagi isu murahan yang berkembang dan viral di media sosial: sebuah kalimat yang seakan itu diucapkan oleh Prof Nurdin Abdullah. Dia (seakan) berkata: tunjangan Pakasi bagi PNS membebani APBD dan akan dihapus.

Pernyataan itu dibuat oleh orang yang bodoh, tidak mengerti soal ini. Padahal tunjangan pakasi memang sudah dihapus oleh Gubernur Pak Syahrul Yasin Limpo tahun lalu karena bertentangan dengan undang-undang.

Apakah Prof Andalan dan timnya mau balik menggunakan isu negatif? Jika tim Prof Andalan memiliki energi berlebih, maka energi itu tidak mungkin dipergunakan untuk memainkan isu negatif. Prof Nurdin Abdullah adalah sosok yang dikenal memiliki prestasi, kerjanya jelas dan terbukti. Publik sudah mengenal sosoknya.

Ketimbang memainkan isu negatif apalagi ‘black campaign’, pihak Nurdin Abdullah dan tim lebih baik menggencarkan hal-hal yang bersifat positif, program-program yang sudah dirumuskan sebaik mungkin untuk dilaksanakan di Sulawesi Selatan.

Isu negatif atau black campaign atas calon lain hanya dimungkin dengan alasan bahwa pihak tersebut tidak lagi mampu meyakinkan rakyat dengan program-program yang meyakinkan. Sementara Prof Nurdin Abdullah bersama wakilnya diyakini dan dipercayai mampu melahirkan terobosan-terobosan besar di Sulsel, lalu untuk apa menyerang balik mereka dengan hoaks.