Mendukung Nurdin Abdullah (yang) Terbukti Kinerjanya

Tulisan dari the professor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dukungan dari rakyat kepada calon pemimpinnya menjelang pilkada memang merupakan sesuatu yang dinamis. Bergantung pada salah satunya manuver dan kontestasi politik dari para kandidat dan timnya.
Tapi alihnya dukungan dari beberapa paslon lain kepada Nurdin Abdulla rupanya terkuak tidak saja disebabkan oleh soal-soal strategis manuver politik atau kreasi politik cerdik dari timnya belaka melainkan juga ada peran ketokohan dari sang kandidat. Sosok kandidat memiliki ‘daya tarik’ kepada publik untuk menentukan keputusan politik mereka melalui berbagai kalkulasi rasional.
Baru-baru ini terkuak teralihnya dukungan dari TIM NH-Azis kepada Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman. Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh Ketua TIM Solata Luwu Raya, Irsan Yasin, mengapa pihaknya mengalihkan dukungan kepada Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.
Pertama, pihaknya menghendaki agar Prof Andalan memenangi secara telak pilkada Sulawesi Selatan. Pihaknya menginginkan agar kemenangan Prof Andalan benar-benar telak atas paslon yang menginginkan atau berniat ‘jekkong’ (curang) di pilkada. Ini disampaikan olehnya pada Senin (4/6/2018) melalui rilis ke tribun-timur.com.
Kedua, selain persoalan ‘jekkong’ itu, ada hal lain mengapa mengalihkan kepada Prof Andalan. Ini tentu saja ‘daya tarik’ Nurdin Abdullah. Daya tarik yang lahir dari keberhasilannya mewujudkan keadilan sosial di Bantaeng melalui kepemimpinannya yang benar-benar berpihak pada kepentingan politik rakyat. Daya tarik tersebut lahir dari kesungguhan Nurdin Abdullah yang dengan cinta dan kepeduliannya kepada rakyat, maka ia membangun Bantaeng menjadi daerah maju dan rakyatnya sejahtera.
Hal ini bukan lagi sekedar klaim-klaim sosok Nurdin Abdullah dan pendukungnya. Ini merupakan suara pengakuan dari rakyat atau masyarakat Bantaeng. Pernyataan ini bukan hoaks. Media-media nasional mengakui gerak kemajuan dari Bantaeng, suatu daerah yang semula tinggal sekedar sebagai daerah tertinggal. Kini telah menjadi daerah yang maju dan menjadi destinasi wisata.
Maka alihan dukungan kepada Nurdin Abdullah adalah langkah atau kalkulasi rasional dari TIM Solata NH-Azis untuk benar-benar menempatkan pemimpin yang memiliki kapasitas, kapabilitas, kinerja nyata dan kepedulian bagi warga masyarakat Sulsel. Nurdin Abdullah adalah sebuah nama yang tidak diragukan lagi.
Dalam penilaiannya, program Prof Andalan benar-benar realistis khususnya di daratan Luwu Raya. Program Prof Andalan dapat dicerna oleh akal pikiran masyarakat: tidak ribet dan merakyat.
Mendukung Prof Andalan adalah mendukung sosok yang membuktikan kinerjanya senyata-nyatanya. Bukti itu adalah buah nyata dari hasil kerja bukan sekedar tutur kata. Bukti itu terlihat oleh mata publik, dirasakan kegunaannya oleh publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakatnnya dan daerahnya mengalami gerak kemajuan. Seluruh idealisasi itu menemukan wujudnya dalam sebuah daerah yang dulu tertinggal kini maju terdepan: Bantaeng.
