Konten dari Pengguna

Prof Andalan dan Tiga Rencana Strategis Memajukan Sulsel

the professor

the professor

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari the professor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prof Andalan dan Tiga Rencana Strategis Memajukan Sulsel
zoom-in-whitePerbesar

Pasangan Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) menyiapkan tiga ‘rencana strategis’ (disingkat renstra) sebagai bagian dari ikhtiar politiknya demi mewujudkan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang lebih baik. Pasangan yang mengedepankan ‘Kerja Nyata’ ini mengenalkan tiga strategi penting itu kepada masyarakat di Desa Bottoe, Kecamatan Cendrana, Kabupaten Bone (gesuri.id, 14 April 2018).

Tiga renstra ini disiapkan sebaik mungkin oleh pasangan Prof Andalan dan berisi program-program andalan dalam jangka pendek. Disebut sebagai jangka pendek, sebab program-program ini dikehendaki agar tercapai paling lambat dalam rentang waktu yang cepat. Mengapa dibutuhkan dalam rentang waktu yang cepat? Sebab program-program ini dipilih sebagai pertimbangan untuk menunjang keberhasilan program-program yang lain. Dan yang terutama, program ini hendak segera diimplementasikan dengan harapan segera dapat dirasakan oleh masyarakat Sulsel.

Kiranya apa saja program-program andalan jangka pendek tersebut? Bagaimana membaca program-program jangka pendek Prof Andalan ini?

Pertama, pasangan Prof Andalan berencana mengutamakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan provinsi jikaterpilih sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Percepatan ini memiliki alasan yang bisa dimengerti oleh publik. Pasangan ini meyakini bahwa percepatan pembangunan infrastruktur ‘jalan’ merupakan suatu hal yang penting. Jalan diyakini oleh pasangan ini sebagai sebagai ‘urat nadi’ perekonimian (liputan6.com, 4/4/2018).

Dengan pernyataan ini, alasan perbaikan infrastruktur dapat dengan mudah dipahami agar urat gerak pertumbuhan ekonomi di Sulsel mengalir dengan baik. Infrastruktur jalan yang baik menjadi landasan bagi gerak dinamis perekonomian. Profesor Nurdin Abdullah – setiap kali melakukan kunjungan ke daerah-daerah pedalaman, yang seringkali tertangkap oleh kejelian mata dan pikirannya adalah persoalan problem kemiskinan. Dan segera setelah itu, yang kuat dalam kejelian pikirannya adalah soal minimnya infrastruktur.

Maka dia melihat masyarakat tani yang terutama berada di pelosok-pelosok desa dapat memasarkan hasil panennya ke pasar tanpa kendala hambatan hanya apabila infrastruktur jalan – tempat lalu lintas mereka – mendukung usaha-usaha ekonomi mereka. Itulah yang mendasar dari maksud percepatan dari pembanguan infrastruktur jalan menjadi prioritas Prof Andalan.

Kedua, membangun fasilitas kesehatan yang berkualitas dan dapat diakses oleh semua masyarakat. Jika pada poin pertama, muara dari pembangunan infrastruktur jalan adalah demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya demi terwujudnya kesejahteraan ‘ekonomi’ masyarakat Sulsel, muara dari pertimbangan program kedua ini adalah demi kesejahteraan ‘kesehatan’ masyarakat Sulsel. Kesejahteraan ‘kesehatan’ masyarakat memperoleh perhatian penting dari Prof Andalan.

Langkah penyediaan fasilitas kesehatan sebenarnya bukan hal yang baru. Selain mencermati persoalan ekonomi warga, Prof Nurdin Abdullah juga cukup cermat melihat persoalan kesehatan. Hal ini juga menjadi prioritas di Bantaeng. Saat sang profesor baru menjabat sebagai Bupati Bantaeng, langkah awal adalah memperhatikan warga dari persoalan ekonomi dan kesehatan. Dalam hal kesehatan, Prof Nurdin Abdullah segera mengambil keputusan untuk menggunakan relasi-relasinya di Jepang. Lalu datanglah bantuan beberapa ambulan yang dapat melayani masyarakat Bantaeng dengan cepat dan dalam waktu sepanjang 24 jam (non-stop).

Rumah sakit yang berkualitas dan dapat diakses oleh semua warga masyarakat adalah keharusan. Tidak boleh ada warga yang sakit lalu tidak mendapatkan perawatan yang layak hanya karena terkendala finansial atau lainnya. Pemenuhan hidup yang layak dan sehat adalah suatu hal penting dalam rencana strategis Prof Andalan ini.

Terakhir adalah pengembangan pusat industri. Program ini bertujuan untuk menunjang perekonomian daerah. Prof Andalan menyadari bahwa Sulsel merupakan daerah yang kaya secara sumber daya alam. Terutama aspek pertanian diyakini dapat menjadi penyumbang pangan nasional. Dengan komitmen politik dan langkah-langkah inovatif Prof Andalan, maka skala menyumbang pangan bisa jauh lebih besar daripada yang bisa diproduksi hari ini.

Tetapi selain bergantung pada aspek itu, pengembangan industri juga hal yang mesti dilakukan. Pertumbuhan industri dapat menjadi penunjang perekonomian daerah ini. Maka langkah Prof Andalan untuk mempersiapkan program pengembangan ‘skill’ bagi masyarakat terkhusus generasi muda juga merupakan rencana strategis yang cerdas. Dengan menyediakan pelatihan keterampilan, generasi muda Sulsel dapat lebih kompetetif dan tentu saja tidak ‘kaget’ menghadapi persaingan global nantinya.