Konten dari Pengguna

Profesor Nurdin Abdullah Pemimpin Bersih dan Anti Korupsi

the professor

the professor

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari the professor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profesor Nurdin Abdullah Pemimpin Bersih dan Anti Korupsi
zoom-in-whitePerbesar

Prof Nurdin Abdullah tidak memiliki ambisi pribadi atas kekuasaan. Soal dia bersedia menjadi pemimpin di Bantaeng, hal itu adalah dorongan dari rakyat.

Baginya, politik adalah panggilan jiwa. Saat itu, warga Bantaeng lah yang menginginkan sekali dipimpin oleh Profesor Nurdin Abdullah. Berbekal kehendak mengabdikan diri dalam mengubah Bantaeng, maka ia terjun ke politik. Tentu selalu ada suara-suara nyinyir saat itu. Prof Nurdin Abdullah tak mempedulikan itu .

Satu catatan, yang juga menjadi tema dalam debat terakhir malam ini, Prof Nurdin Abdullah adalah seorang pemimpin yang memberikan keteladanan yang penting. Dia sangat berusaha untuk menghindari dari penyalahgunaan kekuasaan.

Ada ungkapan, kekuasaan cenderung korup. Sementara kekuasaan yang mutlak sudah pasti korup. (Power tends to corrupt. Absolute power corrupted absolutely). Nurdin Abdullah selamat dari permainan kalimat itu. Dengan kata lain, Nurdin Abdullah adalah pemimpin yang tidak sama sekali menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan yang lain.

Nurdin Abdullah, pada tahun 2017, mendapatkan penghargaan sebagai pemimpin yang ‘anti korupsi’ dari Bung Hatta Anti Corruption Award (Bhaca). Ia adalah pemimpin yang transparan, bersih, dan kooperatif selama memimpin Bantaeng.

Oleh BHACA, Nurdin Abdullah dinilai sebagai pemimpin inspiratif: ia pribadi yang berusaha terus-menerus menumbuhkembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab. Ia menjadi inspirator bagi terbangunnya upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya.

Kepemimpinan Nurdin Abdullah di Bantaeng dinilai sebagai ‘role model’ kepemimpinan nasional. Keberhasilannya untuk menciptakan sistem dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good governance) menarik para peneliti, misalnya dari Universitas Indonesia yang bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Mereka menilai bahwa Bantaeng di bawah Prof Nurdin Abdullah bisa menjadi role model sistem birokrasi di seluruh daerah di Indonesia.

Sebagai konsekuensi positif dari sikap dan tindakannya yang jauh dari korupsi, Prof Nurdin Abdullah kian mendapat banyak dukungan dari warga Sulsel. Mereka menginginkan pemimpin yang bersih dan benar-benar berpihak kepada rakyatnya. Tokoh agama dari Pangkep bahkan bersatu untuk memberi dukungan kepada Nurdin Abdullah karena ia dinilai memiliki jejak rekam yang bersih dari korupsi

Modal anti korupsi yang dimiliki oleh Nurdin Abdullah menjadi pendorong bagi warga Sulsel untuk semakin menilai tinggi sosok Nurdin Abdullah dan membuat mereka memilihnya. Warga Sulsel yang cerdas tentu menginginkan pemimpin yang cerdas dan anti korupsi

Prof Nurdin Abdullah Menekankan Pentingnya Kearifan Lokal

Selain dikenal sebagai cagub ‘anti korupsi’, Prof Nurdin Abdullah juga memberi perhatian pada kearifan lokal. Dalam pandangannya, setiap pemimpin harus menunjukkan kedalaman pemahamannya pada kearifan lokal. Pemahaman itu tidak cukup ditunjukkan dengan perkataan melainkan tindakan.

Salah satu kearifan lokal Sulsel adalah prinsip “Siri na Pacce”. Kita harus punya rasa malu, kita harus punya harga diri. Dalam pandangannya, Sirina pacce adalah falsafah budaya masyarakat Bugis. Semangat yang menggema dari falsafah ini adalah setiap orang bahkan terutama pemimpin harus menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat merendahkan harga diri kita.

Prof Nurdin Abdullah menyayangkan lalu lintas kampanye hitam di sepanjang rentang waktu Pilgub Sulsel ini. Terasa sekali adanya oknum-oknum yang mempergunakan berbagai cara untuk mencela, menyerang dan melakukan fitnah atas orang lain. Hal itu sesuatu yang merugikan. Kondisi ini menunjukkan rendahnya kesadaran dari semangat falsafah itu.

Oleh sebab itu, pada hardiknas kemaren, Prof Nurdin Abdullah mengingatkan para pemuda untuk menanamkan nilai-nilai atau kearifan lokal itu. Kearifan lokal dapat memperkokoh diri dan menegaskan kepercayaan diri atas nilai-nilai warisan leluhur, warisan yang baik.