kumparan
1 Mei 2019 21:16

Kekuatan Kartini dalam Sosok Perempuan Indonesia Saat ini

Wanita dan kekuatan yang dimiliki merupakan salah satu paket yang dianugerahkan Tuhan kepada kaumnya. Kekuatan yang diberikan untuk mempersiapkan seorang penerus bangsa didalam 9 bulan kandungannya, kekuatan untuk melawan sakit saat harus melahirkan dan nyawa adalah taruhannya, kekuatan untuk mengajarkan nilai hidup kepada anak-anaknya, kekuatan untuk tetap berdiri tegak dan bekerja keras demi mencapai segala impian serta berbagai kekuatan lain yang dia miliki, baik yang disadari maupun tidak.
ADVERTISEMENT

"Ibu Kita Kartini, Putri Sejati

Putri Indonesia, Harum Namanya."

Ya, siapa yang tidak kenal RA Kartini? Seorang wanita yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh bangsa Indonesia ini, memiliki peranan penting dalam kemajuan pendidikan wanita Indonesia. Dalam surat-suratnya yang ditujukan kepada Pemerintah Belanda, bagaimana ia pada masanya sebagai anak seorang Patih dan kemudian menjadi Bupati, lalu menjadi istri dari seorang Bupati Rembang menginginkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dari wanita pada umumnya. Akhirnya, karena keteguhan dirinya dalam melakukan perjuangan dan dalam surat-suratnya ia berhasil mendirikan sebuah sekolah bagi kaum wanita, yang nampaknya pada masa tersebut akses pendidikan terhadap wanita sangat jarang terjadi.
Sekian puluh tahun telah berlalu, semenjak masa perjuangan RA Kartini. Selain tanggal kelahirannya yang kini diperingati sebagai Hari Kartini, yakni tanggal 21 April. Hari Kartini saat ini identik dengan selebrasi pawai menggunakan baju adat, kontes pemakaian baju tradisional dan beragam perayaan lain. Hal ini memang sangat baik dalam rangka mengingat akan segala bentuk perjuangan yang telah beliau lakukan, namun tidak menutup mata kita apakah saat ini pendidikan telah cukup mudah didapat bagi setiap wanita di Indonesia? serta bagaimana efek dari pendidikan tersebut bagi wanita itu sendiri
ADVERTISEMENT
Saat ini, banyak dari wanita di Indonesia terutama di kota-kota besar yang telah mengenyam pendidikan dengan cukup baik. Namun sayang, masih juga terdapat banyak wanita di Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan secara tepat terutama mereka yang berada di lingkungan terpencil. Kekurangan akses pendidikan ini, biasanya terjadi karena desakan faktor ekonomi. Meskipun dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan pendidikan, saat ini masih banyak kesempatan untuk bisa mendapatkan pelatihan dari bidang apapun.
Kembali kepada kekuatan seorang wanita Indonesia dalam mengisi peranan di setiap titik kemerdekaan bangsa saat ini. Rasanya tidak perlu diragukan lagi, ada beragam profesi dari berbagai bidang yang telah dapat diisi oleh para perempuan, baik dengan latar belakang pendidikan maupun non pendidikan. Kita melihat beberapa tahun lalu lahirnya generasi yang lebih memilih pekerjaan seperti dokter, guru, insinyur, jaksa, hakim, namun kini hadirnya profesi seperti perancang busana, fotografer, pilot, blogger, peneliti dan berbagai bidang lainnya menunjukkan masyarakat telah semakin terbuka terhadap kekuatan seorang wanita Indonesia
ADVERTISEMENT
Profesi wanita
Meskipun tidak menutup mata kita, masih banyak sekali wanita Indonesia yang bekerja dalam sektor-sektor lain, seperti pengemudi ojek daring, pekerja rumah tangga, pengasuh anak dan masih banyak lainnya. Namun, mereka juga memiliki keinginan yang kuat untuk lebih bisa mandiri secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu juga kini banyak ditemukan para wanita yang memilih untuk tidak bekerja meskipun telah mendapatkan pendidikan yang tinggi. Meskipun karena berbagai alasan, salah satu alasan terbesar yang sering hadir adalah karena ingin mempunyai waktu lebih dekat bersama anak
Sesungguhnya, peranan pendidikan wanita yang telah lama diperjuangkan RA Kartini akan hadir dalam bentuk terkecil yakni pendidikan keluarga. Seorang wanita yang telah menjadi ibu harus memiliki pendidikan yang baik karena selain sebagai bekal pekerjaan yang dilakoni, para wanita ini hadir untuk bisa menjadi guru tebaik bagi anak-anaknya dirumah. Terutama saat ini dimana dunia informasi sangat mudah dicapai, memberikan penanaman mengenai nilai agama, nilai etika, nilai kehidupan dan beragam nilai penting lainnya yang dikemas dalam bentuk pendidikan berawal dari rumah. Meskipun wanita tersebut bekerja atau tidak, tugas terpenting adalah menjadi sosok ibu yang kuat bagi anak-anaknya
ADVERTISEMENT
Sosok wanita sebagai ibu
Karena pada akhirnya, setiap anak penerus bangsa ini akan hadir dari tangan-tangan kekuatan seorang wanita. Pendidikan yang diperjuangkan oleh Ibu RA Kartini dulu akan menjadi modal dasar, agar para wanita Indonesia kelak bisa menjadi sosok kartini bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat
Sosok Kartini bagi Diri Kita Sendiri
Selamat Hari Kartini Wanita Indonesia
Terus memberikan inspirasi
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan