Mengenal The Inner Room, Ruang untuk Terhubung dan Bertumbuh di Usia Dewasa

Dini Ananda adalah seorang wirausahawan dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS).
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Dini Ananda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

The Inner Room merupakan komunitas dewasa madya di Jakarta yang membuka ruang bagi orang berusia 40–60+ untuk memperluas pertemanan, berbagi cerita, dan mencoba pengalaman baru melalui berbagai aktivitas sosial. Digagas oleh tiga anak muda berlatar belakang pendidikan psikologi, komunitas ini berangkat dari pemikiran tentang pentingnya ruang sosial ketika seseorang memasuki fase kehidupan dengan rutinitas dan lingkungan yang berubah.
Ada fase dalam hidup ketika rutinitas yang selama bertahun-tahun terasa akrab mulai berubah. Kesibukan pekerjaan mungkin berkurang, anak-anak mulai menjalani kehidupan mereka sendiri, atau lingkungan sosial yang dahulu menjadi bagian dari keseharian perlahan tidak lagi sama.
Perubahan ini merupakan bagian alami dari kehidupan. Namun, di tengah perubahan tersebut, ada satu hal yang tetap penting: kesempatan untuk terhubung dengan orang lain, berbagi cerita, dan menemukan pengalaman baru.
The Inner Room: Berawal dari Perubahan Rutinitas Orang Tua
Bagi Kyrani Amara, salah satu penggagas The Inner Room, gagasan ini berangkat dari pengamatan terhadap perubahan rutinitas orang tuanya setelah pensiun.
Selama bertahun-tahun, pekerjaan dapat menjadi bagian besar dari kehidupan seseorang. Selain memberikan kesibukan, lingkungan kerja juga menjadi tempat untuk bertemu orang lain, membangun hubungan, dan bertukar cerita. Ketika seseorang memasuki masa pensiun, rutinitas tersebut dapat berubah, begitu pula kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial yang sebelumnya akrab.
Pengamatan itu membuat Kyrani memikirkan kembali bagaimana seseorang dapat menemukan ruang sosial baru ketika memasuki fase kehidupan yang berbeda.
“Ketika seseorang memasuki fase dewasa madya, yang berubah bukan hanya rutinitas sehari-harinya, tetapi juga lingkungan sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya. Aku merasa, meskipun seseorang berada di fase kehidupan yang berbeda, mereka tetap membutuhkan ruang untuk bertemu orang baru, berbagi pengalaman, dan menemukan kegiatan yang bermakna,” ujar Kyrani.
Bersama Aiman dan Nayla, dua rekannya yang juga memiliki latar belakang pendidikan psikologi, Kyrani kemudian mengembangkan pemikiran tersebut menjadi The Inner Room.
Bagi mereka, membangun komunitas bukan sekadar menyediakan kegiatan untuk mengisi waktu luang. Lebih dari itu, mereka ingin membuka kesempatan bagi orang dewasa untuk memperluas pertemanan dan menemukan pengalaman baru, terlepas dari apakah mereka masih aktif bekerja atau sudah pensiun.
Komunitas Dewasa Madya dan Pertemanan Tanpa Batas Usia
Ada anggapan bahwa semakin dewasa seseorang, semakin sulit pula untuk membangun pertemanan baru. Kesibukan, tanggung jawab keluarga, dan perubahan rutinitas dapat membuat kesempatan untuk bertemu orang baru semakin terbatas.
Padahal, keinginan untuk berbagi cerita, menemukan kesamaan, dan mengenal orang lain tidak serta-merta hilang seiring bertambahnya usia.
The Inner Room mencoba menghadirkan ruang untuk itu melalui aktivitas sosial yang dirancang agar orang-orang dapat berinteraksi secara alami. Percakapan, permainan, dan pengalaman bersama menjadi kesempatan untuk mengenal satu sama lain tanpa harus memiliki latar belakang atau pengalaman hidup yang serupa.
Komunitas ini juga mengembangkan aktivitas yang melibatkan stimulasi kognitif, seperti berpikir, mengingat, memperhatikan, dan mempelajari hal baru. Pendekatannya dikemas melalui pengalaman yang menyenangkan, bukan sebagai tuntutan untuk selalu produktif.
“Kami mencoba menerapkan cognitive stimulation yang dikemas lewat pengalaman dan aktivitas yang menyenangkan. Jadi, kami ingin orang-orang bisa tetap belajar, berpikir, dan terhubung dengan orang lain melalui kegiatan yang mereka nikmati bersama,” kata Kyrani.
Coffee Talks The Inner Room: Sebuah Pertemuan, Banyak Cerita
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui Coffee Talks, kegiatan perdana The Inner Room yang berlangsung di Beezy Coffee, Blok M, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/10/2026).
Sebanyak 35 peserta hadir untuk berkenalan dan menghabiskan waktu bersama. Mereka datang dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda, tetapi memiliki kesempatan yang sama untuk memulai percakapan dan mengenal orang baru.
Pertemuan pertama tentu menjadi awal dari proses saling mengenal. Namun, justru dari momen sederhana seperti inilah sebuah hubungan dapat mulai terbentuk: dari percakapan ringan, cerita tentang pengalaman hidup, hingga menemukan kesamaan dengan seseorang yang sebelumnya belum pernah ditemui.
Coffee Talks juga berkolaborasi dengan ASARASA, yang menyediakan sajian makan siang bagi para peserta. Makan bersama menjadi bagian dari pengalaman berkumpul, memberikan waktu bagi peserta untuk berbincang dan menikmati kebersamaan di luar rangkaian aktivitas utama.
Bagi The Inner Room, pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kesempatan serupa. Sebuah komunitas tidak terbentuk hanya dari satu acara, tetapi tumbuh melalui pertemuan-pertemuan berikutnya, pengalaman yang dibagikan, dan hubungan yang perlahan berkembang.
The Inner Room Jakarta: Memasuki Babak Baru, Bukan Berhenti Bertumbuh
Perubahan fase kehidupan sering kali membawa pertanyaan baru tentang bagaimana seseorang ingin menjalani hari-harinya. Ketika peran dan rutinitas berubah, kesempatan untuk menemukan minat, membangun hubungan, dan mencoba sesuatu yang berbeda tetap terbuka.
The Inner Room ingin menjadi salah satu ruang untuk mengeksplorasi kesempatan tersebut. Komunitas ini terbuka bagi orang dewasa yang ingin memperluas lingkaran sosial, berbagi pengalaman, atau sekadar menikmati kegiatan bersama orang-orang baru.
Pada akhirnya, memasuki usia tertentu bukan berarti seseorang harus berhenti mengenal orang baru atau menemukan hal-hal yang disukai. Setiap fase kehidupan tetap memiliki ruang untuk pengalaman, pertemanan, dan pertumbuhan.
Melalui The Inner Room, ruang itu ingin terus dibuka, satu pertemuan dan satu cerita pada satu waktu.
Informasi mengenai The Inner Room dan kegiatan mendatang dapat diakses melalui situs resmi theinnerroom.web.id.
