Hidup dan Kebebasan dalam Konflik dan Perang

Theofan Delano
Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana
Konten dari Pengguna
6 Mei 2024 14:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Theofan Delano tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sumber : https://unsplash.com/photos/grayscale-photo-of-concrete-houses-LheHIV3XpGM
zoom-in-whitePerbesar
sumber : https://unsplash.com/photos/grayscale-photo-of-concrete-houses-LheHIV3XpGM
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Konflik dan perang merupakan hal yang sering kita dengar akhir-akhir ini bahkan menjadi hal yang biasa kita liat atau dengar pada media sosial maupun berita. Hal tersebut menjadi kejadian yang merubah bagaimana cara kita hidup dan memandang kebebasan yang sebenarnya hak kita sejak dilahirkan, kerusakan demi kerusakan yang menjadi alasan bagaimana rusaknya tatanan hidup yang dimiliki setiap nyawa pada konflik dan perang.
ADVERTISEMENT
Adanya konflik dan perang seperti ini tidak luput dari beberapa pihak luar yang mengambil keuntungan atas nyawa-nyawa seperti melakukan jual-beli senjata atau bahkan manusia. Pihak yang terlibat dalam persenjataan atau sumber daya manusia harusnya menyuarakan tentang keadilan dan keamanan global bukan mencari keuntungan. Hidup dan kebebasan manusia adalah hal yang perlu dijaga karena itu berkat yang diberikan agar terciptanya kehidupan yang adil dan damai, tanpa terjaganya hal tersebut justru menimbulkan banyaknya luka dan duka bagi dunia. Sebagai masyarakat yang lepas dari konflik dan perang seharusnya kita lebih peduli terhadap persoalan tersebut seperti konfil di Gaza atau di Papua. Kita merupakan bagian dari kehidupan yang bebas dan memiliki rasa keadilan dapat berkontribusi dalam menyuarakan tentang hidup dan kebebasan setiap nyawa manusia.
ADVERTISEMENT
Salah satu orang yang paling berpengaruh yaitu Paus Fransiskus mengatakan bahwa segala bentuk konflik dan perang merupakan "kejahatan berat" terhadap kemanusiaan. "Perang itu sendiri adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Orang membutuhkan perdamaian. Dunia membutuhkan perdamaian," kata Paus Fransiskus saat memanjatkan doa Angelus pada Minggu (14/1/2024) seperti dilaporkan Vatican News.
Beliau mendesak perdamaian harus diperjuangkan melalui dialog, persatuan, kebebasan dan keadilan, bukan dengan kekuatan dan kekerasan. Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru dan tidak pernah menjadi solusi yang manusiawi.