Diplomasi Budaya Indonesia: Batik Sebagai Fesyen Global dan Tren Berkain Bersama

Theofani Trudy
Mahasiswa semester dua jurusan Hubungan Internasional di Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
9 April 2024 8:44 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Theofani Trudy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Tren Berkain Bersama di Kalangan Generasi Z. Sumber: Theofani Trudy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tren Berkain Bersama di Kalangan Generasi Z. Sumber: Theofani Trudy
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Globalisasi dan perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dunia ini. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan arah diplomasi yang pada awalnya berfokus pada hard power berubah fokus menjadi soft power atau soft diplomacy. Perubahan ini dipicu oleh perkembangan teknologi yang menyebabkan meluasnya cara atau alat yang dipakai untuk berdiplomasi. Konsep soft diplomacy tidak hanya berbicara tentang keuntungan dalam aspek politik namun juga mencakup keuntungan dalam aspek ekonomi dan budaya. Selain itu penggunaan konsep soft diplomacy melibatkan berbagai aktor dalam dunia hubungan Internasional karena diplomasi tidak lagi berbicara tentang hubungan antar pemerintah negara saja namun juga dapat berupa hubungan antara pemerintah dengan masyarakat hingga hubungan antar masyarakat lintas negara.
ADVERTISEMENT
Konsep soft diplomacy yang sangat populer di era ini adalah diplomasi budaya. Konsep diplomasi budaya dianggap efektif karena berkaitan dengan jati diri atau reputasi suatu bangsa yang akan berguna dalam mencapai kepentingan nasionalnya (nation-branding). Penggunaan konsep diplomasi budaya juga dianggap lebih efektif karena dalam praktiknya dilakukan secara damai tanpa adanya unsur paksaan atau kekerasan. Salah satu contoh negara yang berhasil dalam menerapkan diplomasi budaya adalah negara Korea Selatan melalui Kpop dan K-drama yang menyebabkan terjadinya fenomena korean wave. Keberhasilan ini disebabkan oleh peran masyarakat yang aktif dalam menyebarkan budayanya serta peran pemerintah yang mendukung hal tersebut melalui pembuatan kebijakan-kebijakan yang mendukung penyebaran budaya.
Penerapan konsep diplomasi budaya di Indonesia memiliki potensi keberhasilan yang besar karena Indonesia memiliki budaya yang beragam dan unik. Salah satu budaya yang dapat digunakan dalam menjalankan diplomasi budaya Indonesia adalah pakaian batik. Pakaian batik memiliki potensi yang besar untuk dipasarkan karena diminati oleh berbagai masyarakat luar seperti Amerika, Eropa, dan Asia Timur di pasar internasional sehingga membawa keuntungan besar bagi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan nilai penjualan ekspor batik ke Amerika Serikat yang mencapai $10,03 juta pada tahun 2023 dilansir pada https://www.cnbcindonesia.com/research/20231002123159-128-477038/10-besar-negara-pasar-ekspor-batik-indonesia-ada-as-jepang. Selain itu, keberagaman motif kain batik secara tidak langsung dapat mengenalkan sejarah kebudayaan-kebudayaan di Indonesia kepada masyarakat luar.
ADVERTISEMENT
Dalam menetapkan pakaian batik sebagai alat diplomasi budaya Indonesia diperlukannya peran masyarakat dan pemerintah yang seimbang. Salah satu peran masyarakat yang telah dilakukan untuk mendukung penyebaran batik adalah dengan memunculkan tren “berkain bersama”. Tren berkain bersama merupakan sebuah tren yang muncul dikalangan generasi Z dengan tujuan meningkatkan popularitas budaya batik. Tren ini disebarkan oleh banyak content creator melalui platform sosial media seperti Tiktok ataupun Instagram dengan menggunakan hashtag campaign #BerkainBersama. Dalam hal ini, berbagai content creator melakukan ajakan challenge kepada pengguna sosial media lainya untuk memadupadankan kain batik dengan berbagai baju modis sebagai tren fesyen berpakaian sehari-hari.
Keberadaan tren ini mengubah pandangan masyarakat terhadap kain batik. Pakaian batik yang awalnya dianggap sebagai pakaian kuno yang tidak stylish berubah menjadi item fesyen yang memiliki nilai estetik dan modis. Selain itu, keberadaan tren ini merubah pandangan masyarakat mengenai penggunaan pakaian batik. Pakaian batik yang awalnya hanya digunakan dalam acara formal seperti kondangan menjadi pakaian yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari (daily outfit) seperti untuk pergi ke mall, kuliah, kerja dan lain sebagainya. Keberhasilan tren ini dapat dibuktikan dengan angka penayangan untuk hashtag #Berkain yang mencapai 124.1 M penayangan pada platform media sosial Tiktok dilansir pada https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/11/05/berkain-tren-ootd-ala-gen-z-yang-tingkatkan-popularitas-batik. Keberadaan dan kepopuleran tren ini membuktikan bahwa kain tradisional Indonesia berpotensi untuk dapat dijadikan sebagai tren fesyen modern yang mengglobal.
ADVERTISEMENT
Pemerintah juga memiliki peran yang penting dalam mendukung keberhasilan penyebaran budaya batik. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung penyebaran budaya batik. Pemerintah Indonesia dapat bekerja sama dengan pemerintah negara lain untuk melaksanakan acara pengenalan dan pameran budaya batik yang melibatkan pengusaha atau pengrajin batik dari Indonesia. Pemerintah Indonesia juga dapat mendukung ekspor batik melalui pembukaan gerai-gerai batik Indonesia di luar negeri. Pemerintah Indonesia dapat menerapkan tren berkain bersama kepada pegawai di lingkup pemerintahan. Selain itu, upaya penerapan batik sebagai fesyen global juga dapat diterapkan oleh pemerintah Indonesia melalui cara menghadiri forum-forum internasional dengan menggunakan batik.
Penggunaan batik sebagai alat diplomasi budaya Indonesia memiliki potensi besar dalam membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Hal ini dikarenakan tingkat minat masyarakat luar terhadap budaya batik yang tinggi. Tingginya tingkat minat masyarakat luar tidak secara otomatis membuat batik terkenal di kalangan internasional. Untuk dapat menjadikan penggunaan batik sebagai tren fesyen yang mengglobal dibutuhkannya peran masyarakat dan pemerintah yang seimbang. Kontribusi masyarakat dalam menyebarkan budaya batik dapat dilihat dengan keberadaan tren berkain bersama yang secara sukses meningkatkan popularitas batik dan mengubah pandangan masyarakat indonesia terhadap pakaian batik. Kontribusi pemerintah terhadap penyebaran batik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung ekspor batik ke luar negeri.
ADVERTISEMENT