Kumparan Logo

Harga MacBook Neo hingga iPad Air Naik Akibat Harga Chip AI dan Memori Meroket

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung menjelajahi dan menguji fitur-fitur MacBook Neo baru di Apple Store Bangkok, Thailand, pada 21 Maret 2026. Foto: Wongsakorn 2468/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung menjelajahi dan menguji fitur-fitur MacBook Neo baru di Apple Store Bangkok, Thailand, pada 21 Maret 2026. Foto: Wongsakorn 2468/Shutterstock

Apple ternyata tidak cukup kuat menahan gempuran krisis komponen global seperti halnya perusahaan teknologi dunia lainnya. Raksasa teknologi asal AS ini resmi menaikkan harga jajaran produk MacBook, termasuk MacBook Neo, dan iPad.

Kenaikan ini terjadi imbas lonjakan harga chip memori dan penyimpanan (storage) yang dipicu oleh masifnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) secara global.

Para ahli menjuluki krisis pasokan ini dengan istilah "RAMageddon". Masalahnya bersumber dari produsen memori raksasa seperti Micron yang kini lebih memprioritaskan pesanan chip AI untuk korporasi raksasa seperti Nvidia.

Akibatnya, pasokan memori untuk industri perangkat elektronik konsumen mengetat drastis. Lembaga riset TrendForce mencatat harga DRAM melonjak hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026, dan diproyeksikan melonjak lagi sebesar 58 hingga 63 persen pada kuartal ini.

Berdasarkan laporan Reuters, berikut rincian kenaikan harga produk Apple di AS, mulai dari MacBook Neo hingga iPad Air:

  • MacBook Neo (256 GB): Naik dari 599 dolar AS menjadi 699 dolar AS

  • MacBook Air (512 GB): Naik dari 1.099 dolar AS menjadi 1.299 dolar AS

  • MacBook Pro (1 TB): Naik dari 1.699 dolar AS menjadi 1.999 dolar AS

  • iPad Air (128 GB): Naik dari 599 dolar AS menjadi 749 dolar AS

Tak hanya laptop dan tablet, penyesuaian harga ini juga berdampak pada perangkat pintar lainnya seperti HomePod dan Apple TV.

iPad Air (M4) terbaru dipamerkan selama sebuah acara di New York City, AS, 4 Maret 2026. Foto: Shannon Stapleton/REUTERS

Bagaimana nasib iPhone?

Untuk saat ini, harga lini iPhone memang terpantau belum mengalami perubahan. Namun, para analis memperkirakan kenaikan harga ponsel pintar andalan Apple tersebut tinggal menunggu waktu saja.

Direktur Riset Senior di IDC, Nabila Popal, menilai langkah Apple menaikkan harga Mac dan iPad sekarang adalah bagian dari strategi menjelang peluncuran iPhone baru.

"Kenaikan harga iPhone sedang bersiap datang. Sangat strategis bagi Apple untuk mengumumkan kenaikan harga produk Mac dan iPad terlebih dahulu sebelum peluncuran iPhone di musim gugur, sehingga fokus berita saat peluncuran nanti adalah nilai inovasi ponsel baru, bukan kenaikan harganya," jelas Nabila.

Krisis pasokan memori ini diproyeksikan bakal memukul pasar gawai dunia. IDC memprediksi pasar smartphone global akan mengalami penurunan tahunan terbesar dalam sejarah hingga hampir 14 persen, sementara pasar PC diproyeksikan turun sebesar 11,3 persen.

Menariknya, kompetitor Apple seperti Dell dan HP diperkirakan harus menaikkan harga produk mereka jauh lebih tajam. Sebab, mereka tidak memiliki posisi tawar sekuat Apple di hadapan para penyuplai komponen.

Pihak Apple sendiri mengakui bahwa kondisi pasar saat ini sangat menantang untuk dihindari.

"Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini. Kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan tersebut sejauh ini, tetapi kini kami telah mencapai titik di mana kami harus mulai menaikkan harga untuk sejumlah produk," pungkas Apple dalam pernyataan resminya.