Ibu dari Salah Satu Anak Elon Musk Tolak Uang Tutup Mulut Rp 600 M

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemilik xAI sekaligus CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk menghadiri Forum Investasi AS-Arab Saudi di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, DC, pada 19 November 2025. Foto: Brendan Smialowski / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemilik xAI sekaligus CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk menghadiri Forum Investasi AS-Arab Saudi di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, DC, pada 19 November 2025. Foto: Brendan Smialowski / AFP

Ashley St. Clair menolak tawaran perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) senilai 40 juta dolar AS atau sekitar Rp 600 miliar dari pihak Elon Musk. Ia adalah mantan influencer media sosial, yang memilih membongkar dinamika hubungannya dengan sang triliuner dalam film dokumenter terbaru berjudul Musk karya sutradara Alex Gibney.

St. Clair, yang melahirkan anak dari hubungannya bersama CEO SpaceX itu pada 2024, mengungkapkan bahwa manajer keuangan Musk, Jared Birchall, mengirimkan draf NDA tersebut melalui pesan sementara di Signal. Dokumen tersebut melarangnya membahas Musk seumur hidup, termasuk melarangnya memberitahu anak pertamanya mengenai sosok ayah sang adik.

Keputusan St. Clair menolak uang tutup mulut ini menyoroti bagaimana figur paling berpengaruh di industri teknologi dunia memanfaatkan kekuatan finansial dan kontrak hukum demi membungkam kehidupan personal mereka.

Anak Elon Musk bernama, X Æ A-12 Musk. Foto: Elon Musk via Twiter

Kisah di balik penolakan NDA dan klarifikasi Elon Musk

St. Clair menegaskan keputusannya menolak uang miliaran rupiah tersebut murni merupakan masalah integritas moral keluarga, bukan urusan finansial semata.

"Saya mengatakan kepadanya (Jared Birchall) bahwa martabat anak-anak saya bukanlah komoditas," ujar Ashley St. Clair dalam wawancaranya kepada The New York Times, Jumat (9/10).

Menurut penuturan St. Clair, ia memutuskan tampil di film dokumenter berdurasi hampir empat jam itu demi mewakili pihak-pihak lain yang terikat kontrak pembungkaman serupa.

Sutradara Alex Gibney menilai kesaksian St. Clair sangat krusial dalam membedah motivasi personal sang bos media sosial X dan Tesla tersebut.

Di sisi lain, Elon Musk membantah keras klaim tersebut lewat akun X resminya.

"Dia tidak pernah ditawari hal itu dan memiliki riwayat membuat klaim palsu," tulis Elon Musk di platform X, seraya menuding bahwa dokumenter garapan Gibney hanya mengumpulkan daftar orang-orang yang memiliki dendam pribadi terhadap dirinya.

Sebagai informasi, Elon Musk memiliki 14 orang anak. Mereka lahir dari hubungannya dengan 4 wanita berbeda.