Kumparan Logo

Ilmuwan Temukan Spesies Baru Hiu Hantu di Kosta Rika

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar ini menunjukkan sebagian penampakan hiu hantu Kosta Rika yang baru ditemukan di Museum Zoologi Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Ekologi Tropis Universitas Kosta Rika di San Jose, Kosta Rika (3/7/2026). Foto: Ezequiel Becerra/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini menunjukkan sebagian penampakan hiu hantu Kosta Rika yang baru ditemukan di Museum Zoologi Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Ekologi Tropis Universitas Kosta Rika di San Jose, Kosta Rika (3/7/2026). Foto: Ezequiel Becerra/AFP

Para ilmuwan di Kosta Rika mendeteksi keberadaan spesies baru dari makhluk laut dalam misterius yang dikenal sebagai hiu hantu. Spesies ini ditemukan di perairan Pasifik, tepatnya di sekitar kawasan Cabo Blanco dan Pulau Cano.

Hiu hantu sendiri bukan merupakan hiu sejati, melainkan kelompok ikan bertulang rawan yang masuk genus Rinochimaera. Secara genetik, garis keturunan kelompok ini telah memisahkan diri dari hiu modern sejak hampir 400 juta tahun yang lalu.

Arturo Angulo Sibaja, seorang profesor biologi dari University of Costa Rica, memaparkan temuan terbaru ini menunjukkan ciri fisik yang cukup kontras dari jenis hiu hantu yang pernah diidentifikasi sebelumnya. Hewan ini tercatat memiliki beberapa perbedaan fisik yang mencolok.

Menurut Sibaja, spesies baru ini memiliki "moncong yang lebih pendek, pola warna kulit yang lebih gelap, dan duri yang jauh lebih panjang pada sirip punggungnya," ujarnya mengutip AFP.

Gambar ini menunjukkan sebagian penampakan hiu hantu Kosta Rika yang baru ditemukan di Museum Zoologi Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Ekologi Tropis Universitas Kosta Rika di San Jose, Kosta Rika (3/7/2026). Foto: Ezequiel Becerra/AFP

Satu-satunya Hiu Hantu di Pantai Amerika Tengah

Penemuan ini menjadi sangat signifikan karena merupakan satu-satunya spesies dari kelompok tersebut yang diketahui hidup di sepanjang pesisir Amerika Tengah.

Keunikan spesies ini juga diperkuat melalui pengujian di laboratorium. Sibaja menjelaskan hasil analisis genetik menunjukkan spesies baru ini "tidak memiliki kontak reproduksi" dengan spesies hiu hantu lainnya. Hal ini mengindikasikan adanya isolasi reproduksi yang membentuk mereka menjadi spesies tersendiri.

Meski begitu, para peneliti masih bersikap hati-hati sebelum meresmikan temuan ini. Mereka mencatat adanya spesimen yang sangat mirip yang pernah dikumpulkan di dekat perairan Peru dan Chile beberapa waktu lalu. Tim ilmuwan saat ini tengah membandingkan spesimen-spesimen tersebut untuk mematangkan kesimpulan akhir.

"Kemungkinan besar spesies baru ini memiliki distribusi yang lebih luas di sepanjang pantai (Pasifik) Amerika Tengah dan Selatan," tambah Sibaja terkait wilayah persebaran organisme tersebut.

Sejauh ini, tiga spesies hiu hantu telah ditemukan di berbagai belahan dunia lain, seperti di perairan Afrika Selatan, Taiwan, Australia, Jepang, serta di kawasan Samudra Atlantik yang membentang di antara Greenland dan Brasil.

Kehadiran temuan di Kosta Rika diharapkan dapat membuka tabir baru mengenai keanekaragaman hayati di laut dalam yang masih minim jelajah.