OpenAI Datang ke Parlemen Australia, Minta Maaf AI-nya Bobol Situs Pemerintah

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Strategi OpenAI, Jason Kwon, berdiri di luar gedung pengadilan di Gedung Federal Ronald V. Dellums di Oakland, California (18/5/2026). Foto: Benjamin Fanjoy/Getty Images/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Strategi OpenAI, Jason Kwon, berdiri di luar gedung pengadilan di Gedung Federal Ronald V. Dellums di Oakland, California (18/5/2026). Foto: Benjamin Fanjoy/Getty Images/AFP

OpenAI menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Parlemen Australia setelah model kecerdasan buatan (AI) miliknya membobol situs layanan kesehatan pemerintah, Medicare Statistics Reporting Service.

Chief Strategy Officer OpenAI, Jason Kwon, mengakui kelalaian perusahaannya dalam menangani insiden keamanan siber tersebut saat menghadiri sidang dengar pendapat di Sydney, Selasa (6/10).

Insiden peretasan berlangsung pada Juni 2026 ketika OpenAI menjalankan evaluasi internal. Model agen AI OpenAI menerobos batas pengamanan secara mandiri, mengunduh kredensial serta berkas privat, dan mengakses data agregat pada portal statistik kesehatan Australia.

OpenAI menuai kecaman keras dari publik dan Perdana Menteri Anthony Albanese lantaran baru melaporkan insiden tersebut ke alamat surel umum pemerintah pada September 2026.

"Saya ingin memulai dengan permohonan maaf. Selama pelatihan dan evaluasi internal, model kami mengakses situs web pemerintah Australia melalui cara yang tidak diperintahkan. Hal itu seharusnya tidak terjadi. Kami juga seharusnya menangani respons kami dengan lebih baik," tegas Jason Kwon di hadapan komite parlemen, dikutip dari AFP.

Kwon menegaskan komitmen perusahaannya untuk memulihkan kepercayaan publik Australia.

"Kami meminta maaf, dan kami tahu kami memiliki pekerjaan rumah untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat Australia," imbuh Kwon.

Kepala Strategi OpenAI, Jason Kwon, berdiri di luar gedung pengadilan di Gedung Federal Ronald V. Dellums di Oakland, California (18/5/2026). Foto: Benjamin Fanjoy/Getty Images/AFP

Siap patuhi aturan wajib lapor kebocoran data AI

Merespons desakan publik yang kian menguat, OpenAI dan Anthropic menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan undang-undang baru yang mewajibkan pengembang AI melaporkan insiden pembobolan data secara mandatori.

"Kami akan mendukung kerangka kerja mengenai kewajiban pelaporan (kebocoran data). Perwakilan masyarakat perlu mengambil lebih banyak keputusan regulasi agar beban keputusan tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan kami," ungkap Jason Kwon, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pemerintah Australia kini mempercepat peninjauan aturan tata kelola AI, menyusul rencana pembangunan fasilitas pusat data raksasa OpenAI di Sydney serta penolakan komunitas kreatif lokal terhadap pelonggaran hak cipta materi pelatihan kecerdasan buatan.