Startup China Sukses Luncurkan Roket Zhuque-3 yang Bisa Balik ke Bumi

Startup antariksa asal China, LandSpace, mencetak sejarah baru dengan berhasil meluncurkan dan membawa balik roketnya ke Bumi. Perusahaan tersebut sukses mendaratkan kembali booster tahap pertama roket Zhuque-3 secara vertikal di darat pada Rabu, (19/8) waktu setempat.
Pencapaian ini menempatkan LandSpace sebagai perusahaan swasta ketiga di dunia, setelah SpaceX dan Blue Origin, yang berhasil mendaratkan roket pendorong kelas orbital. LandSpace sekaligus menjadi entitas komersial pertama di luar Amerika Serikat yang mampu memulihkan pendorong roket menggunakan kaki pendarat mandiri.
Roket Zhuque-3 meluncur dari Zona Inovasi Luar Angkasa Komersial Dongfeng, China barat laut, pada pukul 07.35 waktu setempat. Sekitar enam menit kemudian, pendorong tahap pertama mendarat mulus di Kabupaten Minqin, Provinsi Gansu, sekitar 390 kilometer dari landasan peluncuran.
Profesor astrofisika dari Macquarie University Australia, Richard de Grijs, menilai keberhasilan pendaratan ini merupakan lompatan besar bagi industri antariksa komersial Negeri Tirai Bambu.
"Pendaratan sukses LandSpace adalah tonggak penting bagi sektor luar angkasa komersial China," ujar Richard de Grijs kepada AFP.
"China kini telah menunjukkan dua arsitektur pemulihan roket yang berbeda melalui sektor milik negara dan swasta. Kombinasi kompetisi institusional dan eksperimen teknis ini akan membantu China membangun kapasitas peluncuran berfrekuensi tinggi yang lebih murah untuk konstelasi megasatelit mereka," tambahnya.
Penantang Tangguh Falcon 9 Milik SpaceX
Roket Zhuque-3 memiliki tinggi 66,1 meter dan mengusung badan berbahan baja tahan karat (stainless steel). Material ini menawarkan ketahanan panas lebih tinggi serta efisiensi biaya manufaktur dibanding paduan aluminium-litium.
Selain itu, LandSpace membekali Zhuque-3 dengan bahan bakar kombinasi metana cair dan oksigen cair (methalox) yang menghasilkan pembakaran lebih bersih daripada campuran minyak tanah pada roket Falcon 9. Roket ini mampu membawa muatan hingga 14,2 metrik ton ke orbit rendah Bumi (LEO) dalam sekali jalan.
Menurut laporan Reuters, LandSpace merancang booster Zhuque-3 agar bisa meluncur hingga 20 kali pemakaian ulang. Perusahaan menargetkan penggunaan kembali booster yang telah mendarat ini dalam kurun enam bulan ke depan guna memangkas biaya peluncuran komersial secara signifikan.
Keberhasilan misi ini juga kian memuluskan rencana penawaran umum perdana (IPO) LandSpace di bursa STAR Market Shanghai dengan target penghimpunan dana sebesar 7,5 miliar yuan (sekitar Rp 16,3 triliun). LandSpace menargetkan perusahaannya mampu mencetak profitabilitas penuh pada tahun 2029 mendatang.
