Konten dari Pengguna

Magang di Bidang Keuangan: Penerapan Ilmu Manajemen dan Etika Kerja di Kantor

Tiara Rahma

Tiara Rahma

Mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiara Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelumnya, aku sempat berbagi pengalaman awal magang yang penuh kejutan. Baru tiga hari magang di Pimpinan Pusat Muhammadiyah, aku sudah diajak rafting, rapat di atas kapal, dan merasakan suasana kerja yang hangat serta kekeluargaan. Keseruan itu membuat aku makin antusias menjalani hari-hari berikutnya.

Kini, di pertengahan magang, aku mulai menyadari bahwa pengalaman magang tidak hanya tentang keseruan. Ada pembelajaran lebih dalam yang menunggu, terutama terkait etika kerja, profesionalisme, dan penerapan ilmu manajemen yang selama ini kupelajari di kampus.

Briefing dan Pengajian yang diadakan di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Briefing dan Pengajian yang diadakan di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagai mahasiswa Manajemen yang magang di bidang keuangan, aku merasakan langsung bagaimana teori manajemen diterapkan di kantor. Manajemen waktu menjadi hal penting: mulai dari pengarsipan dokumen, pencatatan data keuangan, hingga penyusunan laporan, semua harus tepat waktu. Aku belajar mengatur prioritas, menyelesaikan tugas sesuai tenggat, dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan—sejalan dengan konsep perencanaan (planning).

Selain itu, aku belajar tentang ketelitian dan tanggung jawab. Setiap data dan dokumen keuangan harus diperiksa cermat karena kesalahan kecil bisa berdampak besar. Dari sini, aku memahami fungsi pengendalian (controlling): mengecek ulang pekerjaan dan memastikan hasil sesuai standar sebelum diserahkan.

Di sisi manajemen sumber daya manusia, aku belajar menjaga etika dan profesionalisme. Berinteraksi dengan pimpinan dan staf menuntut aku untuk sopan, menghargai struktur organisasi, dan menerima arahan atau masukan dengan baik. Pengalaman ini mengajarkan aku pentingnya komunikasi yang tepat dalam lingkungan kerja.

Ilmu pengorganisasian (organizing) juga terasa selama magang. Alur kerja di bidang keuangan jelas, dengan pembagian tugas yang terarah. Aku belajar bahwa koordinasi dan kerja sama tim sangat penting agar pekerjaan berjalan efektif dan mendukung tujuan organisasi.

Jika di awal magang aku belajar tentang kekompakan dan keseruan, maka di pertengahan magang ini aku mulai memahami makna profesionalisme. Magang bukan lagi sekadar pengalaman baru yang menyenangkan, tetapi juga tentang pembentukan sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai calon lulusan Manajemen.

Perjalanan magang ini masih berlangsung, dan aku yakin masih banyak pelajaran yang menunggu. Setelah magang berakhir nanti, aku berencana menuliskan refleksi akhir tentang seluruh pengalaman, sebagai penutup perjalanan belajar dan bertumbuh di dunia kerja.