SANAK BASSAMA di SMKN 1 Jambu Dorong Wujudkan Generasi Emas

Mahasiswi UIN Walisongo Semarang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tiara Retno Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
SANAK BASSAMA Edukasi Siswa SMKN 1 Jambu tentang Bullying, Kekerasan, dan Pernikahan Dini

Jambu, Kabupaten Semarang – Membangun generasi muda tidak hanya dengan memberikan pendidikan di dalam kelas. Pemahaman mengenai cara menjaga diri, menghargai orang lain, serta berani mengambil keputusan yang tepat juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam kegiatan SANAK BASSAMA (Sahabat Anak Bapas Kelas I Semarang) yang digelar di SMK Negeri 1 Jambu, Senin (21/9/2026).
Mengusung tema “Generasi Emas Tanpa Pernikahan Dini, Bullying dan Kekerasan”, kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Jambu tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas XI. Kegiatan menghadirkan empat narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kekerasan, bullying, pernikahan dini, hingga kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMK Negeri 1 Jambu yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SANAK BASSAMA. Pembekalan kepada siswa mengenai pencegahan kekerasan, bullying, dan pernikahan dini dinilai penting sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter sekaligus mampu merencanakan masa depan secara positif.
Selanjutnya, Dewanto Leksmono Widagdo, S.STP., M.M. dari DP3AKB memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada remaja mengenai perlindungan anak, pencegahan kekerasan dan pernikahan dini, serta pentingnya mempersiapkan diri untuk meraih masa depan dan cita-cita.
Suasana kemudian dibuat lebih cair melalui ice breaking “Aku Generasi Emas” yang dipandu oleh moderator. Para siswa diajak untuk berinteraksi dan membangun semangat sebelum memasuki sesi materi.
Materi pertama disampaikan oleh Aiptu Hendrik Febriyanto, S.H. dengan tema “Kenali dan Cegah Kekerasan terhadap Anak/Remaja.” Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi pada anak dan remaja. Kekerasan tidak hanya terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal dan psikis yang berpotensi memberikan dampak terhadap korban.
Siswa juga didorong untuk tidak diam ketika mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan. Keberanian untuk menyampaikan atau melaporkan menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak dan remaja.
Pembahasan kemudian berlanjut pada isu yang tidak kalah dekat dengan kehidupan siswa, yaitu bullying. Materi bertajuk “Stop Bullying – Sekolah Aman, Teman Nyaman” disampaikan oleh Arif Agung Prasetya, S.H., M.H., selaku Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas I Semarang.
Dalam pemaparannya, Arif menjelaskan mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, serta dampaknya bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah. Para siswa diajak memahami bahwa candaan yang dianggap sepele dapat menjadi masalah ketika dilakukan secara berulang dan menimbulkan dampak bagi orang lain.
Tidak hanya mengenali bullying, siswa juga diajak membangun keberanian untuk menghentikan perilaku tersebut. Sikap untuk tidak ikut melakukan atau mendukung bullying, berani menyampaikan ketika melihat tindakan yang salah, serta memberikan dukungan kepada korban menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.
Setelah sesi bullying, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking sebelum memasuki materi berikutnya. Dewanto Leksmono Widagdo, S.STP., M.M. kemudian menyampaikan materi bertajuk “Cegah Nikah Muda, Raih Masa Depan dan Cita-Cita.”
Melalui materi tersebut, siswa diajak untuk melihat masa remaja sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Para siswa juga diberikan motivasi untuk memiliki cita-cita serta menyusun rencana masa depan sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang produktif dan mandiri.
Tidak berhenti pada persoalan sosial, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan melalui materi “Kesehatan Reproduksi Remaja” yang disampaikan oleh Ismiatun, S.Kep., Ns., M.M. Materi tersebut membahas pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, memahami perubahan pada masa remaja, menjaga kebersihan dan kesehatan diri, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan pergaulan.
Rangkaian materi kemudian dilanjutkan dengan talkshow dan tanya jawab interaktif bersama empat narasumber. Sesi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi secara langsung mengenai persoalan kekerasan, bullying, pernikahan dini, serta kesehatan reproduksi remaja.
Sebagai penutup, siswa SMK Negeri 1 Jambu turut mengikuti Deklarasi/Komitmen Generasi Emas. Komitmen tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, bebas dari bullying serta kekerasan, sekaligus menjauhi pernikahan dini dan berbagai perilaku berisiko.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PPP Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo Semarang turut berpartisipasi dalam mendukung dokumentasi dan publikasi. Mahasiswa mengabadikan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sambutan, ice breaking, penyampaian materi, hingga sesi interaktif bersama siswa dan narasumber.
Salah satu mahasiswa PPP Bimbingan Penyuluhan Islan UIN Walisongo Semarang, Raival mengungkapkan kegembiraannya dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Menurut saya, kegiatan ini menarik karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan remaja. Saya juga mendapatkan banyak pengetahuan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujarnya
Melalui SANAK BASSAMA, Bapas Kelas I Semarang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong siswa untuk memiliki keberanian dalam menjaga diri dan lingkungan sekitar. Pengetahuan mengenai kekerasan, bullying, pernikahan dini, dan kesehatan reproduksi diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani masa remaja sekaligus mempersiapkan masa depan.
