Food Waste Ancam Keamanan Lingkungan?

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia
Konten dari Pengguna
15 Juli 2021 14:54
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Tiara Rizki Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Food Waste Ancam Keamanan Lingkungan? (83126)
zoom-in-whitePerbesar
Source : https://pixabay.com/id/photos/kompos-buah-dan-sayuran-limbah-709020/
Berbicara mengenai food waste, Indonesia telah menempati urutan kedua dengan gelar negara penghasil limbah food waste terbanyak dan ironisnya itu terjadi di saat kasus kelaparan masih tinggi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Setiap individu bertanggung jawab menyumbangkan 300 kg sampah setiap harinya, bisa dibayangkan jumlah penduduk Indonesia seberapa banyak dan apabila kita hitung-hitung makanan yang terbuang dari setiap individu itu bisa menghidupi kurang lebih 11% dari masyarakat Indonesia.
Permasalahan food waste umumnya tumbuh secara baik di negara-negara berkembang dan negara miskin, namun tidak menutup kemungkinan negara maju seperti Amerika contohnya mengalami isu food waste ini. Tetapi dalam skala yang tidak besar seperti negara berkembang, karena mereka perlahan telah mengelola limbah tersebut dengan baik dan mengkampanyekan mengenai food waste secara aktif.
Food waste ini bisa dibilang berasal dari perilaku manusia itu sendiri juga berasal dari makanan sudah kedaluwarsa yang nantinya makanan tersebut dibuang dengan jumlah yang banyak dan apabila tidak diolah dengan baik masuk dalam kategori limbah food waste.
ADVERTISEMENT
Perilaku manusia yang membuang-buang makanan dengan cara membeli makanan,memasak makanan yang setelah itu tidak dimakan atau yang paling parah akibat rasa gengsi dan lifestyle seseorang yang malu menghabiskan makanan di depan orang banyak membuat mereka tidak menghabiskan makanan dan mengedepankan gengsi yang berujung dengan tindakan food waste.
Food waste ini juga bisa dihasilkan dari upaya ketahanan pangan karena food waste bisa berasal dari proses produksi dan konsumsi juga. Lalu apa itu ketahanan pangan? jadi ketahanan pangan itu merupakan tindakan yang dilakukan oleh setiap negara untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya dengan melakukan peningkatan produksi untuk menghindari adanya krisis ketahanan pangan,tetapi ketahanan pangan ini menimbulkan dilema permasalahan baru sebab dengan melakukan peningkatan produksi menyebabkan lahirnya food waste.
ADVERTISEMENT

Food waste tidak bisa diartikan sebagai permasalahan yang sepele karena limbah yang dihasilkan dari tindakan food waste ini bisa merambah menjadi ancaman bagi keamanan lingkungan.

Lalu pertanyaannya adalah kenapa kok bisa food waste mengancam lingkungan dan menjadi persoalan keamanan?
Masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan masyarakat hingga membuat masyarakat rentan membuat itu menjadi sebuah masalah keamanan,contohnya limbah food waste ini ketika ditimbun dalam sebuah tempat akan menghasilkan gas metana yang merupakan jenis gas rumah kaca dan dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, seperti yang kita ketahui bahwa pemanasan global ini telah menjadi momok dalam isu keamanan lingkungan. Kemudian dari limbah food waste ini bisa menghasilkan air lindi.
Apa itu air lindi?
ADVERTISEMENT
Jadi air lindi adalah air hujan yang mengalir ke tumpukan sampah dan terbentuklah air lindi ini yang bisa menyebabkan bahaya bagi lingkungan, karena air ini mengandung unsur logam yang bahaya untuk lingkungan salah satunya timbal dan apabila air lindi ini tidak diolah dengan baik maka akan berdampak pada air yang kita minum.
Air lindi merupakan hasil dari adanya food waste yang menjadi persoalan keamanan lingkungan dan air lindi ini apabila dibiarkan, maka ekosistem di sekitarnya akan tercemar yang nantinya akan menjadi sebuah ancaman bagi manusia karena lingkungan yang tercemar.
Manusia membutuhkan air bersih dan kalau air bersih yang ada di lingkungan manusia tersebut sudah tercemar maka akan terjadi krisis air bersih dan menjadi masalah baru bagi masyarakat yang membuat masyarakat menjadi rentan dan tidak menutup kemungkinan akan membuat masyarakat bermigrasi mencari suaka untuk mendapatkan air bersih, maka permasalahan ini akan menjadi dependensi dan menjadi isu keamanan yang semakin kompleks .
ADVERTISEMENT

Dari perilaku kecil yang sering sekali kita lakukan tanpa kita sadari akan memberikan dampak pada lingkungan sekitar kita.

Membuang makanan dengan berbagai cara baik yang disengaja ataupun tidak disengaja itu tidak baik dan perlu kita sadari bahwa masih banyak di luar sana yang tidak seberuntung kita untuk mendapatkan makanan, masih banyak orang-orang yang kelaparan dan susah untuk makan. Harus kita ingat bahwa food waste ini berasal dari perbuatan kita dan efeknya pun akan berlari ke arah kita.
Lantas bagaimana kita mengubah habit kita dalam isu limbah food waste ini?
kita dapat melakukan 3R dalam mengurangi limbah makanan,seperti :
  1. Reduce: membuat planning ketika ingin membeli makanan sehingga berbelanja sesuai dengan kebutuhan,ketika memasak dan mengolah bahan makanan secukupnya agar meminimalisir terjadinya limbah makanan, dan mengurangi konsumsi makanan instan yang bisa memberikan sampah plastik.
  2. Reuse: ketika kita membeli makanan dan makanan itu tidak habis sebaiknya kita simpan makanan itu di dalam kulkas agar bisa dimakan nanti.
  3. Recycle: kita bisa melakukan pengolahan sisa makanan dengan membuat kompos yang tentunya baik untuk pupuk tanaman atau bisa juga diolah menjadi biogas.
ADVERTISEMENT

Lebih baik mencegah daripada mengobati

sebagai pengingat kalau 3R di atas tidak lantas langsung membuat limbah food waste langsung hilang,tetapi 3R itu bisa menjadi upaya dalam meminimalisir peningkatan limbah food waste yang ada di Indonesia. Perlu diingat satu kalimat,yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020