Tempat Wisata di Kawasan Situ Gunung

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Tiara Syaumi Rizki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Situ Gunung akan menjadi tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi ketika kita merasa lelah. Suasana yang sejuk, jauh dari perkotaan, dan pemandangan yang indah akan membuat kita merasakan ketenangan. Kali ini saya akan merekomendasikan tempat yang cocok untuk melepas lelah, menikmati waktu bersantai, dan kembali menyegarkan pikiran.
Sukabumi memiliki banyak tempat bertema alam seperti Pondok Halimun, Pantai Palabuhan Ratu, Geopark Ciletuh, dll.Namun, semua tempat yang sudah disebutkan tadi letak tempatnya berjauhan. Sedangkan yang akan saya rekomendasikan kali ini adalah tempat yang berada di daerah sama. Alamat lengkapnya adalah Desa Sukamanis, Kec. Kadudampit, Kab. Sukabumi, Prov. Jawa Barat.
Situ Gunung, nama itu kembali terkenal setelah dibangun jembatan yang dinobatkan sebagai jembatan terpanjang se-Asia Tenggara. Jembatan ini diresmikan pada Maret 2019 silam oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan diberi nama "Situ Gunung Suspension Bridge". Mengutip dari Kompas.com, “..panjangnya adalah 243 meter dengan lebar 1,2 meter dan berada di ketinggian 107 meter dari dasar tanah.” Jembatan itu dibangun untuk menghubungkan area Situ Gunung dengan tempat wisata lainnya yang ada di kawasan wisata alam Situ Gunung yang berlokasi di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Pemandangan yang disuguhkan saat kita berada di atas jembatan juga luar biasa. Di sana kita dikelilingi oleh pepohonan hijau dan jika cuacanya bagus kita juga akan melihat indahnya Gunung Gede Pangrango dari kejauhan.
Setelah membahas jembatan, sekarang kita beralih ke objek wisata di sekitaran Situ Gunung yang akan dijelaskan berikut ini.
1. Danau Situ Gunung
Pada awalnya tempat wisata Situ Gunung identik dengan danaunya, karena akses menuju tempat wisata lain belum mudah untuk dilewati seperti sekarang. Selain itu, rute menuju danau sangat mudah dilewati oleh berbagai usia karena jalannya yang cenderung datar dan dekat. Di sekitaran danau terdapat halaman berumput hyang sangat luas dan biasa dipakai untuk mendirikan tenda, menghamparkan tikar untuk sekadar bersantai atau makan bersama keluarga, tempat bermain, juga berfoto.
Dalam sebuah cerita dongeng yang tersebar, dikisahkan bahwa danau ini dibuat oleh manusia yang bernama Rangga Jagad Syahadana atau yang terkenal dengan panggilan Mbah Jalun ketika masa penjajahan Belanda. Menurut Jessica Susanti, dalam tulisannya menyebutkan “Danau ini dibuat sebagai wujud syukur atas kelahiran anaknya yang bernama Rangga Jaka Lulunta.”
Pemandangan di sekitar danau sungguh indah. Di sana terdapat pepohonan menjulang tinggi yang memberikan efek sejuk pada sekitarnya, danaunya juga sangat luas, sehingga menambah kesan yang pas. Karena pemandangannya luar biasa, tempat ini sering terpilih untuk pengambilan gambar seperti prewedding, foto kelas, atau foto keluarga.
2. Curug Sawer
Sebelum ada jembatan, kita tetap bisa mengunjungi Curug Sawer. Namun, jalan yang ditempuh cukup sulit dan jauh. Dengan adanya jembatan tersebut, membuat kita lebih hemat tenaga dan waktu.
Pemandangan yang disuguhkan oleh Curug Sawer luar biasa. Di sana terdapat air terjun yang di sekitarnya tumbuh berbagai jenis tumbuhan, sehingga menambah keindahan pemandangan. Airnya sangat bersih dan menyegarkan, sehingga banyak wisatawan yang turun untuk berenang. Tetapi, jika ingin berenang disarankan untuk memilih tempat yang agak jauh dari jatuhnya air terjun, karena deras dan kedalaman di tempat jatuhnya air bisa menyebabkan bahaya.
Banyak hal yang bisa dilakukan disana, seperti berfoto, berenang atau hanya sekadar bersantai menikmati pemandangan. Selain itu, di sana juga terdapat banyak pedagang yang akan memenuhi keinginan kita, mulai dari pedagang makanan, minuman, aksesoris, dll.
3. Lembah Purba
Lembah Purba merupakan objek wisata terakhir yang akan kita bahas. Dahulu sebelum dilakukan pembangunan, masyarakat mengenalnya dengan nama Curug Kembar. Diberi nama curug kembar karena di sana terdapat dua air terjun yang terlihat mirip. Mengutip dari sukabumiku.com, “Kabarnya, pengelolanya PT Fontis membuatnya menjadi objek wisata ekspedisi lembah purba.”
Perjalanan yang ditempuh untuk sampai di Lembah Purba ini memang lebih jauh dibandingkan dengan perjalanan ke danau atau Curug Sawer. Namun, pemandangan yang disuguhkan pastinya tidak kalah indah. Saat perjalanan ke Curug sawer, kita hanya perlu melewati satu jembatan. Nah, untuk perjalanan ke Lembah Purba ini harus melewati lebih banyak jembatan. Namun, hanya ada satu jembatan yang menarik perhatian para wisatawan yaitu jembatan terakhir. Kenapa bisa menjadi menarik? Karena jembatannya memiliki desain yang berbeda dengan yang lain. Selain itu, pemandangan yang disuguhkan juga berbeda. Di atas sana, kita bisa melihat Curug Kembar dari kejauhan.
Sumber Referensi:
https://travel.kompas.com/read/2020/09/07/211100827/jembatan-gantung-terpanjang-di-asia-tenggara-ada-di-sukabumi-apa-yang-menarik?page=all
https://www.saintd.co/2019/01/wisata-jembatan-gantung-situ-gunung.html
https://kelloggsnyc.com/situ-gunung/
https://www.sabumiku.com/wisata-sukabumi/curug-kembar-sukabumi-ekspedisi-lembah-purba-kawasan-situgunung/
