Kumparan Logo

Ambisi Besar Lamine Yamal Klaim Layak Raih Gelar Ballon dOr

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lamine Yamal merayakan gol kelima Barcelona saat melawan Rayo Vallecano.
zoom-in-whitePerbesar
Lamine Yamal merayakan gol kelima Barcelona saat melawan Rayo Vallecano.

Lamine Yamal menegaskan kelayakannya untuk memenangkan penghargaan Ballon d'Or dalam wawancara terbaru bersama media Inggris pekan ini. Bintang muda asal Barcelona tersebut secara terbuka menunjukkan kepercayaan diri yang sangat tinggi terkait peluangnya menyabet trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.

Sikap percaya diri sang pemain memicu berbagai reaksi dari kalangan pencinta sepak bola global. Di satu sisi, publik mengagumi mentalitas kuat pemuda berbakat ini, namun di sisi lain, kampanye mandiri yang agresif ini dinilai berisiko memicu sentimen negatif dari para pemilik suara.

Kepercayaan Diri Sang Winger Muda Barcelona

Dalam sebuah wawancara mendalam, pemain berposisi winger tersebut mengungkapkan pandangannya tentang pencapaian kariernya saat ini. Dia merasa standar permainannya sudah layak mendapatkan apresiasi tertinggi sejak lama, bukan hanya terbatas pada performa impresifnya sepanjang musim ini saja.

“Sejujurnya, saya rasa bukan hanya sejak tahun ini saja saya berada di level untuk memenangkan Ballon d'Or, hal itu sudah terjadi lebih lama dari itu,” ujar Lamine Yamal dengan nada penuh keyakinan. Dia juga menambahkan bahwa asumsi usia muda sering kali membuat pihak tertentu enggan memberikan suara kepadanya karena menganggap dirinya masih memiliki banyak waktu di masa depan.

“Saya hanya harus menang, menang, dan menang lagi, dan akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi perdebatan. Akan ada orang yang menyukainya, dan ada orang lain yang berkata bahwa saya terlalu banyak pamer. Dan itu normal,” pungkasnya.

Bahaya Bumerang Kampanye Mandiri Berlebihan

Langkah promosi diri ini rupanya tidak hanya dilakukan oleh penyerang muda Spanyol tersebut. Rekan sesama bintang lapangan hijau, Kylian Mbappe, juga dinilai kerap melakukan glorifikasi diri yang serupa dalam beberapa pekan terakhir demi menarik perhatian publik dan para pemegang hak suara.

Namun, strategi komunikasi agresif ini mendapat peringatan keras dari mantan kepala Ballon d'Or, Pascal Ferre. Tokoh berpengaruh tersebut menilai bahwa upaya manipulasi opini publik yang terlalu kentara justru bisa menjadi bumerang dan mengiritasi para juri yang bertugas menentukan pemenang.

“Ketika saya mengatakan bahwa Anda bisa kehilangan Ballon d'Or di tingkat komunikasi, maksud saya adalah seorang pemain berada di bawah sorotan dengan cara yang tidak menyenangkan dan memberi pemilih kesan bahwa mereka didesak untuk mengambil keputusan,” jelas Pascal Ferre kepada media Prancis. Dia mengingatkan bahwa para pemilih memiliki pengalaman serta penilaian objektif yang matang tanpa perlu didekte secara berulang-ulang.

Peta Persaingan Sengit Menuju Gala London

Meskipun sorotan tajam tertuju pada persaingan kata-kata, nominasi tahun ini tetap menyajikan nama-nama besar dengan kontribusi luar biasa di atas lapangan. Selain dua penyerang muda tersebut, penyerang tajam Bayern Munich, Harry Kane, serta juara bertahan Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain juga masuk dalam bursa kandidat terkuat.

Kandidat kuat lainnya yang patut diperhitungkan adalah Rodri, sang jenderal lapangan tengah Spanyol yang baru saja menyelesaikan kepindahannya ke Barcelona setelah tampil gemilang di Piala Dunia. Kehadiran para pemain bintang ini memastikan persaingan memperebutkan trofi bola emas akan berlangsung sangat ketat hingga detik-detik terakhir.

Upacara penyerahan edisi ke-70 ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober mendatang dengan sebuah perubahan bersejarah. Untuk pertama kalinya demi menandai hari jadi yang monumental, acara seremonial megah tersebut tidak akan diselenggarakan di Paris, melainkan dipindahkan ke kota London, Inggris.