Andre Rosiade Desak Flyover Padang Luar Dibangun, Macet Tak Bisa Dibiarkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan sejumlah kepala daerah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan sejumlah kepala daerah. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan sejumlah kepala daerah guna membahas percepatan pembangunan Flyover Padang Luar di Kabupaten Agam.

Rapat yang berlangsung di Kantor BPJN Sumbar, Padang Timur, Kota Padang, Jumat (5/6/2026), dihadiri Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang Hendrialdi, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.

Dalam rapat tersebut, Andre menegaskan pembangunan Fly Over Padang Luar harus segera direalisasikan untuk mengatasi kemacetan yang telah berlangsung puluhan tahun di salah satu jalur utama penghubung Padang, Bukittinggi, Agam, dan sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat.

Menurutnya, kemacetan di kawasan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita harus mencari solusi konkret. Puluhan tahun persoalan ini tidak selesai. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat terganggu hanya karena kemacetan di Padang Luar. Rakyat tidak butuh konten, rakyat butuh hasil nyata dari para pejabat,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Andre mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali membuka peluang penganggaran pembangunan fly over setelah sebelumnya sempat tertunda. Ia juga menyebut sejumlah pihak, termasuk PT KAI sebagai pemilik lahan pasar, pada prinsipnya telah menyatakan dukungan terhadap pembangunan proyek tersebut.

Menurut Andre, kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menghentikan perdebatan yang berlarut-larut dan fokus mencari solusi yang dapat direalisasikan.

“Ada kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan segelintir pihak. Kita tentu melindungi pedagang Pasar Padang Luar, tetapi kita juga harus memikirkan jutaan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur ini,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Andre juga meluruskan anggapan bahwa pembangunan fly over akan memindahkan aktivitas Pasar Padang Luar ke lokasi lain. Menurutnya, pedagang yang terdampak nantinya hanya akan ditata ulang dan tetap berada di kawasan pasar yang sama.

Dukungan terhadap pembangunan Fly Over Padang Luar juga disampaikan Bupati Agam Benny Warlis. Ia mengatakan hasil pembahasan sebelumnya menunjukkan proyek tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI tanpa harus merelokasi pasar ke lokasi baru.

“Yang perlu dipahami, tidak ada relokasi pasar ke tempat lain. Pedagang yang terdampak tetap berada dalam kawasan pasar yang sama, hanya dilakukan penataan agar pembangunan fly over bisa berjalan,” kata Benny.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyebut pihaknya telah melakukan berbagai kajian teknis terkait pembangunan Fly Over Padang Luar, termasuk pemanfaatan lahan PT KAI sebagai lokasi utama pembangunan pilar dan konstruksi.

Menurut Elsa, BPJN bersama BTP, Pemerintah Kabupaten Agam, dan pihak terkait akan melakukan survei lapangan lanjutan guna memastikan kebutuhan lahan serta desain teknis proyek sebelum dilaporkan kembali kepada pemerintah pusat.

“Kami akan memaksimalkan pemanfaatan lahan PT KAI dan minggu depan akan dilakukan survei lapangan bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan lahan yang diperlukan,” ujarnya.

Andre berharap seluruh pihak dapat mempercepat penyelesaian persoalan lahan dan penataan kawasan sehingga pembangunan Fly Over Padang Luar segera direalisasikan. Menurutnya, proyek tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kelancaran transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.