Andre Rosiade Dorong Bypass 6,5 Km, Hubungkan Exit Tol Pasar Amor-Simpang Taluak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memprakarsai dan hadir langsung pada sosialisasi pembangunan akses exit tol Sicincin-Bukittinggi di Pasar Amor ke Simpang Taluak bersama PT Hutama Karya, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam serta unsur masyarakat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memprakarsai dan hadir langsung pada sosialisasi pembangunan akses exit tol Sicincin-Bukittinggi di Pasar Amor ke Simpang Taluak bersama PT Hutama Karya, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam serta unsur masyarakat. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mendorong pembangunan bypass sepanjang 6,5 kilometer dari kawasan exit tol Pasar Amor menuju Simpang Taluak di Nagari Taluak Ampek Suku, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Bypass tersebut disiapkan sebagai akses non-tol yang memungkinkan masyarakat ikut menikmati manfaat pembangunan konektivitas Tol Sicincin-Bukittinggi tanpa harus masuk ke jalan bebas hambatan.

Gagasan itu disampaikan Andre dalam sosialisasi yang diprakarsainya bersama Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam di Kantor Wali Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kamis (17/9/2026). Andre mengatakan keberadaan bypass menjadi penting agar kendaraan dari exit tol tidak seluruhnya diarahkan ke kawasan Padang Luar yang selama ini telah menjadi jalur padat atau macet.

“Kalau tol kita buang atau keluar langsung ke jalan nasional ke arah Padang Luar, itu bisa macet. Kita butuh bypass. Bypass itu sudah dibuat trasenya sejak dulu. Ini yang mau kita pergunakan dari Pasar Amor sampai Simpang Taluak, bukan ke Padang Luar,” kata Andre.

Menurut Andre, bypass tersebut memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar akses keluar-masuk tol. Masyarakat yang tidak menggunakan tol tetap dapat memanfaatkannya sebagai jalan alternatif. Dari Kotobaru, misalnya, kendaraan tetap dapat menuju kawasan Padang Luar melalui bypass tanpa harus melewati jalur lama yang semakin padat.

Dirut Hutama Karya Koentjoro membenarkan rencana tersebut. Ia menjelaskan, konsep yang disiapkan menempatkan exit tol di kawasan Pasar Amor. Dari pintu keluar tol terdapat akses sekitar 500-600 meter yang kemudian terhubung dengan bypass sepanjang 6,5 kilometer menuju Simpang Taluak.

“Dari Pasar Rabaa ke Simpang Tanuah, itu ada bypass sepanjang 6,5 kilometer. Trasenya sudah ada dan masyarakat bisa memanfaatkan jalan bypass ini,” ujar Koentjoro.

Koentjoro mengatakan trase tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena jalurnya telah tersedia, meskipun masih membutuhkan peningkatan kapasitas dan kualitas jalan. Bypass akan dibangun dengan kualitas yang memadai, dilengkapi putaran dan akses untuk memungkinkan masyarakat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Drainase juga menjadi perhatian karena kanan-kiri jalur banyak terdapat lahan pertanian.

Ketua KAN Batu Palano Editiawarman menyatakan masyarakat pada dasarnya dapat menerima pembangunan bypass karena melihat potensi manfaat ekonominya. Namun, ia meminta pembangunan tetap memperhatikan tanah ulayat dan lahan produktif masyarakat Batu Palano. Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan bekas Pasar Amor memiliki nilai penting bagi nagari.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memprakarsai dan hadir langsung pada sosialisasi pembangunan akses exit tol Sicincin-Bukittinggi di Pasar Amor ke Simpang Taluak bersama PT Hutama Karya, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam serta unsur masyarakat. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, lahan bekas Pasar Amor sekitar lima hektare merupakan tanah ulayat yang sedang diupayakan untuk dikembalikan kepada anak nagari. Pihak nagari, kata dia, bahkan telah memiliki rencana untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai lokasi pendidikan tinggi. Karena itu, rencana exit tol di kawasan tersebut perlu dibahas secara khusus bersama masyarakat nagari.

“Kalau masalah exit tol, kami juga sangat setuju. Tapi kami sangat mengharapkan sosialisasinya betul-betul sampai ke Nagari Batu Palano,” katanya.

Wali Nagari Sariak Ismet Dianto turut meminta agar trase bypass dan akses tol dipastikan melalui pendataan lapangan. Ia mengatakan perubahan trase sebelumnya telah menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kepastian trase penting agar Pemerintah Nagari dapat menjelaskan secara tepat kepada ninik mamak dan warga yang berpotensi terdampak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Sumbar Ahdiyarsyah mengatakan pemerintah akan melakukan pendataan awal di lapangan. Ia menjelaskan bahwa perbedaan rancangan sebelumnya dapat terjadi karena adanya perbedaan standar teknis antara perencanaan jalan provinsi dengan desain jalan nasional. Karena itu, trase akan diverifikasi kembali bersama tim teknis, pemerintah nagari dan masyarakat.

Wakil Bupati Agam M. Iqbal menyebut rencana bypass tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas baru yang sedang dibangun pemerintah pusat. Ia berharap pembangunan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat Agam yang sebagian besar menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian.

Andre menilai konektivitas baru tersebut dapat membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi Agam dan Sumatera Barat. Ia mengatakan akses jalan yang semakin baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memperluas pergerakan wisatawan dan membuka hubungan ekonomi dengan daerah lain, termasuk Riau.

“Kalau tol sambung sampai Riau, orang Riau bisa datang ke kampung kita membawa banyak uang setiap minggu dan setiap liburan. Produk pertanian Agam juga bisa dikirim lebih cepat ke Riau. Ini dimaksud supaya kampung kita yang untung,” ujar Andre.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memprakarsai dan hadir langsung pada sosialisasi pembangunan akses exit tol Sicincin-Bukittinggi di Pasar Amor ke Simpang Taluak bersama PT Hutama Karya, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam serta unsur masyarakat. Foto: Dok. Istimewa

Ia menegaskan, pembangunan bypass dan konektivitas tol harus diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menjaga agar kampung dan nagari tetap terhubung. Karena itu, Andre meminta seluruh pihak melanjutkan dialog sampai ditemukan formula yang dapat diterima dan dilaksanakan secara teknis.

Dalam paparan Hutama Karya, ruas Tol Bukittinggi-Sicincin memiliki panjang sekitar 39,6 kilometer dan dirancang dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Berdasarkan kajian CORE Indonesia 2024 yang dicantumkan dalam materi sosialisasi, pembangunan ruas tersebut diproyeksikan memberikan penghematan jarak tempuh 8,88 persen dan penghematan waktu tempuh hingga 55,91 persen.