Andre Rosiade Resmikan BTS Tahura Bung Hatta, Geram 15 Tiang Telkom Dicuri

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meresmikan BTS Telkomsel di kawasan Tahura Bung Hatta, Sitinjau Lauik, Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (24/8/2026). Di tengah peresmian tersebut, Andre mengungkap aksi pencurian 15 tiang Telkom yang menjadi penyangga jaringan fiber optik di kawasan Lubuk Paraku hingga menyebabkan gangguan sinyal bagi masyarakat.
Andre Rosiade bersama Manager Network Operation Padang Telkomsel Andy Suhatril dan tim meninjau langsung kondisi BTS serta membahas gangguan jaringan yang terjadi. Menurut Andre, 15 tiang Telkom yang berada di Lubuk Paraku, sebelum gerbang kantor Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL), telah hilang sekitar dua bulan. Kondisi tersebut baru diketahui setelah fiber optik putus pada Sabtu malam karena kabel yang jatuh ke badan jalan terlindas truk.
“Pihak Telkom kehilangan 15 tiang yang dicuri. Akibatnya fiber optik putus terlindas truk. Jadi sinyal di Lubuk Paraku hilang,” kata Andre yang sangat geram dan ingin Kepolisian mengusut kasus ini karena sudah dilaporkan secara resmi oleh manajemen Telkom.
Gangguan tersebut berdampak pada dua BTS, yakni Lubuk Paraku dan Tahura Bung Hatta. Saat peresmian berlangsung, BTS Tahura Bung Hatta sudah kembali aktif, sedangkan jaringan di Lubuk Paraku masih dalam proses pemulihan oleh Telkom dan Telkomsel. Laporan kehilangan 15 tiang tersebut juga telah disampaikan pihak Telkom kepada kepolisian.
Andre menegaskan, pencurian aset telekomunikasi bukan sekadar merugikan perusahaan, tetapi berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Karena itu, dia meminta masyarakat dan aparat penegak hukum bersama-sama menjaga berbagai infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan publik.
“Memalukan. Masa kita bangun, malah dicolong orang. Mari kita jaga aset-aset yang ada sehingga pelayanan sinyal kita tidak hilang dan tidak merugikan masyarakat,” tegas Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Selain pencurian tiang, Andre mengingatkan adanya modus orang menyamar menggunakan pakaian Telkomsel untuk masuk ke lokasi BTS. Menurutnya, baterai dan kabel menjadi sasaran pencurian. Karena itu, dia meminta setiap petugas yang datang melakukan pemeliharaan diverifikasi identitasnya. “Kalau ada orang yang berpakaian Telkomsel datang untuk maintenance, foto mukanya, foto pelat nomornya, foto KTP-nya. Kalau petugas asli, pasti mau,” ujarnya.
Andre juga meminta Mitratel menambah penerangan di sekitar BTS Tahura Bung Hatta dan mendorong pemasangan CCTV untuk memperketat pengawasan. Menurutnya, lokasi BTS yang jauh dan minim penerangan membutuhkan sistem keamanan yang lebih baik.
Dalam peresmian tersebut, Andre berharap BTS Tahura Bung Hatta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat konektivitas di kawasan Sitinjau Lauik. Namun, dia kembali mengingatkan agar fasilitas yang baru dibangun tersebut dijaga bersama. “BTS Tahura Bung Hatta kita resmikan. Mudah-mudahan bermanfaat. Tolong dijaga, jangan sampai ada kecolongan dan pencurian,” kata Andre.
Sementara itu, Manager Network Operation Padang Telkomsel Andy Suhatril menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kedatangan Andre Rosiade dalam peresmian BTS Tahura Bung Hatta. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga infrastruktur telekomunikasi di kawasan Sitinjau Lauik.
Andy memastikan Telkomsel bersama pihak terkait akan fokus mengusut kasus hilangnya 15 tiang tersebut. Selain itu, langkah pengamanan di kawasan BTS Sitinjau Lauik juga akan diperkuat, termasuk dengan menambah penerangan dan penjagaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berterima kasih atas kedatangan Pak Andre Rosiade dan perhatian beliau terhadap kondisi di lapangan. Kami akan fokus mengusut kasus ini dan memperkuat pengamanan, termasuk menambah penerangan serta penjagaan di lokasi BTS di Sitinjau,” ujar Andy.
