Kumparan Logo

Aturan FIFA Larang Timnas Portugal Pensiunkan Nomor Tujuh Cristiano Ronaldo

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERS

Cristiano Ronaldo mengumumkan keputusan pensiun dari panggung sepak bola internasional melalui sebuah video perpisahan di akun media sosial resminya. Dirinya menegaskan, “Harinya telah tiba untuk mengembalikan kaus nomor 7 kepada tim nasional kita, kepada kita semua.” Dikutip dari laporan Record via Goal, pernyataan penyerang legendaris tersebut mengakhiri masa pengabdian panjang selama 22 tahun membela panji Selecao das Quinas.

Keputusan gantung sepatu ini langsung memicu perbincangan hangat mengenai masa depan nomor punggung tujuh yang telah menjadi identitas ikonik sang megabintang. Namun, aturan baku dari otoritas sepak bola dunia memastikan bahwa nomor keramat tersebut tidak bisa dipensiunkan untuk selamanya.

Regulasi Ketat dan Suksesi Nomor Punggung Tujuh

Rafael Leao langsung mengenakan kaus nomor tujuh saat Cristiano Ronaldo absen sebelum pertandingan menghadapi Denmark pada jeda internasional terakhir. Peristiwa tersebut menjadi sinyal gamblang bahwa nomor punggung bersejarah ini akan terus berputar di skuat utama tanpa kekosongan.

Regulasi UEFA mewajibkan setiap tim nasional mendaftarkan daftar 23 nama pemain dengan penomoran urut lengkap sebelum laga resmi dimulai. Aturan mengikat tersebut menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun nomor yang dibiarkan kosong, baik di kompetisi Nations League maupun turnamen resmi FIFA.

Kaus nomor tujuh di tim nasional sejatinya bukan monopoli mutlak Ronaldo semata sepanjang karier panjangnya. Nama-nama tenar seperti Nani, Ricardo Quaresma, Fabio Coentrao, hingga Andre Silva pernah mengenakan nomor tersebut saat sang kapten utama berhalangan tampil.

Penolakan Tegas FIFA terhadap Tradisi Pensiun Nomor

Federasi Sepak Bola Internasional melarang keras pembekuan atau pemensiunan nomor punggung pada skuat tim nasional pria. Regulasi kaku tersebut berlaku mutlak bagi seluruh anggota federasi tanpa memedulikan seberapa besar status kebintangan seorang pemain.

Legenda sepak bola Portugal Paulo Futre sempat melontarkan usulan emosional agar nomor tersebut disimpan untuk menghormati Ronaldo. Futre menyatakan, “Jika saya berada di federasi sepak bola, saya akan memensiunkan kaus nomor 7, Cristiano harus pergi dengan cara yang luar biasa.”

Tribut berupa pembekuan nomor punggung hanya diizinkan secara sah pada kancah sepak bola antarklub. FIFA tetap mewajibkan susunan nomor skuat tim nasional tetap teratur dan utuh pada setiap kompetisi resmi internasional.

Jejak Penolakan Serupa dari Maradona hingga Messi

Asosiasi Sepak Bola Argentina pernah mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk memensiunkan nomor sepuluh demi menghormati Diego Maradona pada 2001. Otoritas tertinggi sepak bola dunia menolak permohonan tersebut secara tegas hingga Ariel Ortega akhirnya mengenakan nomor keramat itu di Piala Dunia 2002.

Skenario serupa menimpa Argentina ketika berupaya memensiunkan nomor sepuluh milik Lionel Messi beberapa waktu lalu. Sikap tanpa kompromi FIFA bahkan pernah terjadi pada mendiang Marc-Vivien Foe yang meninggal dunia di lapangan, di mana permintaan Kamerun untuk memensiunkan nomor 17 ditolak meski klub Manchester City dan Lens mengabulkannya.

Perjalanan nomor punggung Ronaldo sendiri berawal dari nomor 16, lalu berpindah ke nomor 17, sebelum akhirnya mewarisi nomor 7 peninggalan Luis Figo pada 2007 silam. Era Ronaldo dengan kaus nomor tujuh memang telah resmi berakhir, namun sejarah nomor tersebut akan terus berlanjut di pundak penerus generasi baru.