Babak Baru Kasus Intimidasi Dokter Icha: Keluarga Lapor Polisi hingga Komnas HAM

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah duka dokter Icha di Baumata, Kupang, NTT, Senin (29/6/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka dokter Icha di Baumata, Kupang, NTT, Senin (29/6/2026). Foto: kumparan

Keluarga almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan empat orang ke Polda NTT. Selain itu, mereka juga melaporkan kasus ini ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

Keempat orang yang dilaporkan ini, diduga memiliki keterkaitan dengan rangkaian peristiwa yang dialami dokter Icha sebelum meninggal dunia.

Kasus meninggalnya dokter Icha telah menjadi perhatian publik. Ia ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar rumahnya di kawasan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) petang.

Dokter tersebut diduga mengalami depresi akibat intimidasi yang diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Intimidasi itu diterima dokter Icha saat menjalankan tugasnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

Laporan polisi diajukan langsung oleh ayah almarhumah, Gabriel Pakaenoni; ibu dokter Icha, Nur Azizah; serta dua adik dokter Icha, yakni Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Eveline Pakaenoni. Mereka didampingi kuasa hukum keluarga, Victor Manbait.

Terkait laporan tersebut, Victor Manbait mengatakan langkah itu diambil setelah melakukan penelusuran dan pengumpulan informasi serta keterangan berbagai pihak.

"Setelah kami mendalami seluruh rangkaian peristiwa, ada empat orang yang kami laporkan secara resmi kepada Polda NTT," tegas Victor kepada wartawan usai membuat laporan di Polda NTT, dikutip Minggu (5/7).

Empat orang yang dilaporkan tersebut terdiri atas tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yakni Norbertus Tubani, Therensius Lazakar, dan Veronika Lake. Sedangkan satu orang lainnya ialah dokter hewan yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Maria Mathildis Sau alias Thildis.

Menurut Victor, Maria turut dilaporkan karena diduga terlibat dalam peristiwa di IGD RS Leona Kefamenanu saat dokter Icha sedang menjalankan tugasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga, Maria diduga ikut memberikan tekanan dengan memaksakan kehendaknya terkait pelayanan medis.

"Yang bersangkutan juga berada di IGD dan ikut memaksakan kehendak. Bahkan sempat mengatakan bahwa dirinya bisa mengambil serum di puskesmas dan menyuntikkannya sendiri kepada anggota keluarganya yang sakit," ungkap Victor.

Orang tua dokter Icha saat berada di pemakaman. Foto: kumparan

Pernyataan tersebut, menurut keluarga, memperkeruh situasi yang saat itu sudah dipenuhi tekanan terhadap dokter Icha. Sebelumnya, almarhumah disebut telah menerima berbagai ucapan bernada keras, intimidatif, dan tekanan verbal dari tiga anggota DPRD yang kini turut dilaporkan.

Kuasa hukum keluarga menilai seluruh rangkaian peristiwa tersebut tidak dapat dipisahkan dan harus diusut secara menyeluruh melalui proses hukum.

"Kami berharap laporan ini segera ditindaklanjuti secara profesional oleh penyidik Polda NTT sehingga seluruh fakta dapat dibuka secara terang dan siapa pun yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku," tegas Victor.

Sebelumnya, Polda NTT telah membentuk Tim Joint Investigation untuk menyelidiki kasus ini. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan pembentukan Tim Joint Investigation merupakan tindak lanjut hasil asistensi bersama Bareskrim Polri guna mengoptimalkan penanganan perkara melalui kolaborasi lintas fungsi.

"Kapolda NTT menginstruksikan agar seluruh potensi alat bukti dan fakta hukum didalami secara menyeluruh melalui mekanisme Joint Investigation. Penanganan perkara ini mengedepankan scientific crime investigation sehingga setiap kesimpulan yang diambil benar-benar didasarkan pada alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum," katanya, Jumat (3/7).

Ia menjelaskan, tim tersebut akan dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT dengan melibatkan Direktorat Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA dan PPO), Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polres Timor Tengah Utara, dan Polres Kupang.

Dalam penanganannya, masing-masing fungsi akan bekerja sesuai kewenangan. Ditreskrimum akan mendalami penyebab kematian korban, Dit PPA dan PPO menangani aspek yang berkaitan dengan perlindungan terhadap perempuan, sementara Ditreskrimsus bersama tim siber akan melakukan pendalaman terhadap alat bukti elektronik serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polri apabila diperlukan.

Lapor ke Komnas HAM & Komnas Perempuan

Suasana rumah duka dokter Icha di Baumata, Kupang, NTT, Senin (29/6/2026). Foto: kumparan

Selain melapor ke Polda NTT, keluarga juga melaporkan kasus itu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

"Pada saat terjadinya intimidasi itu, dokter Icha sedang menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan pada fasilitas publik, dan mendapatkan penekanan serta pemaksaan, juga intimidasi oleh pejabat publik. Sehingga kita melihat ada pelanggaran hak asasi di sana," ujar kuasa hukum keluarga dokter Icha, Victor Manbait, Minggu (5/7).

"Kita akan meminta Komnas HAM dan Komnas Perempuan turun tangan agar bisa memberikan keadilan bagi dokter Icha, keluarga, serta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten TTU," katanya.

Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran etika pelayanan, melainkan juga menyangkut perlindungan hak asasi tenaga kesehatan yang menjalankan tugas di fasilitas publik.

Kuasa hukum juga memastikan akan terus mengawal proses hukum di kepolisian maupun pemeriksaan di Badan Kehormatan DPRD TTU akan terus dikawal.

Diketahui sebelum meninggal dokter Icha sempat melaporkan insiden tersebut ke Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Badan Kehormatan DPRD TTU.

Victor juga menyampaikan hasil investigasi tim pencari fakta Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan benar terjadi intimidasi terhadap Dokter Icha dan berdampak berat pada kondisi psikis hingga berujung pada kematiannya.

Diperiksa Polisi, Ketua DPRD TTU Ungkap Isi Curhatan Dokter Icha

Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Foto: Instagram/ @kemenkes_ri

Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi, mengungkapkan isi curhatan dokter Icha saat menjenguk di RS Leona Kefamenanu, 17 Juni 2026.

Kunjungan dilakukan setelah keluarga melaporkan secara lisan ke DPRD terkait dugaan tekanan dan intimidasi dari tiga anggota dewan.

Kristoforus menyatakan dokter Icha tidak merinci setiap ucapan, namun menyampaikan sempat diintimidasi tiga anggota DPRD.

"Mereka menegur dengan nada kasar, memprotes kenapa tidak begini, kenapa tidak begitu. Padahal saya sudah bertindak sesuai SOP dan berkonsultasi dengan satu-satunya tenaga ahli yang ada," ungkap Kristo, Minggu (5/7).

Ia juga menceritakan dokter muda itu merasa hilang kepercayaan diri untuk kembali bertugas usai peristiwa tersebut.

"Ia merasa seolah dituduh berbuat salah besar, padahal langkahnya sesuai prosedur dan telah disetujui tenaga ahli," katanya.

Selain itu, dokter Icha mengaku merasa malu di hadapan pasien dan keluarga yang menyaksikan kejadian di IGD, sehingga enggan kembali bekerja.

Menurutnya, setelah kejadian, dokter Icha juga mengakui sudah tiga kali mencoba mengakhiri hidup. Kristoforus berusaha menenangkan dan mengimbau agar tidak mengulangi lagi. Saat itu ia juga meminta maaf atas nama lembaga dan berharap dokter Icha bisa pulih.

Ia mengaku, semua curhatan dokter Icha saat kunjungan itu sudah disampaikan ke polisi saat dia diperiksa.

"Saya menjalani pemeriksaan penyidik di Polres TTU sekitar 1,5 jam pada Sabtu (4/7). Penyidik menggali keterangan tentang pertemuan dan kondisi korban pasca-insiden," tutupnya.