Bangga, Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Saksikan Anaknya Tampil di Istana

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ismi Ulfaida bersama Ibunya, Suburia ditemui usai upacara penurunan bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Ismi Ulfaida bersama Ibunya, Suburia ditemui usai upacara penurunan bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Kemensos RI

Suburia tak mampu menyembunyikan perasaan haru saat melihat anaknya, Ismi Ulfaida berada di barisan Paskibraka yang bertugas dalam penurunan bendera dalam rangka HUT 81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Ismi adalah satu-satunya siswa Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang berhasil lolos menjadi bagian dari Paskibraka Nasional tahun 2026. Ia bahkan mengemban amanah sebagai cadangan baki.

Ditemui usai acara, Suburia mengaku tidak menyangka bisa sampai ke Jakarta untuk melihat putrinya tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

"Langsung terharu pak, menangis mendengar anak lolos (Paskibraka)," kata Suburia.

Ismi Ulfaida bersama Ibunya, Suburia ditemui usai upacara penurunan bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Kemensos RI

Ismi merupakan anak dari pasangan Rahman dan Suburia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga ini mengandalkan penghasilan Rahman yang bekerja sebagai buruh tani.

Dengan penghasilan tidak menentu dan segala keterbatasan yang ada, Ismi tetap menjadi anak yang sabar dan mempunyai tekad kuat untuk menggapai mimpinya, termasuk menjadi seorang Paskibraka.

"Selain Ismi-nya penyabar dan penurut, dia juga membantu saya di rumah menyelesaikan pekerjaan rumah," ujarnya.

Di samping itu, Suburia juga merasakan perubahan yang cukup signifikan. Menurutnya Ismi lebih rajin beribadah setelah menjalani pendidikan selama satu tahun di Sekolah Rakyat.

Di tempat yang sama, Ismi menjelaskan butuh proses panjang hingga dia bisa sampai tahap ini. Mulai dari seleksi tingkat kabupaten, naik ke provinsi, hingga tingkat nasional. Secara keseluruhan, Ismi bersaing dengan 119.441 pendaftar, dan dia masuk menjadi salah satu dari 76 putra-putri terpilih dari 38 Provinsi.

"Tentunya juga butuh proses panjang mulai dari tingkat seleksi kabupaten, provinsi dan akhirnya sampai tingkat pusat," kata Ismi.

Ismi bercerita sempat merasa grogi saat harus tampil di hadapan Presiden, namun kini dia merasa lega karena telah melalui segala proses dengan baik hingga tampil dengan sukses. "Tentunya terharu karena sudah selesai menuntaskan tugas negara," imbuhnya.

Ismi Ulfaida bersama Ibunya, Suburia ditemui usai upacara penurunan bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Kemensos RI

Pencapaian Ismi bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk meraih prestasi. Dia membuktikan bahwa siswa Sekolah Rakyat mampu bersaing bahkan hingga tingkat Nasional.

"Tentunya teman-teman Sekolah Rakyat jangan pernah putus asa, jangan mudah menyerah, karena semua pasti ada jalannya," pungkasnya.