Kumparan Logo

Barcelona Jamin Laga El Clasico Tetap Berjalan di Tengah Mogok Kerja

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ronald Araujo dari FC Barcelona mengangkat trofi saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya setelah memenangkan LaLiga pada 10 Mei 2026. Foto: REUTERS/Albert Gea
zoom-in-whitePerbesar
Ronald Araujo dari FC Barcelona mengangkat trofi saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya setelah memenangkan LaLiga pada 10 Mei 2026. Foto: REUTERS/Albert Gea

Manajemen FC Barcelona menjamin kelangsungan laga akbar El Clasico melawan Real Madrid di tengah ancaman aksi mogok kerja staf musiman klub pada akhir pekan ini. Seperti dikutip dari laporan Mundo Deportivo via Goal, kelompok pekerja musiman tersebut mengumumkan rencana aksi mogok kerja terbuka menjelang pertandingan krusial di stadion utama klub.

Pihak klub menegaskan bahwa seluruh operasional Stadion Johan Cruyff dan markas utama tim tetap berjalan lancar untuk menyambut puluhan ribu penonton. Manajemen memastikan kesiapan infrastruktur dan tata kelola pertandingan agar laga prestisius tersebut tidak mengalami penundaan jadwal atau pembatalan.

Ancaman Mogok Kerja Pekerja Musiman

Aksi mogok kerja tersebut digagas oleh sekitar 60 pekerja musiman yang bertugas menangani operasional harian stadion. Kelompok staf ini mengumumkan penghentian aktivitas kerja mulai Jumat dini hari hingga Senin pagi yang mencakup waktu pelaksanaan pertandingan El Clasico.

Para pekerja menuntut kenaikan upah bulanan serta penambahan jumlah personel hingga mencapai 90 orang pegawai dalam kesepakatan kerja kolektif. Namun, manajemen klub menyatakan bahwa gaji yang diterima para pekerja musiman tersebut saat ini sudah berada jauh di atas rata-rata standar industri terkait.

Jaminan Manajemen dan Kesiapan Stadion

FC Barcelona merilis pernyataan resmi untuk meredam kekhawatiran publik terkait potensi gangguan jadwal pertandingan besar tersebut. Klub menegaskan bahwa kapasitas organisasional internal mereka sangat memadai untuk mengatasi berbagai kondisi darurat selama penyelenggaraan acara.

Manajemen memproyeksikan sekitar 80.000 penonton akan memadati tribun stadion bersama jajaran staf administratif dan teknis. Seluruh layanan pendukung utama telah disiapkan secara ketat demi menjamin keamanan serta kenyamanan para pendukung yang hadir di lokasi.

Adopsi Model Efisiensi Real Madrid

Dalam pernyataan resminya, Barcelona melontarkan kritik implisit terhadap sistem ketenagakerjaan lama mereka dan menilai penggunaan staf khusus permanen untuk layanan pendukung telah menjadi langkah yang “ketinggalan zaman” dalam industri modern. Pihak manajemen mulai melirik model efisiensi milik pesaing utama seperti Real Madrid, Atletico Madrid, dan Espanyol yang mengandalkan penyedia jasa eksternal.

Klub-klub rival tersebut tidak mempekerjakan staf musiman permanen dalam jumlah besar untuk layanan keamanan, pelayanan pelanggan, dan kebersihan, melainkan mengandalkan sistem outsourcing. Manajemen Barcelona menegaskan bahwa proses negosiasi dengan para pekerja tetap berlanjut tanpa mengorbankan jalannya pertandingan terpenting musim ini.