Kumparan Logo

Celah Pertahanan Bayern Munich di Balik Rekor Unbeaten Musim Ini

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Michael Olise merayakan gol kedua Bayern Munich bersama rekan-rekan setimnya. Foto: Angelika Warmuth/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Michael Olise merayakan gol kedua Bayern Munich bersama rekan-rekan setimnya. Foto: Angelika Warmuth/REUTERS

Bayern Munich mencatatkan rekor sebagai satu-satunya klub yang belum terkalahkan di lima liga top Eropa pada awal musim ini. Seperti dikutip dari laporan Goal, raksasa Jerman tersebut berhasil mempertahankan catatan impresif ini di tengah persaingan ketat seluruh kompetisi domestik maupun Eropa.

Meskipun mampu menjaga rekor tanpa kekalahan, Bayern Munich sejatinya tampil lebih rentan dibandingkan performa impresif mereka pada musim sebelumnya. Pemimpin liga besar lainnya seperti Barcelona, Manchester City, Paris Saint-Germain, dan Inter Milan justru sudah menelan setidaknya dua kekalahan.

Ketajaman Lini Depan Menutupi Celah Pertahanan

Lini serang yang sangat produktif menjadi kunci utama keberhasilan klub dalam menjaga rekor tak terkalahkan tersebut. Skuad mereka berhasil mencetak total 47 gol dari 13 pertandingan kompetitif atau mengemas rata-rata 3,6 gol per laga.

Performa luar biasa lini depan ditopang oleh kontribusi masif dua pemain bintang utama mereka. Michael Olise sudah mengoreksi 19 kontribusi gol dari 13 laga, sementara Harry Kane menyumbang 17 kontribusi gol sejauh ini.

Ketergantungan pada dua pemain serang tersebut menjadi tumpuan penting ketika lini pertahanan mulai lengah. Kegagalan meraih poin penuh saat ditahan imbang Schalke 04, FC Augsburg, Viking Stavanger, serta Arsenal menjadi bukti kelengahan tim.

Tren Buruk Pertahanan Tanpa Catatan Nirbobol

Sektor pertahanan tim kini menjadi perhatian serius akibat penurunan efektivitas yang cukup signifikan. Bayern Munich telah kebobolan 14 gol dan hanya mencatatkan tiga clean sheet dari 13 laga awal musim.

Catatan nirbobol tersebut menurun drastis dibandingkan periode yang sama pada musim lalu. Pertahanan mereka bahkan selalu kebobolan dalam enam pertandingan terakhir, termasuk saat melawan klub divisi dua 1. FC Magdeburg di DFB Cup.

Belum adanya komposisi empat bek sejajar yang pasti disinyalir menjadi penyebab utama kerapuhan lini belakang. Min-Jae Kim dan Jonathan Tah masih bersaing ketat untuk merebut satu posisi mendampingi Dayot Upamecano di jantung pertahanan.

Ujian Berat Menghadapi Laga Krusial Mendatang

Persaingan di sektor bek sayap juga berlangsung sengit tanpa adanya pilihan utama yang menetap. Josip Stanisic, Konrad Laimer, Nathaniel Brown, serta Alphonso Davies mendapatkan kesempatan tampil yang relatif seimbang.

Masalah ketersediaan pemain juga memaksa Laimer, Brown, dan Davies untuk mengemban peran yang lebih menyerang. Pergeseran peran tersebut berdampak pada keseimbangan skema bertahan tim secara keseluruhan.

Ketahan rekor tak terkalahkan milik Bayern Munich bakal menghadapi dua ujian besar dalam waktu dekat. Mereka dijadwalkan bertamu ke markas Borussia Dortmund dalam lanjutan Bundesliga sebelum berhadapan dengan Atletico Madrid di Champions League.