Dony Oskaria-Andre Rosiade Tinjau Pelabuhan Muaro, Pembenahan Layanan Wisata jadi Prioritas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Muaro dan kawasan pinggiran Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Muaro dan kawasan pinggiran Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Muaro dan kawasan pinggiran Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (27/10/2026). Peninjauan tersebut menyoroti perlunya pembenahan fasilitas pelabuhan dan penataan kawasan bersejarah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pariwisata Sumatera Barat.

Kunjungan lapangan tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran beserta jajaran, Wali Kota Pariaman Yota Balad beserta jajaran, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis beserta jajaran, anggota DPRD Sumbar Verry Mulyadi, Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya, serta jajaran Pelindo Teluk Bayur.

Dalam kunjungan itu, Andre dan Donny melihat langsung kondisi fasilitas dermaga yang menjadi salah satu akses utama wisatawan menuju Kepulauan Mentawai. Keduanya juga meninjau kawasan di sepanjang Sungai Batang Arau yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah dan destinasi unggulan Kota Padang.

Donny menilai fasilitas pelayanan di Pelabuhan Muaro perlu ditingkatkan seiring tingginya aktivitas penumpang. Berdasarkan hasil peninjauan, dermaga tersebut diperkirakan melayani sekitar 500 hingga 1.000 wisatawan setiap hari, terutama mereka yang hendak menuju Kepulauan Mentawai.

“Jumlah turis yang mempergunakan dermaga kita itu sehari hampir 500 sampai 1.000 orang. Rata-rata mereka ke Mentawai. Dengan fasilitas yang ada sekarang, menurut kita ini belum mencerminkan kualitas layanan publik yang baik,” ujar Donny.

Menurut Donny, peningkatan kualitas fasilitas publik menjadi salah satu perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, fasilitas pelabuhan dan berbagai infrastruktur pelayanan masyarakat perlu terus dibenahi agar memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna jasa. “Kita ingin seluruh fasilitas layanan publik di masa Presiden Prabowo ini ditingkatkan dan menjadi prioritas,” katanya.

Selain menyoroti dermaga, Donny menegaskan pentingnya mengintegrasikan pengembangan fasilitas milik BUMN dengan penataan kawasan Kota Tua dan bangunan bersejarah di sepanjang Sungai Batang Arau. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan secara lebih terarah agar menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang publik yang lebih baik.

“Kita akan melakukan perbaikan dan inovasi di dermaga. Kita harapkan juga terintegrasi dengan kawasan Kota Tua. Sebagian besar bangunan ini milik BUMN, sehingga kualitasnya juga akan kita perbaiki,” ungkap Dony.

Andre Rosiade menyatakan, kunjungan lapangan tersebut penting untuk memastikan kondisi di lapangan menjadi dasar dalam mendorong perbaikan fasilitas dan pelayanan. Menurutnya, Pelabuhan Muaro bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan juga pintu masuk penting bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Kepulauan Mentawai.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Muaro dan kawasan pinggiran Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

“Pelabuhan Muaro ini harus kita benahi karena menjadi salah satu wajah pelayanan Sumatera Barat bagi wisatawan. Kita ingin masyarakat dan wisatawan mendapatkan fasilitas yang lebih baik, nyaman, dan tertata. Potensi pariwisata kita besar, sehingga infrastruktur pendukungnya juga harus terus ditingkatkan,” ujar Andre.

Andre menambahkan, pembenahan kawasan pelabuhan perlu berjalan beriringan dengan penataan kawasan sekitarnya. Dengan begitu, peningkatan fasilitas tidak hanya berdampak pada kenyamanan penumpang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Melalui peninjauan ini, pembenahan Pelabuhan Muaro diharapkan dapat menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan BUMN sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata Sumatera Barat. Penataan kawasan Batang Arau juga diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi kawasan bersejarah Kota Padang dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.