Dukung Antikorupsi, Pram Resmikan Halte Transjakarta Setiabudi Integritas

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan penamaan baru untuk Halte Transjakarta Setiabudi menjadi Halte Setiabudi Integritas pada Minggu (21/6).
Langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan penuh dari jajaran pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap penguatan kampanye antikorupsi di ruang publik yang strategis.
Hal ini merupakan hasil koordinasi dan tindak lanjut pertemuan Gubernur DKI dan pimpinan KPK. Penamaan baru pada halte yang berlokasi tepat di depan Gedung Merah Putih KPK ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan integritas. Mengingat tingginya intensitas penggunaan transportasi publik di wilayah Jakarta, halte ini diharapkan dapat menjadi medium edukasi publik yang efektif dan melekat dalam ruang keseharian warga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung gerakan ini.
"Peresmian Halte Setiabudi Integritas ini bukan sekadar perubahan papan nama ikon transportasi, melainkan pesan kuat bahwa perjuangan melawan korupsi adalah gerakan bersama. Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan nilai-nilai integritas dan kejujuran terus menggema serta tertanam di benak setiap warga, termasuk para pelanggan Transjakarta yang bermobilitas setiap hari di koridor ini," ujar Pramono Anung.
Melalui kehadiran simbol edukasi yang dekat dengan aktivitas harian, kolaborasi antara Pemprov DKI, Transjakarta, dan KPK ini diyakini mampu menyebarkan vibrasi positif.
Pemberantasan korupsi ditegaskan bukan hanya tugas institusi tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa demi kemajuan bersama.
Manajemen Transjakarta turut menegaskan komitmennya untuk menjadikan momentum ini sebagai pemacu dalam menghadirkan contoh pelayanan publik terbaik, bersih, terintegrasi, dan transparan bagi seluruh warga Jakarta. Sejalan dengan hal tersebut, Transjakarta juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama- sama merawat dan menjaga fasilitas publik ini agar tetap nyaman dan aman digunakan bersama.
Untuk mendukung perubahan ini, Manajemen Transjakarta memastikan bahwa penyesuaian sistem penamaan, baik pada petunjuk arah (signage), peta rute, hingga pengumuman suara (announcement) di dalam armada bus, secara bertahap telah diperbarui demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan seluruh pelanggan.
