Dulu Dikira Ribet, Ayyul Kini Urus Layanan JKN Cukup dari Ponsel

Dulu, Ayyul Fariqoyyini Nadia (26) membayangkan mengurus administrasi JKN harus dilakukan dengan datang langsung dan membutuhkan waktu lebih banyak. Namun, setelah mencoba Aplikasi Mobile JKN, ibu rumah tangga asal Kalisat, Jember, tersebut merasakan berbagai kebutuhan administrasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui ponsel.
Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Ayyul memanfaatkan layanan digital untuk memperoleh informasi kepesertaan maupun mengakses kebutuhan layanan kesehatan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
“Saya tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan. Semua bisa diakses dari rumah, sehingga urusan administrasi Program JKN menjadi jauh lebih efisien. Saya dapat memeriksa status kepesertaan, memperbarui data pribadi, mengambil antrean online di fasilitas kesehatan, hingga memperoleh informasi layanan melalui ponsel,” ungkap Ayyul, Senin (31/08).
Menurut Ayyul, salah satu fitur yang paling membantu adalah antrean online. Melalui fitur tersebut, ia dapat mengatur jadwal kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat, terutama ketika harus membawa anak.
“Lewat satu aplikasi, saya bisa mengakses berbagai layanan yang sebelumnya harus diurus secara langsung. Semuanya jadi lebih mudah. Saya dapat mendaftar antrean dari rumah sehingga tidak perlu menunggu lama di fasilitas kesehatan. Ini sangat membantu, terutama saat saya harus membawa anak,” ucap Ayyul.
Selain antrean online, Ayyul juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk memperoleh informasi layanan kesehatan yang dibutuhkan. Menurutnya, tampilan aplikasi yang sederhana membuat peserta lebih mudah menemukan fitur yang tersedia.
“Saya merasakan Aplikasi Mobile JKN sangat membantu menemukan layanan yang diperlukan dengan cepat dan tanpa hambatan. Saat anak saya harus kontrol, saya cukup membuka aplikasi dan memilih antrean ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan yang tersedia di aplikasi,” jelas Ayyul.
Bagi Ayyul, kemudahan layanan digital membuat peserta lebih mandiri dalam mengakses informasi kesehatan. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Transformasi digital seperti ini benar-benar membantu mempercepat akses layanan kesehatan. Ini langkah tepat untuk memenuhi harapan masyarakat saat ini. Awalnya saya pikir akan ribet, tetapi ternyata mudah sekali. Sekarang saya bahkan sering membantu tetangga yang belum tahu cara menggunakannya. Kalau saya bisa, ibu-ibu lain pasti juga bisa,” ujar Ayyul.
Pengalaman tersebut membuat Ayyul semakin percaya bahwa inovasi digital dapat membantu peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan secara lebih mudah.
“Kesan saya terhadap Program JKN sangat positif. Aplikasi Mobile JKN sangat membantu, dan saya yakin banyak peserta lain merasakan manfaat yang sama. Di tengah kondisi yang serba berubah, penting bagi kita memiliki jaminan kesehatan. Mari segera daftarkan diri sebagai peserta JKN dan manfaatkan berbagai kemudahan yang tersedia, termasuk layanan digitalnya,” tutup Ayyul.
