Fakta-fakta Cekcok Sekuriti dan Sopir Alphard di Bundaran HI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Insiden pengendara Alphard terobos lampu penyeberangan di Bundaran HI. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Insiden pengendara Alphard terobos lampu penyeberangan di Bundaran HI. Foto: Dok. Istimewa

Keributan antara pengendara mobil Alphard dan petugas keamanan di kawasan Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Dalam narasi yang menyertai video, disebutkan seorang petugas keamanan menegur mobil yang tetap melintas saat lampu penyeberangan menunjukkan giliran bagi pejalan kaki untuk menyeberang.

Teguran tersebut kemudian berujung adu argumen antara petugas keamanan dan pihak di dalam mobil. Dalam rekaman itu, petugas keamanan juga terlihat dibawa menuju pos keamanan.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, peristiwa itu dipicu saat pengendara mobil menerobos lampu merah penyeberangan di depan Hotel Pullman. Petugas keamanan yang sedang membantu penyeberangan kemudian menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dibantu mediasi oleh Kapospol di Pospol Thamrin,” kata Braiel saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).

Menurut Braiel, pengendara mobil tidak terima dengan cara petugas keamanan menegurnya sehingga keduanya terlibat adu mulut. Setelah itu, kedua belah pihak mendatangi Pospol Thamrin untuk meminta bantuan mediasi.

Dalam mediasi tersebut, pengendara mobil dan petugas keamanan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Keduanya saling memaafkan dan berjabat tangan. Usai mediasi, pengendara melanjutkan perjalanan, sementara petugas keamanan kembali bertugas.

Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas karena menerobos lampu merah penyeberangan, Braiel menyebut pengendara berpotensi dikenai sanksi tilang elektronik (ETLE).

Kasus Berlanjut, Sekuriti dan Sopir Alphard Dipanggil Polisi

Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mempertemukan pengemudi mobil Alphard dengan petugas keamanan yang terlibat cekcok usai insiden penerobosan lampu merah penyeberangan atau pelican croosing di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, sebelum konfrontasi dilakukan, pihaknya akan lebih dulu memanggil kedua belah pihak untuk dimintai klarifikasi.

“Jadi, saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada security yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita akan konfrontir di Subdit Gakkum,” kata Ojo saat dihubungi.

Menurut Ojo, surat pemanggilan akan dikirim lebih dulu, kemudian pemeriksaan terhadap kedua pihak dijadwalkan pada awal pekan depan.

“Pemanggilan nanti akan dilakukan di hari Jumat dan hari Senin. Setelah itu kita konfrontir, kita pertemukan antara kedua belah pihak. Setelah itu kita konfrontir, kita pertemukan antara kedua belah pihak," kata Ojo.

Ojo menegaskan, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada cekcok yang terjadi, tetapi juga dugaan pelanggaran lalu lintas, kendaraan yang digunakan, hingga pasal yang berpotensi diterapkan.

“Semua terkait dengan peristiwa itu, baik peristiwanya, kendaraan yang digunakan, pasal-pasal yang akan kita sangkakan, dan lain-lain nanti saya kasih tahu,” ucap Ojo.

Ia memastikan polisi akan menangani perkara tersebut secara objektif tanpa memihak salah satu pihak.

“Jangan sampai nanti polisi terkesan berat sebelah. Membela siapa? Temannya pengemudi Alphard? Pengemudi Alphard ketika ada pelanggaran pun harus mendapat sanksi. Kemudian yang security pun kalau memang ada pelanggaran, dia pun harus mendapat sanksi, minimal teguran,” tegas Ojo.

Polisi Dalami Dugaan Sopir Alphard Tunjukkan KTA Saat Cekcok

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani. Foto: Dok. AKBP Ojo

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menelusuri informasi mengenai pengemudi mobil Alphard yang terlibat cekcok dengan sekuriti di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang disebut sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan mengaku sebagai aparat.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, informasi tersebut masih didalami bersamaan dengan penyelidikan atas seluruh rangkaian peristiwa yang viral di media sosial.

“Sedang ditelusuri,” kata Ojo saat dihubungi kumparan.

Tak hanya itu, polisi juga akan mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial bahwa sekuriti tersebut sempat bersujud minta maaf di Pospol Thamrin sebelum persoalan berakhir damai.

“Kita akan klarifikasi,” ujar Ojo.

Ojo memastikan polisi akan menangani perkara tersebut secara objektif.

“Jangan sampai nanti polisi terkesan berat sebelah. Membela siapa? Temannya pengemudi Alphard? Pengemudi Alphard ketika ada pelanggaran pun harus mendapat sanksi. Kemudian yang security pun kalau memang ada pelanggaran, dia pun harus mendapat sanksi, minimal teguran,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas keamanan yang terlibat dalam insiden tersebut menyampaikan informasi melalui akun Threads @vicolharefa, Rabu (22/7).

Dalam video, ia mengaku menegur pengemudi Alphard karena menerobos lampu merah penyeberangan [pelican crossing] saat pejalan kaki sedang menyeberang.

Menurutnya, setelah ditegur, tiga orang dari dalam mobil turun dan sempat mendorongnya hingga akhirnya ia mengajak mereka menyelesaikan persoalan di Pospol Thamrin.

Di perjalanan menuju pos polisi, sekuriti itu mengaku salah seorang dari mereka mengeklaim sebagai aparat dan menunjukkan kartu tanda anggota.

”'Saya juga aparat, emang kamu doang yang aparat' sampai dia ngambil KTA-nya, tunjukin ke saya. ‘Saya juga aparat!’ ujar sekuriti dalam video.

Satpam itu juga mengaku situasi berubah setelah Kapospol menyampaikan bahwa dirinya keliru karena memukul kaca mobil saat menegur pengemudi.

Polisi Akan Dalami Dugaan Sekuriti Sampai Sujud saat Cekcok

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Belakangan, muncul dugaan di publik yang menyebut sekuriti itu sampai bersujud untuk meminta maaf kepada sopir itu. Atas dugaan itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyebut pihaknya akan mendalami.

“Kita akan klarifikasi,” ujar Ojo saat dihubungi kumparan.

Dalam unggahan yang viral di Threads itu, sekuriti tersebut mengatakan, karena merasa sendirian dan khawatir dilaporkan ke perusahaan tempatnya bekerja dan dipecat, ia akhirnya meminta maaf hingga bersujud.

“Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas,” terangnya.

Dalam keterangannya, ia juga mengeklaim sempat dimaki oleh sopir Alphard usai mediasi dan kerah bajunya diangkat sebelum rombongan tersebut meninggalkan pos polisi.

Wagub Rano Karno Pastikan Sekuriti Tak Dipecat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan pers di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan, cekcok antara petugas keamanan (sekuriti) dengan pengendara mobil Toyota Alphard di pelican crossing Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah selesai.

“Oh sudah, sudah dijawab, sudah selesai permasalahannya itu,” kata Rano usai menjajal layanan Bus Open Dining Transjakarta di kawasan Jakarta Pusat.

“Iya artinya mudah-mudahan bisa ditemukan apa miskomunikasinya ada di mana ya,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai kabar petugas keamanan tersebut dipecat, Rano membantahnya.

“Enggak, saya jamin tidak [dipecat],” tegasnya.