Fakta-fakta Terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2, Kapal Berusia 34 Tahun

Kebakaran melanda KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8).
Insiden itu memicu operasi penyelamatan besar-besaran di tengah laut dengan melibatkan sedikitnya 10 kapal yang berada di sekitar lokasi.
Hingga Minggu malam, sebanyak 236 orang berhasil dievakuasi, terdiri dari 231 penumpang selamat dan lima orang meninggal dunia. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki.
Kapal Terbakar Saat Berlayar ke Makassar
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang saat kebakaran terjadi.
"PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menelepon petugas siaga Kantor SAR Surabaya untuk menginformasikan bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dengan POB sekitar 250 orang," kata Nanang.
Menurut informasi yang diterima operator kapal, nahkoda sempat melaporkan kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB sebelum akhirnya komunikasi terputus.
"Pihak perusahaan kapal mendapat informasi dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," ujarnya.
Penumpang Melompat ke Laut, Evakuasi Gunakan 10 Kapal
Sekitar pukul 09.45 WIB, kapal Meratus Project 3 melaporkan kondisi KM Mutiara Sentosa 2 hampir terbakar habis. Para penumpang terlihat bertahan di anjungan dan haluan kapal.
Karena mengangkut muatan berbahaya (hazmat), Meratus tidak dapat merapat. Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26, dibantu sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi.
Pada pukul 10.20 WIB, sebagian penumpang memutuskan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor," kata Nanang.
Hingga pukul 21.00 WIB, SAR mencatat sebanyak 236 orang telah dievakuasi, dengan rincian 231 selamat dan lima meninggal dunia.
"Selamat 231 orang, meninggal dunia 5 orang, total 236 orang," ujar Nanang.
Para korban dievakuasi menggunakan 10 kapal bantuan, di antaranya Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, British Mentor, KN SAR 249 Permadi, Selaras Mas, hingga kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi.
Bawa Ratusan Kendaraan dan Muatan Logistik
Selain penumpang, kapal jenis Roll-on/Roll-off (Roro) tersebut juga mengangkut ratusan kendaraan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan kapal membawa 140 truk, 25 mobil, 15 sepeda motor, serta satu alat berat.
"Kapal terbakar 1 unit, motor 15 unit, mobil 25 unit, truk 140 unit, alat berat 1 unit," kata Satriyo.
Korban Sebut Api Diduga Berasal dari Truk Muatan Plastik
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, salah seorang penumpang menyebut api diduga berasal dari sebuah truk yang mengangkut bahan plastik.
"Truk. Iya, truk pas bawa ini bahan plastik," kata seorang korban dalam video yang diterima kumparan.
Menurutnya, kobaran api kemudian membesar setelah menyambar muatan plastik.
"Iya (plastik api menyambar)," ujarnya.
Hingga kini, otoritas belum memastikan penyebab kebakaran dan masih melakukan investigasi.
Kesaksian Sopir: Semua Penumpang Harus Melompat
Musibah tersebut juga dialami tiga sopir ekspedisi asal Makassar yang berada di dalam kapal.
Perwakilan perusahaan ekspedisi, Dedi Mardiansyah, mengatakan seluruh sopirnya selamat meski harus melompat ke laut menuju kapal penyelamat.
"Ya, memang loncat. Karena posisi kapal yang evakuasi sangat jauh. Kapal yang evakuasi enggak bisa merapat karena faktor cuaca juga, ombak juga. Jadi harus lompat, semua penumpang lompat menuju ke kapal evakuasi," kata Dedi.
Ia memastikan seluruh sopir telah menggunakan pelampung saat proses penyelamatan.
"Sudah, masing-masing sudah safety semua. Ada pelampung semua," ujarnya.
Profil KM Mutiara Sentosa 2
KM Mutiara Sentosa 2 merupakan kapal penumpang jenis Roll-on/Roll-off (Roro) sepanjang 160 meter dengan bobot 9.479 GT. Kapal ini mampu mengangkut 689 penumpang dan 49 awak kapal.
Kapal tersebut dibangun di Jepang pada 1992 dengan nama Ferry Osaka sebelum dijual ke Indonesia pada 2015 dan berganti nama menjadi Mutiara Sentosa 2 pada 2016.
