Fernando Alonso Perpanjang Kontrak dengan Aston Martin hingga 2027

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap F1 Fernando Alonso.
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap F1 Fernando Alonso.

Pembalap veteran asal Spanyol Fernando Alonso memperpanjang kontrak balapnya bersama tim Aston Martin hingga akhir musim Formula 1 tahun 2027 pada Selasa kemarin. Keputusan pembalap berusia 45 tahun tersebut mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya di ajang jet darat tersebut. Meski sempat mempertimbangkan masa pensiun akibat performa awal yang lambat di bawah regulasi teknis baru, Alonso akhirnya memilih berkomitmen jangka panjang demi membantu timnya bersaing di papan atas.

Langkah ini menegaskan gairah balap Alonso yang belum pudar sama sekali sejak debutnya pada tahun 2001 silam. Tim asal Silverstone tersebut memastikan bahwa sang juara dunia dua kali akan terus membalap bersama rekan setimnya saat ini untuk beberapa musim mendatang. Keputusan krusial ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan mendalam mengenai arah pengembangan teknologi mobil masa depan.

Motivasi Terbesar sang Juara Dunia

Alonso mengungkapkan bahwa dorongan kompetitif yang kuat dan keyakinan akan kemampuannya sendiri menjadi alasan utama di balik perpanjangan kontrak ini. Baginya, gairah membalap masih menyala dengan sangat hebat di dalam dirinya. “Saya meluangkan waktu untuk mengambil keputusan ini, tetapi balapan adalah hidup saya, gairah saya, dan saya tahu saya masih memiliki kecepatan serta tekad untuk bersaing di tingkat tertinggi,” ungkap juara dunia dua kali tersebut.

Dalam wawancara eksklusif, ia juga membeberkan bagaimana pengamatan langsung di atas lintasan memperkuat keyakinannya untuk terus membalap. Alonso merasa masih mampu mengungguli para rivalnya di grid, bahkan ketika mobilnya tidak cukup cepat untuk bersaing memperebutkan poin secara konsisten. “Saat saya masuk ke dalam mobil, di sesi free practice, saya melihat beberapa orang mengerem terlambat di tikungan, mengunci ban depan di sana-sini, dan melakukan kesalahan di tempat lain,” jelas Alonso. Ia merasa performanya masih jauh lebih baik dibanding pembalap lain yang membuat kesalahan serupa.

Keyakinan psikologis ini membuat Alonso enggan menjadi penonton layar kaca dalam waktu dekat. Selama dirinya merasa masih memiliki kecepatan dan refleks yang prima, ia menolak untuk gantung helm. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bisa berhenti membalap jika masih berpikir bahwa ia lebih baik dibanding kompetitornya di lintasan F1. Kepuasan batin tersendiri tetap ia rasakan ketika mampu tampil maksimal, bahkan saat harus finis di posisi papan bawah sekalipun.

Kepercayaan pada Proyek Masa Depan Aston Martin

Komitmen baru Alonso ini diumumkan bersamaan dengan kepastian bertahannya Lance Stroll, putra pemilik tim Lawrence Stroll, yang akan terus menjadi rekan setimnya. Pemilik tim Aston Martin, Lawrence Stroll, menyatakan kepuasannya atas bertahannya duet pembalap berpengalaman ini. Menurut Lawrence, kehadiran dua pembalap dengan komitmen tinggi tersebut memberikan nilai yang luar biasa bagi seluruh organisasi dalam mencapai target jangka panjang mereka.

Alonso sendiri sangat memercayai infrastruktur dan kepemimpinan yang sedang dibangun oleh Aston Martin. Faktor kedatangan desainer legendaris Adrian Newey serta kemitraan mesin dengan Honda menjadi magnet kuat yang meyakinkannya untuk bertahan. “Tim ini memiliki semua bahan untuk meraih kesuksesan di masa depan dan saya tidak merasa ini adalah momen yang tepat untuk pergi,” tambah Alonso yang menganggap tim tersebut sudah seperti keluarganya sendiri.

Meskipun Aston Martin sempat mengalami kesulitan dalam beberapa balapan terakhir, Alonso melihat proses pembenahan internal berjalan ke arah yang benar. Ia menilai bahwa Newey memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah keadaan dengan sangat cepat. Kepercayaan penuh ini membuat Alonso rela memberikan kesempatan kedua bagi proyek kolaborasi bersama Honda untuk menyelesaikan kendala teknis yang ada.

Menghadapi Tantangan Regulasi Baru F1

Meskipun memiliki optimisme tinggi, Alonso sebelumnya sempat menjadi pengkritik keras regulasi mesin baru F1 untuk tahun 2026 yang dinilai terlalu berfokus pada manajemen energi baterai. Ia bahkan sempat menjuluki era baru tersebut sebagai battery world championship karena gaya mengemudi yang dirasa tidak lagi murni. Keharusan melepas pedal gas di tengah trek lurus dinilai sangat bertentangan dengan insting murni seorang pembalap.

Namun, penyesuaian regulasi yang akan diterapkan dalam dua tahun ke depan berhasil melunakkan pandangannya. Alonso berharap ada perubahan kecil pada pembagian daya agar balapan F1 kembali menyajikan sensasi berkendara yang natural. Dengan segala perubahan yang masuk akal dari pihak penyedia mesin, Alonso meletakkan kepercayaan penuh bahwa proyek masa depan Aston Martin ini akan berujung pada kesuksesan besar di masa mendatang.