FIA Perbarui Perangkat Lunak Mobil F1 Setelah Insiden Bug di Sepang

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap tim Ferrari Lewis Hamilton saat balapan F1 Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Meksiko, Minggu (26/10/2025). Foto: Henry Romero/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap tim Ferrari Lewis Hamilton saat balapan F1 Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Meksiko, Minggu (26/10/2025). Foto: Henry Romero/REUTERS

Federasi Otomotif Internasional (FIA) akan meluncurkan pembaruan perangkat lunak mesin cuaca basah terbaru sebelum Grand Prix Amerika Serikat berlangsung akhir bulan ini. Langkah taktis ini diambil demi mencegah terulangnya kekacauan teknis parah yang mengganggu jalannya balapan sebelumnya.

Dikutip dari laporan ESPN, insiden memalukan terjadi pada putaran formasi Grand Prix Bahrain yang diselenggarakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Balapan basah pertama di bawah regulasi unit daya baru tahun 2026 tersebut mengungkap adanya kelalaian fatal pada sistem pengatur daya listrik mobil yang dipasok oleh pihak federasi.

Dampak Buruk Bug Perangkat Lunak bagi Pembalap

Masalah teknis tersebut menyebabkan sejumlah jet darat kehilangan tenaga secara tiba-tiba saat melaju dengan kecepatan rendah di belakang safety car. Para pembalap langsung melontarkan kritik keras dan menggambarkan kegagalan sistem tersebut sebagai sesuatu yang sangat buruk serta tidak dapat diterima.

Kesalahan sistem komputer ini secara spesifik terjadi saat mobil keluar dari tikungan lambat sembilan karena software memblokir penggunaan tenaga listrik. Akibatnya, mesin pembakaran internal kesulitan pada putaran rendah untuk memutar turbo guna mengembalikan tenaga penuh kendaraan secara instan.

Beberapa pembalap berhasil memulihkan kecepatan normal setelah sistem melakukan pengaturan ulang secara otomatis di tengah lintasan. Namun, pembalap kawakan seperti Lewis Hamilton terpaksa menepi ke pinggir sirkuit untuk menyalakan ulang seluruh sistem unit daya mobilnya secara manual akibat kehilangan daya total.

Penjelasan Resmi dan Solusi Cepat dari FIA

Pihak federasi segera merilis pernyataan resmi untuk menjelaskan kronologi kegagalan sistem kontrol elektronik standar tersebut kepada publik. Mereka mengakui adanya pengurangan daya yang tidak terduga pada sektor tertentu sirkuit saat mobil beroperasi pada putaran mesin rendah.

“Tinjauan kami menyimpulkan bahwa beberapa mobil yang berjalan dengan RPM rendah di sektor sirkuit tertentu mengalami kehilangan daya di luar perkiraan awal,” tulis pernyataan resmi organisasi tersebut menjelang Grand Prix Singapura. Masalah kehilangan daya tersebut bahkan tidak dapat dipulihkan oleh sistem kendali mobil saat berada di area sektor bermasalah itu.

Untuk mengatasi situasi darurat tersebut, otoritas balap sempat menangguhkan prosedur start balapan sebanyak dua kali guna menyelidiki akar permasalahan. Pihak otoritas kemudian berhasil merilis perbaikan sistem sementara dalam waktu lima menit dan bekerja sama dengan seluruh tim untuk proses instalasi yang memakan waktu total sekitar setengah jam.

Rencana Pengujian Tambahan di Masa Depan

Perangkat lunak darurat yang sempat dipasang di Malaysia akan tetap digunakan pada akhir pekan ini dalam gelaran Grand Prix Singapura. Setelah itu, pembaruan sistem yang lebih matang dan komprehensif baru akan didistribusikan secara massal menjelang balapan di Austin pada akhir Oktober.

Meskipun sempat membantah tuduhan bahwa sistem tersebut tidak diuji sama sekali sebelum balapan, pihak otoritas tetap merekomendasikan adanya sesi pengujian tambahan. “Rekomendasi tinjauan juga meminta penerapan langkah-langkah baru untuk pengujian guna memastikan sistem menjadi sekuat mungkin,” tambah juru bicara federasi.

Sebelum diimplementasikan pada balapan sesungguhnya, tim dan produsen unit daya sebenarnya telah melakukan simulasi serta uji coba langsung secara terbatas. Pengujian sistem tersebut sebelumnya sempat dilakukan pada sesi latihan bebas pertama di Grand Prix Belgia dan Grand Prix Belanda.