Gempa NTT, Kemensos Kirim Bantuan ke Pulau Palue

Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan mengirim bantuan logistik ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, melalui jalur laut.
"Hari ini kami sudah distribusikan bantuan logistik dengan menggunakan kapal feri ke Pulau Palue," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Adapun bantuan yang dikirim meliputi beras 5 Kg sebanyak 1.000 karung, 105 dus mi instan, telur 100 paket (20 butir/paket), minyak goreng 1 liter sebanyak 1.000 bungkus, kecap manis dan saus masing-masing 1.000 botol.
Gus Ipul mengatakan, selama masa tanggap darurat pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kemensos pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menangani dampak bencana alam tersebut.
"Saat ini, memastikan ketersediaan makanan bagi para warga yang terdampak menjadi salah satu hal yang penting dan utama," ujar Gus Ipul.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga membantu menyediakan bahan-bahan masakan di dapur mandiri. Lokasi dapur mandiri ini tersebar di sejumlah pengungsian warga yang ada di Pulau Palue, seperti di rumah keluarga atau di tenda depan rumah masyarakat.
"Ada bantuan dapur mandiri, yakni pemenuhan natura. Namanya dapur mandiri karena masyarakat yang terdampak yang masak, bukan Tagana. Tapi bahannya dari Kemensos," jelas dia.
Sebagai informasi, secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Rencananya, dapur umum juga akan didirikan di tiga titik tambahan, yaitu Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain bantuan logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp 15 juta atau total Rp 810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp 5 juta dengan total Rp 995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.
