George Russell Terima Penalti Mundur Lima Grid di GP Brasil

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap tim Mercedes George Russell saat sesi laltihan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Sabtu (31/5/2025). Foto: Juan Medina/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap tim Mercedes George Russell saat sesi laltihan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Sabtu (31/5/2025). Foto: Juan Medina/REUTERS

Pembalap Formula 1 George Russell menerima sanksi penalti mundur lima posisi start menjelang balapan Grand Prix Sao Paulo akhir pekan ini. Dikutip dari laporan ESPN, tim Mercedes memutuskan untuk memasang mesin baru pada mobil milik pembalap asal Inggris tersebut di Sirkuit Interlagos. Keputusan pergantian mesin ini diambil setelah Russell menghadapi masalah keandalan mesin yang terus membayangi performa mobilnya sepanjang musim.

Alasan Taktis Pemilihan Sirkuit Interlagos

Mercedes sengaja memilih sirkuit di Brasil ini karena trek tersebut memiliki karakteristik yang secara historis memudahkan para pembalap untuk menyalip lawan. Keputusan strategis ini dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan mengambil risiko penalti di sirkuit lain yang tersisa pada kalender musim balap kali ini.

Russell sendiri menyadari bahwa pergantian komponen mesin memang tidak dapat dihindari setelah serangkaian kendala mekanis menerpa timnya. Melalui pernyataan di media sosial tim, pembalap bernomor 63 itu menegaskan bahwa Brasil adalah lokasi paling realistis untuk menebus hukuman tersebut.

“Maksud saya, kami memang harus menerima penalti posisi start pada suatu saat,” kata Russell melalui akun resmi timnya. “Tentunya kami sempat mengambil penalti di Singapura, tetapi sejak saat itu hingga akhir musim, kami merasa sirkuit ini adalah tempat yang bagus untuk menerimanya.”

Masalah Daya Tahan Mesin Mercedes Sepanjang Musim

Keandalan unit daya memang menjadi titik lemah utama bagi Mercedes sepanjang kompetisi berlangsung musim ini. Russell sebelumnya mengalami kerusakan mesin yang memaksanya mengganti unit baru sekaligus menerima penalti serupa pada balapan di Singapura.

Mengingat mesin mobil balap hanya dirancang untuk bertahan selama enam akhir pekan balapan, alokasi mesin yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk menuntaskan tujuh seri balapan terakhir. Situasi teknis tersebut membuat penambahan mesin baru menjadi keharusan mutlak bagi skuad asal Brackley tersebut sebelum musim berakhir.

Inspirasi Kebangkitan Hamilton dan Situasi Antonelli

Meski harus memulai balapan dari posisi yang lebih mundur, Russell tetap optimistis dapat merangsek ke barisan depan saat balapan utama berlangsung. Ia bahkan merujuk pada keberhasilan rekan senegaranya, Lewis Hamilton, yang pernah bangkit secara spektakuler dari penalti besar di sirkuit yang sama beberapa tahun silam.

“Tentunya Lewis pernah mendapatkan penalti posisi start yang cukup besar di sini beberapa tahun lalu dan ia tampil sangat luar biasa,” tutur Russell menambahkan. “Mundur lima posisi tampak tidak terlalu buruk dan kami akan berusaha keras untuk bangkit kembali ke depan.”

Di sisi lain, rekan setimnya yakni Kimi Antonelli yang baru saja mengunci gelar juara dunia termuda di Meksiko juga harus mengganti mesin akibat kebocoran oli pada bak mesin. Namun, pembalap muda asal Italia tersebut beruntung tidak terkena penalti karena masih memiliki komponen mesin cadangan dengan jarak tempuh rendah dalam alokasinya.