Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Jadi Agen Perlinsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pimpin apel dan doa bersama untuk tiga ASN Jayawijaya yang gugur serta para korban kapal karam KM Virgo Transport 8 di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (14/9/2026). Dok. Kemensos Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pimpin apel dan doa bersama untuk tiga ASN Jayawijaya yang gugur serta para korban kapal karam KM Virgo Transport 8 di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (14/9/2026). Dok. Kemensos Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh jajaran Kemensos untuk menjadi agen perlindungan sosial (Perlinsos) dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat Perlinsos dengan digitalisasi bansos yang akan diterapkan secara nasional pada 2027.

Gerakan tersebut mendorong keterlibatan berbagai unsur di masyarakat untuk memastikan warga yang membutuhkan perlindungan sosial tetapi terlewat hanya karena tidak mengetahui cara mengakses layanan, tidak memiliki perangkat teknologi, atau mengalami keterbatasan untuk mendaftarkan diri secara mandiri.

“Karena itu, hari ini saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial untuk bergerak bersama dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk perlindungan sosial,” kata Gus Ipul saat memberikan arahan dalam apel pagi bersama seluruh pegawai Kemensos di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

Gus Ipul mengatakan, seluruh elemen yang berada dekat dengan masyarakat dapat mengambil peran sebagai Agen Perlinsos. Tidak hanya pendamping sosial, tetapi juga pegawai Kemensos, pendamping PKH, pendamping rehabilitasi sosial, TKSK, Tagana, Karang Taruna, pendamping desa, hingga masyarakat secara luas.

Ia menyampaikan, khusus bagi jajaran Kemensos dan para pendamping sosial, keterlibatan tersebut menjadi modal penting karena selama ini mereka telah berada di tengah masyarakat dan mengenal kondisi warga secara langsung.

“Kalian sudah lebih dulu ada di tengah masyarakat. Kalian sudah kenal by name, by address siapa yang selama ini kesulitan. Ini adalah modal kita semua untuk membantu mereka,” ujarnya.

Agen Perlinsos Bekerja Tanpa Imbalan dan Bukan Penentu Penerima Bansos

Gus Ipul menjelaskan, peran agen Perlinsos bukan menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Melainkan menjadi pintu pertama bagi masyarakat yang membutuhkan untuk membantu memperoleh informasi dan pendampingan.

“Tugas Agen Perlinsos hanya satu, menjadi loket, tempat orang datang, tempat orang didampingi untuk mendaftar. Tidak lebih dari itu. Agen tidak menentukan siapa layak dan siapa tidak layak (menerima bansos), agen tidak bisa dan tidak boleh memanipulasi data siapa pun, yang menilai kelayakan adalah sistem berbasis DTSEN dan data administratif lainnya, bukan agen, bukan pejabat, bukan siapa pun secara personal," tegas Gus Ipul.

Selain itu, Gus Ipul juga menekankan bahwa Agen Perlinsos bukan calo bansos. Ia melarang setiap agen menjanjikan kepada masyarakat bahwa seseorang pasti memperoleh bantuan sosial.

Sebab, individu yang terdaftar atau telah melalui proses verifikasi, tidak secara otomatis berarti akan menerima bantuan sosial. Penetapan penerima tetap mempertimbangkan sejumlah indikator.

"Lolos pendaftaran dan verifikasi belum berarti pasti menerima bansos. Tetap ada penetapan berdasarkan data, kriteria, prioritas dan kemampuan anggaran," jelasnya.

Lebih lanjut Gus Ipul menyampaikan, agen Perlinsos merupakan relawan yang bekerja untuk membantu masyarakat mengakses layanan perlindungan sosial. Karena sifatnya kerelawanan, agen tidak menerima gaji maupun imbalan dari masyarakat yang dibantu.

“Agen Perlinsos adalah relawan. Tidak digaji, tidak ada imbalan jasa apa pun, dan dilarang meminta atau menerima uang, barang, hadiah, ataupun imbalan dalam bentuk apa pun dari masyarakat yang dibantu,” tegas Gus Ipul.

Seluruh proses layanan juga diberikan secara gratis. Agen hadir bukan untuk menciptakan pekerjaan baru, melainkan mengubah kepedulian terhadap sesama menjadi tindakan nyata.

Gus Ipul menyebut, jika ditemukan data yang tidak sesuai, agen Perlinsos dapat membantu masyarakat mengajukan sanggah. Namun, tanggung jawab atas kebenaran data tetap berada pada masyarakat yang memberikan data tersebut dengan persetujuan biometrik.

“Kita membantu prosesnya, bukan mengambil alih tanggung jawabnya,” katanya.

"Bapak-ibu semua sebagai Kementerian Sosial punya keistimewaan, yaitu tahu persis bagaimana cara membantunya. Jangan sampai ada tetangga yang berhak, tapi terlewat hanya karena kita diam. Jadi hari ini saya minta, bukan pemerintah saja yang meminta, saya juga mengajak daftarkan diri (menjadi) Agen Perlinsos, ajak juga pendamping sosial di wilayah masing-masing, ajak masyarakat di sekitar bapak-ibu sekalian," tambah Gus Ipul.

Bagi masyarakat yang ingin menjadi Agen Perlinsos harus terlebih dahulu memiliki Identitas Kepedulian Digital atau IKD. Setelah itu, buka website agenperlinsos.kemensos.go.id, pilih menu Pendaftaran Agen Perlinsos. Kemudian, lengkapi data diri, lakukan verifikasi wajah, lalu nyatakan komitmen sebagai Agen Perlinsos.

Gus Ipul mengungkapkan, bagi para pegawai Kemensos yang hendak mendaftar menjadi Agen Perlinsos, prosesnya dapat mulai dilakukan hari ini dengan dibantu dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Disdukcapil.

"Khusus hari ini bagi kita di Kementerian Sosial yang belum memiliki dan belum mengaktifkan IKD siang nanti tim Dukcapil siap membuka layanan aktivasi IKD di Kementerian Sosial. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya supaya tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak segera menjadi Agen Perlinsos. Siap?" Ujar Gus Ipul kepada seluruh pegawai Kemensos yang menghadiri apel.

"Siap!" Jawab seluruh peserta apel.

Gus Ipul pun berpesan, pegawai yang telah terdaftar diharapkan untuk mulai menengok masyarakat yang membutuhkan bantuan di lingkungan masing-masing. "Tengok tetangga kita, kalau ada warga yang membutuhkan, tapi belum terdaftar, bantu mereka melalui perlinsos.kemensos.go.id. Warga yang kita bantu daftarkan tidak harus memiliki IKD sendiri, kita yang menjadi jembatan agar mereka bisa masuk ke dalam sistem. Semua gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun," ungkap dia.