Gunung Soputan di Sulut Terbakar, BPBD: Diperkirakan Sudah 200 Hektare

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Sulawesi Utara, Selasa (4/8). Foto: dok BPBD Sulut
zoom-in-whitePerbesar
Petugas terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Sulawesi Utara, Selasa (4/8). Foto: dok BPBD Sulut

Kebakaran hebat terjadi kawasan hutan lindung Gunung Soputan di Sulawesi Utara. Gunung api aktif jenis stratovolacano ini dilaporkan terbakar sejak Minggu (2/8) kemarin.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Provinsi Sulut, Danny Repi mengatakan, petugas gabungan masih terus berjibaku untuk memadamkan api di Gunung Soputan.

"Sampai hari ini, api belum padam. Masih ada beberapa titik api di hutan lindung Gunung Soputan," kata Denny kepada kumparan, Selasa (4/8).

Petugas terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Sulawesi Utara, Selasa (4/8). Foto: dok BPBD Sulut

Ia menjelaskan, api dengan cepat membesar dan menjalar karena faktor cuaca yaitu musim kemarau dan angin kencang. Tak hanya itu, lanjut Denny, kondisi lahan yang ditumbuhi alang-alang serta pohon pinus mempercepat kebakaran.

"Memang lagi kemarau, cuaca panas. Jadi api itu cepat menjalar," ucapnya.

Petugas terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Sulawesi Utara, Selasa (4/8). Foto: dok BPBD Sulut

Berdasarkan data BPBD Sulut, kebakaran hutan lindung tersebut terus meluas. Dan diperkirakan sudah mencapai 200 hektare lebih.

"Data terakhir itu sudah lebih 200 hektare yang terbakar. Sebentar baru di-update lagi datanya," tegasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Petugas masih terus memaksimalkan pemadaman agar api tidak merambah ke daerah persawahan, perkebunan hingga permukiman warga.