Kumparan Logo

Harry Kane Jadi Kambing Hitam Usai Inggris Takluk dari Spanyol

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harry Kane bereaksi saat Bayern Munich melawan SV Elversberg.
zoom-in-whitePerbesar
Harry Kane bereaksi saat Bayern Munich melawan SV Elversberg.

Tim nasional Inggris menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Spanyol dalam pertandingan kompetisi Nations League di Stadion Wembley.

Kegagalan kapten tim Harry Kane dalam mengeksekusi penalti menjadi titik balik krusial yang menggagalkan ambisi skuad asuhan Thomas Tuchel untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Kekalahan ini sekaligus menjadi awal yang pahit bagi sang pelatih baru dalam menahkodai skuad Tiga Singa.

Kejutan Taktis Thomas Tuchel dan Start Buruk Tiga Singa

Pelatih Thomas Tuchel membuat kejutan besar sebelum peluit kick-off dibunyikan dengan melakukan perombakan berani pada starting line-up timnya. Mantan bos Chelsea tersebut memilih memainkan James Trafford di bawah mistar gawang untuk menggantikan Jordan Pickford, serta menempatkan Jarell Quansah sebagai bek kanan alih-alih Trent Alexander-Arnold. Di sektor lini tengah, duet muda Myles Lewis-Skelly dan Elliot Anderson dipercaya tampil sejak menit awal laga.

Namun, eksperimen taktis tersebut langsung mendapat ujian berat dari skuad Spanyol yang harus kehilangan Eric Garcia akibat cedera saat pemanasan. Pada menit kedua, bek Inggris Marc Guehi melakukan blunder fatal akibat terlalu lama menguasai bola di area pertahanan sendiri. Winger muda Spanyol, Lamine Yamal, dengan cerdik merebut bola dan dengan tenang menaklukkan James Trafford untuk membawa tim tamu unggul cepat 0-1.

Momentum Kebangkitan Inggris yang Sirna dalam Sekejap

Skuad Inggris perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka setelah terus-menerus digempur oleh barisan penyerang Spanyol. Pada menit ke-37, berawal dari aksi Elliot Anderson yang merebut bola di lini tengah, Anthony Gordon bekerja sama dengan Jude Bellingham untuk melancarkan serangan balik cepat yang diselesaikan dengan sempurna oleh Gordon menjadi gol penyeimbang. Empat menit berselang, sundulan Harry Kane yang memanfaatkan umpan silang Nico O’Reilly berbelok arah setelah mengenai bek Marc Cucurella, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Inggris sebenarnya berpeluang besar memperlebar jarak setelah jeda babak pertama usai wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Rodri terhadap Jude Bellingham yang dikonfirmasi lewat asisten wasit video (VAR). Sial bagi tuan rumah, Harry Kane yang maju sebagai eksekutor justru terpeleset saat menendang bola sehingga sepakannya melambung tinggi menghantam mistar gawang. Kegagalan penalti tersebut terbukti harus dibayar mahal oleh armada Tiga Singa.

Pemain Pengganti Spanyol Hadirkan Mimpi Buruk di Wembley

Keputusan pelatih Spanyol memasukkan Alex Baena dan Mikel Oyarzabal di babak kedua terbukti menjadi langkah jenius yang mengubah jalannya laga. Memanfaatkan kesalahan umpan dari Nico O'Reilly, Dani Olmo langsung mengirimkan operan matang kepada Alex Baena yang dengan dingin melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Puncak petaka bagi publik Wembley terjadi pada menit ke-74 ketika Alex Baena melepaskan umpan terobosan akurat yang membelah pertahanan Inggris. Mikel Oyarzabal yang lolos dari jebakan offside dengan cerdik melakukan sontekan chip lembut melewati kepala James Trafford untuk mengunci kemenangan Spanyol menjadi 2-3. Inggris yang mencoba tampil menyerang di sisa waktu laga gagal mencetak gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan.