Heboh Temuan 995 Senjata, Narkoba, CD Porno di Gudang Yayasan Sekolah Jaksel

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan 995 senjata api dan amunisi ditemukan di ruangan kepala yayasan sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan 995 senjata api dan amunisi ditemukan di ruangan kepala yayasan sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Temuan tersebut terdiri dari airgun, air rifle, serta satu pucuk yang diduga senjata api.

Kasus ini terus berkembang setelah pengurus yayasan mengaku menemukan barang lain yang diduga berkaitan dengan senjata, termasuk amunisi, narkotika, dan CD porno. Di sisi lain, PT Lokta Karya Perbakin menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Polres Jaksel Selidiki Temuan Airgun dan Senjata Api di Ruang Yayasan Sekolah

Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan sejumlah senjata yang terdiri dari airgun dan beberapa jenis senjata api di salah satu ruangan sebuah yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari airgun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo dalam keterangan yang diterima, Kamis (6/8).

Joko menjelaskan, sebelum menerima laporan dari masyarakat tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan lebih dahulu membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah peristiwa penemuan senjata itu diketahui.

"Bahwa sebelum adanya Laporan Polisi dimaksud, Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A yang dibuat sesaat setelah ditemukannya kejadian dimaksud," ujarnya.

Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo saat memberikan keterangan pers mengenai rumah milik anggota BPK RI, Haerul Saleh yang terbakar, Jumat (8/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Penjelasan Kuasa Hukum Yayasan Soal Temuan 995 Senjata di Gudang Sekolah

Kuasa hukum sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan membeberkan kronologi penemuan ratusan senjata, amunisi, hingga temuan baru berupa narkotika, CD porno, dan alat pembuat peluru di sejumlah ruangan sekolah yang sebelumnya tidak dapat diakses pengurus.

"Kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Rabu (6/8).

Hermawanto mengatakan, temuan tidak berhenti di situ. Saat pengurus kembali membuka ruangan lain pada Rabu (5/8) malam dengan pendampingan polisi, mereka kembali menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.

"Kemudian pada tadi malam, hari Rabu tadi malam, kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno," ujarnya.

Daftar 995 Senjata, Narkoba, CD Porno Ditemukan di Gudang Yayasan Sekolah Jaksel

Kasus temuan senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan kembali berkembang setelah pengurus menemukan sejumlah barang tambahan berupa komponen senjata, alat pembuat peluru, hingga narkotika.

"Sebelumnya publik telah memperoleh informasi mengenai penemuan sekitar 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan, yang terdiri dari ratusan air gun, air rifle, ribuan peluru mimis, serta satu pucuk yang diduga merupakan senjata api dan masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian," kata Hermawanto dalam keterangan, Kamis (6/8).

Hermawanto menegaskan pihaknya menyerahkan seluruh barang tersebut kepada penyidik untuk diteliti lebih lanjut. Ia menyebut pihaknya tidak menyimpulkan seluruh barang yang ditemukan merupakan senjata api ilegal atau telah terjadi tindak pidana.

"Status hukum masing-masing barang tetap menjadi kewenangan penyidik untuk dibuktikan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, balistik, serta penelitian terhadap legalitas perizinannya," ujar Hermawanto.

Penampakan 995 senjata api dan amunisi ditemukan di ruangan kepala yayasan sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Dirut PT Lokta Karya Perbakin: 995 Airsoft Gun Berizin untuk Ekskul Menembak

PT Lokta Karya Perbakin angkat bicara mengenai temuan sekitar 995 airsoft gun dan berbagai senjata lainnya di sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan. Kasus ini kini tengah diselidiki Polres Metro Jakarta Selatan.

"Yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Kalau mau tahu sejarahnya, itu dulunya di situ sudah ada dari tahun 2020," kata Alhadid kepada wartawan, Kamis (6/8).

Alhadid mengatakan program ekstrakurikuler tersebut sempat berjalan. Namun, kegiatan itu berhenti setelah pembina ekstrakurikuler, Suryo, meninggal dunia pada 2024.

"Pak Suryo meninggal itu baru tahun 2024 kalau enggak salah. Begitu Pak Suryo meninggal, ini jadi abu-abu, jadi enggak dilanjutkan lagi. Senjatanya pun sudah enggak bisa dipakai lagi sekarang, sudah karatan semua, sudah enggak bisa digunakan," jelasnya.

Kronologi Temuan 995 Senjata di Gudang Yayasan Sekolah Jaksel

Penemuan sekitar 995 senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik.

"Yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Kalau mau tahu sejarahnya, itu dulunya di situ sudah ada dari tahun 2020," ujar Alhadid, Kamis (6/8).

Berbeda dengan versi PT Lokta Karya Perbakin, kuasa hukum yayasan Hermawanto mengatakan Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan pada 18 April 2026.

"Alasan dipecat itu adalah karena ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi. Jadi yayasan uangnya diambil kemudian dibeli untuk membeli tanah, ternyata tanah itu bergeser atas nama istrinya," jelas Hermawanto.