Imbas Karhutla di Jambi Semakin Terasa

Provinsi Jambi tengah menghadapi krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus memburuk. Buruknya kualitas udara ini memaksa pemerintah daerah meliburkan aktivitas sekolah PAUD dan TK, sementara pekatnya asap mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin akibat menipisnya jarak pandang.
Di tengah perjuangan petugas gabungan memadamkan api dengan sumber air yang sangat minim, Kementerian Kehutanan mengambil langkah tegas dengan memproses hukum kasus karhutla yang terjadi.
Kabut Asap Memburuk, Pemprov Jambi Liburkan Sekolah PAUD dan TK
Pemerintah Provinsi Jambi memutuskan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Jambi akibat memburuknya kualitas udara. Sementara kebijakan serupa di Kabupaten Muaro Jambi masih menunggu perkembangan kualitas udara sebelum dievaluasi kembali berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Rabu mendatang.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kebijakan tersebut tidak langsung diberlakukan di seluruh wilayah karena kondisi kualitas udara setiap daerah berbeda.
“Kalau hari ini Kota Jambi, sama Muaro Jambi yang nanti kita akan berlakukan dan yang lain kita lihat dulu berapa kualitas udara (ISPU),” kata Al Haris.
“Nanti malam kita lihat. Karena Muaro Jambi itu sebagian juga ada yang para titiknya, tapi tidak semua,” sambungnya.
“Apakah memang sekolah diliburkan semuanya ataukah berbeda daerah beda perlakuan, lihat kondisi udaranya," tutupnya.
Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada Senin (24/8) pukul 21.56 WIB, kualitas udara di Kota Jambi tercatat di angka 171 atau masuk kategori tidak sehat, turun dari 207 atau kategori sangat tidak sehat pada pukul 09.12 WIB. Di Kabupaten Muaro Jambi, ISPU PM2.5 tercatat 289 atau kategori sangat tidak sehat, turun dari 314 atau kategori berbahaya pada pantauan pagi.
Prakirawan BMKG Jambi M Randy Herdyansyah menjelaskan sebaran kabut asap tidak hanya berasal dari Jambi.
“Saat ini asap yang terdapat di Kota Jambi dan Jambi bagian timur memang kita mendapat distribusi asap dari Sumatera Selatan,” kata Randy.
“Kalau berdasarkan citra satelit, memang sebaran asap itu tidak murni dari Provinsi Jambi. Akan tetapi provinsi tetangga juga mendistribusi asap ke wilayah kita seperti di Sumsel dan Lampung,” sambungnya.
Data BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare, dengan Muaro Jambi menjadi wilayah terluas, yakni 264,78 hektare.
Menhut: 42 Kasus Karhutla Kini Diproses Gakkum, Tiga di Antaranya Ada di Jambi
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kehutanan saat ini tengah memproses sekitar 42 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, tiga kasus berada di Provinsi Jambi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pihaknya belum dapat menyampaikan rincian identitas perusahaan maupun pihak-pihak yang sedang diproses hukum dalam tiga kasus karhutla di Jambi.
“Saya belum bisa sampaikan. Nanti saya minta Dirjen Gakkum saya untuk menyampaikan,” kata Raja Juli.
Raja Juli menegaskan proses penegakan hukum terhadap seluruh kasus karhutla akan berjalan adil tanpa memandang status pihak yang terlibat.
“Tapi pada intinya penegakan hukum ini tidak akan pandang bulu. Tidak akan tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujarnya.
Pemerintah memastikan pelaku maupun korporasi, baik berskala besar maupun kecil, akan ditindak tegas untuk menekan kejadian karhutla yang terus berulang.
“Yang besar, kecil akan kita tindak secara tegas,” tegas Raja Juli.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta memperkuat upaya pencegahan dan pengawasan.
Asap Karhutla Selimuti Kota Jambi dan Sekitarnya, Jarak Pandang Makin Menipis
Kabut asap pekat akibat karhutla semakin menyelimuti wilayah Kota Jambi dan sekitarnya pada Selasa (25/8) sore. Berdasarkan pantauan lapangan sekitar pukul 14.19 WIB, asap terlihat di sejumlah kawasan seperti Simpang Rimbo, kawasan Kantor Gubernur Jambi di Telanaipura, hingga kawasan Mayang Masurai. Sejumlah wilayah tampak berubah warna menjadi abu-abu dengan jarak pandang yang kian terbatas, sementara sinar matahari terlihat berwarna oranye akibat pekatnya asap.
Menurut data pantauan IQAir pada pukul 15.00 WIB, kualitas udara di Jambi tercatat 183 AQI US atau kategori tidak sehat, dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 101 µg/m³.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga dan pengendara sepeda motor masih beraktivitas di luar ruangan. Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap kesehatan anak-anak. Seorang ibu rumah tangga bernama Rohana memilih membatasi aktivitas anaknya di luar rumah.
“Saya khawatir dengan kondisi anak-anak kalau bermain di luar rumah saat kabut asap seperti ini. Asapnya semakin tebal, jadi saya lebih memilih anak-anak berada di dalam rumah,” ungkap Rohana.
Kondisi kabut asap yang semakin pekat membuat aktivitas masyarakat di Kota Jambi berlangsung di tengah kualitas udara yang tidak sehat. Jarak pandang yang terbatas juga mulai berdampak pada aktivitas transportasi udara di wilayah tersebut.
Imbas Kabut Asap Tebal, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Jambi
Kabut asap tebal mulai berdampak serius pada kelancaran penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi pada Selasa (25/8). Dua pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Jambi dilaporkan gagal mendarat akibat terganggunya jarak pandang.
General Manager Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ardon Marbun, membenarkan kondisi tersebut.
“Ya benar, dua pesawat gagal mendarat di Jambi akibat kabut asap,” kata Ardon. Penerbangan yang terdampak adalah Garuda Indonesia GA 128 dan Citilink QG 966.
Garuda Indonesia GA 128 yang dijadwalkan mendarat pukul 13.40 WIB sempat berputar beberapa kali sebelum dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam.
“Sempat berputar-putar beberapa kali di langit Jambi dan langsung menuju Bandara Batam,” jelas Ardon.
Sementara Citilink QG 966 yang dijadwalkan mendarat pukul 15.20 WIB dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
“Ada juga pesawat mau turun saat sore hari, namun karena asap tebal, pesawat langsung beralih ke Palembang,” tuturnya.
Jarak pandang di Bandara STS Jambi berfluktuasi, dari sekitar 1.500 meter pukul 14.00 WIB, turun menjadi 1.000 meter pukul 14.30 WIB, hingga 800 meter pukul 15.00 WIB sebelum kembali naik menjadi 1.200 meter. Kondisi penerbangan disesuaikan dengan faktor keselamatan.
“Kita doakan bersama kabut asap karhutla di Jambi cepat hilang,” tutup Ardon.
