Kumparan Logo

Javier Tebas Semprot Real Madrid Usai Laga Derby Madrid

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden La Liga, Javier Tebas (kanan).
zoom-in-whitePerbesar
Presiden La Liga, Javier Tebas (kanan).

Presiden La Liga Javier Tebas mengecam protes keras Real Madrid terhadap keputusan wasit setelah kekalahan mereka dalam laga derbi kontra Atletico Madrid pekan ini. Tebas menegaskan bahwa dirinya sangat memahami kekecewaan klub, namun ia menolak keras cara-cara intimidasi yang digunakan oleh pihak manajemen klub pimpinan Florentino Perez tersebut untuk menekan korps baju hitam di Spanyol.

Bantahan Tebas Soal Penyebab Kekalahan Real Madrid

Tebas secara blak-blakan menyoroti bagaimana keputusan wasit Ortiz Arias sama sekali tidak memengaruhi hasil akhir pertandingan secara mutlak. Menurutnya, kegagalan meraih poin penuh dalam laga bertajuk El Derbi Madrileno tersebut murni karena performa di lapangan, bukan karena faktor non-teknis dari sang pengadil lapangan.

Ia meluruskan berbagai spekulasi dan protes yang berkembang liar di media Spanyol pascapertandingan. “Saya memahami esensi dari keluhan tersebut, tetapi saya sama sekali tidak bisa menerima cara mereka menyampaikannya,” ujar Tebas seperti dikutip dari harian olahraga Spanyol, As. Ia menambahkan, “Real Madrid tidak kalah karena momen-momen keputusan wasit tersebut.”

Bedah Tiga Insiden Kontroversial di Lapangan

Guna memperjelas argumennya, Tebas mengupas tiga insiden krusial yang memicu amarah kubu Real Madrid satu demi satu. Kejadian pertama adalah kartu merah Dean Huijsen yang menurutnya sudah sangat tepat dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Bagi pria berusia 62 tahun itu, pelanggaran Huijsen adalah kartu merah mutlak yang tidak terbantahkan.

Kejadian kedua melibatkan tekel keras Cristian Romero terhadap Jude Bellingham yang juga sempat diprotes keras oleh kubu Madrid. Tebas menilai keputusan wasit sudah tepat untuk tidak memberikan kartu merah kepada Romero karena sang bek jelas-jelas menyentuh bola terlebih dahulu dalam perebutan tersebut. Sementara untuk pelanggaran keras Kang-in Lee terhadap Federico Valverde, ia mengakui adanya ruang perdebatan namun memaklumi keputusan wasit karena dinamika permainan yang berjalan sangat cepat.

Sorotan Terhadap Intimidasi Media Real Madrid TV

Kasus ini semakin memanas setelah Atletico Madrid mengunggah seruan di media sosial bertajuk Stop the refereeing intimidation now. Meskipun Tebas mengaku belum melihat langsung unggahan tersebut, ia langsung mengaitkannya dengan kampanye negatif yang sering diluncurkan oleh saluran resmi klub, Real Madrid TV, terhadap para wasit La Liga.

Tebas menyatakan bahwa La Liga telah melaporkan tindakan saluran televisi resmi tersebut karena dianggap melanggar batas etika sepak bola profesional. Baginya, menyiarkan video kompilasi kesalahan wasit sebelum pertandingan adalah tindakan tidak adil yang sengaja dirancang untuk membangun opini publik yang menyudutkan. “Ini adalah cara yang tidak adil dan sangat kasar untuk memberikan tekanan psikologis kepada wasit,” pungkas Tebas.