Kumparan Logo

Jorge Jesus Tegaskan Tak Merasa Bersalah atas Pensiunnya Ronaldo

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERS

Pelatih Tim Nasional Portugal Jorge Jesus menegaskan sikapnya yang tidak merasa bersalah atas keputusan pensiun Cristiano Ronaldo dari sepak bola internasional dalam konferensi pers pengumuman skuad pada Jumat waktu setempat. Dikutip dari laporan ESPN, juru taktik berpengalaman tersebut mengaku sama sekali tidak menduga langkah gantung sepatu yang diambil sang kapten berusia 41 tahun tersebut. Cristiano Ronaldo memutuskan mengakhiri karier internasionalnya setelah mencatatkan rekor dunia berupa 234 penampilan dan 146 gol bersama skuad berjuluk Selecao das Quinas.

Perselisihan Internal dan Sanksi Disiplin Federasi

Keputusan pensiun penyerang Al Nassr itu muncul kurang dari satu bulan setelah Federasi Sepak Bola Portugal menjatuhkan skorsing 30 hari serta denda sebesar 255 euro kepadanya. Hukuman tersebut dijatuhkan lantaran Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional sesaat sebelum laga UEFA Nations League melawan Denmark pada awal Oktober lalu.

Mantan bintang Real Madrid tersebut dilaporkan berselisih paham dengan Jorge Jesus sesaat sebelum pertandingan berlangsung. Jorge Jesus kemudian tidak memainkan Cristiano Ronaldo saat Portugal menang 2-1 di Norwegia pada 4 Oktober lalu, sebuah situasi yang menjadikannya pemain cadangan tanpa menit bermain untuk pertama kali dalam 18 tahun terakhir.

Tanggapan Jorge Jesus Terkait Keputusan Sang Kapten

Jorge Jesus menegaskan bahwa keputusan mengundurkan diri tersebut sepenuhnya berasal dari pertimbangan pribadi sang penyerang. Ia membantah anggapan bahwa sikap atau kebijakannya menjadi penyebab utama mundurnya mantan anak asuhnya di Liga Pro Saudi itu.

“Tidak, mungkin saya terburu-buru dalam beberapa hal, tetapi keputusan itu bukan karena saya. Hal tersebut sudah ada di dalam pikirannya sendiri mengenai kemungkinan mendapat panggilan lebih banyak atau lebih sedikit,” ujar Jorge Jesus.

Pelatih berusia 70 tahun itu menambahkan bahwa keduanya telah beberapa kali mendiskusikan masa depan sang kapten di tim nasional sebelum pengumuman resmi dibuat. “Kami juga sempat membicarakannya beberapa kali mengenai kemungkinan hal itu terjadi, namun saya tidak merasa bersalah atas kepergiannya dan saya menghormati keputusannya,” ucap Jorge Jesus menambahkan.

Rencana Pemanggilan dan Penghormatan Rekam Jejak

Jorge Jesus mengaku sebenarnya masih berencana memanggil sang penyerang kawakan ke dalam daftar pemain untuk menghadapi Denmark dan Wales. Meski Cristiano Ronaldo telah meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya atas insiden meninggalkan kamp latihan, permintaan maaf tersebut belum disampaikan secara langsung kepada sang pelatih.

“Saya sempat berpikir dia akan kembali dan saya tentu berniat untuk memanggilnya ke skuad. Namun, dia merasa ini adalah momen yang tepat untuk pergi dan ketetapan tersebut harus dihormati oleh semua pihak,” kata mantan pelatih Al Hilal itu.

Jorge Jesus juga mengingatkan publik agar tidak mengecilkan jasa besar sang megabintang yang sukses mempersembahkan trofi Euro 2016 serta gelar perdana UEFA Nations League. Baginya, Cristiano Ronaldo tetap menjadi simbol panutan bagi pesepak bola muda sekaligus ikon abadi bagi bangsa Portugal.